Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Berita Utama > Kemenhaj dan Kemenpar Kolaborasi Garap Ekonomi Raksasa dan Promosi Pariwisata

Kemenhaj dan Kemenpar Kolaborasi Garap Ekonomi Raksasa dan Promosi Pariwisata

Berita Utama | 2 jam yang lalu
Editor : Anton CH

BAGIKAN :
Kemenhaj dan Kemenpar Kolaborasi Garap Ekonomi Raksasa dan Promosi Pariwisata

FOTO : DOK.KEMENHAJ

______

JAKARTA – Indonesia mulai serius menggarap potensi ekonomi di balik statusnya sebagai pengirim jemaah haji terbesar di dunia. Melalui sinergi antara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) serta Kementerian Pariwisata (Kemenpar), pemerintah bersiap mengubah mobilitas tinggi jemaah menjadi mesin penggerak ekonomi nasional dan ajang promosi wisata global.

​Dalam pertemuan strategis di Jakarta, Jumat (20/2), kedua kementerian sepakat bahwa ekosistem haji harus memberikan nilai tambah nyata bagi perekonomian, selain fokus utama pada pelayanan ibadah.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Jaenal Effendi, menegaskan bahwa posisi strategis Indonesia di mata dunia harus dikelola secara profesional.

​“Potensi ini perlu dikelola secara strategis melalui pengembangan ekosistem ekonomi haji agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian nasional,” ujar Jaenal. Fokusnya adalah memastikan aliran ekonomi dari aktivitas haji dan umrah tidak hanya berhenti di sektor pelayanan, tetapi juga menyentuh industri pendukung di tanah air.

Langkah konkret yang disiapkan Kementerian Pariwisata adalah memperluas kampanye Wonderful Indonesia di jantung Arab Saudi. Tidak hanya melalui iklan konvensional, Kemenpar akan menggunakan skema bus wrapping (iklan pada badan bus) yang melayani jemaah, serta optimalisasi kanal digital.

​Menariknya, Indonesia mulai memperkenalkan MaiA, sebuah asisten virtual berbasis Kecerdasan Buatan (AI). Platform ini dirancang untuk berinteraksi dengan wisatawan mancanegara, termasuk dalam Bahasa Arab, guna memberikan rekomendasi destinasi wisata unggulan di Indonesia secara instan dan akurat.

Sinergi ini juga menjadi jawaban atas ketatnya persaingan pariwisata di Asia Tenggara. Dengan kemudahan akses yang ditawarkan negara tetangga, Indonesia memilih jalur unik: memanfaatkan "jembatan udara" antara Indonesia dan Arab Saudi untuk menarik wisatawan Timur Tengah.

​Melalui integrasi teknologi AI dan penguatan ekosistem haji, pemerintah optimistis sektor pariwisata akan mendapat suntikan kunjungan baru, sekaligus memperkuat visibilitas Indonesia sebagai destinasi kelas dunia di pasar global.


RELATED POST


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER