Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (FOTO : ISTIMEWA).
__________
CARACAS—Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro, telah ditangkap dan diterbangkan keluar negeri setelah agresi militer AS.
Dalam sebuah pernyataan tak lama setelah pemboman AS, pemerintah Maduro menuduh Washington melakukan “agresi militer yang sangat serius”.
“Venezuela menolak, menyangkal, dan mengecam di hadapan komunitas internasional agresi militer yang sangat serius yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah dan rakyat Venezuela,” kata pemerintah Venezuela.
Agresi militer rezim Trump itu mendapat kecaman dari negara-negara Amerika Latin. “Memperingatkan seluruh dunia bahwa mereka telah menyerang Venezuela,” tulis Presiden Kolombia Gustavo Petro dalam serangkaian pernyataan yang diposting di platform media sosial X Sabtu (3/1/2026) dikutip Al Jazeera.
Sedangkan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengeluarkan kecaman keras di media sosial, menuduh Washington melakukan “serangan kriminal” terhadap Venezuela dan menyerukan respons internasional yang mendesak.
Dalam sebuah pernyataan yang diposting di X, Presiden Chili Gabriel Boric Font menyatakan “keprihatinan dan kecaman” pemerintahnya terhadap tindakan militer AS di Venezuela. “Kami menyerukan pencarian solusi damai untuk krisis serius yang melanda negara ini,” katanya.
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengecam pemboman AS dan penangkapan Maduro sebagai tindakan yang melampaui batas yang tidak dapat diterima.
“Menyerang negara-negara, dengan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, adalah langkah pertama menuju dunia yang penuh kekerasan, kekacauan, dan ketidakstabilan, di mana hukum yang terkuat mengalahkan multilateralisme,” tulis Lula di X.





