Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Iptek > Belanja Online Aman Saat Ramadan, Cara Hindari Penipuan

Belanja Online Aman Saat Ramadan, Cara Hindari Penipuan

Iptek | 1 jam yang lalu
Editor : Natalia Trijaji

BAGIKAN :
Belanja Online Aman Saat Ramadan, Cara Hindari Penipuan

Belanja Online Aman Saat Ramadan, Cara Hindari Penipuan

Lindungi data pribadi, perkuat kata sandi & waspadai modus unduh aplikasi asing

KABARINDO, SURABAYA – Saat Ramadan dan menjelang Lebaran 2026, aktivitas belanja online di Indonesia diproyeksikan meningkat, seiring semakin luasnya adopsi kanal digital.

Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi mencapai Rp.44,4 triliun pada Juli 2025 dan diperkirakan terus tumbuh setiap tahun. Berdasarkan proyeksi BI dan berbagai laporan industri digital, nilai transaksi eCommerce nasional diperkirakan terus tumbuh dua digit setiap tahunnya, terutama periode Ramadan dan Idul Fitri yang secara historis menjadi puncak konsumsi digital masyarakat. Tren ini menunjukkan peran eCommerce yang semakin penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,

Dengan meningkatnya transaksi digital di momen-momen penting seperti Ramadan, pelaku kejahatan siber semakin memanfaatkan periode ini untuk melancarkan berbagai modus penipuan, mulai dari phishing, situs palsu, hingga upaya pencurian data pribadi. Berdasarkan laporan berbagai lembaga keamanan siber nasional, serangan phishing dan social engineering cenderung meningkat signifikan pada periode belanja besar seperti Ramadan dan Harbolnas.

Chairman Communication & Information System Security Research Center (CISSReC), Dr. Pratama Persadha, mengatakan modus yang paling banyak ditemukan adalah phishing berbasis pesan instan, impersonasi customer service, serta penyalahgunaan tautan pelacakan pengiriman palsu.

“Risiko keamanan transaksi online memang masih menjadi tantangan nyata di Indonesia dan menjadi tanggung jawab bersama untuk menjawab tantangan ini. Di tengah meningkatnya aktivitas belanja online, khususnya saat Ramadan, konsumen perlu semakin waspada terhadap modus penipuan digital yang kian beragam. Literasi keamanan digital menjadi kunci agar masyarakat dapat menikmati kemudahan eCommerce tanpa mengorbankan keamanan dan kenyamanan,” kata Pratama.

Pratama dan Lazada membagikan tips praktis dan efektif berbelanja online untuk mendukung keamanan dan kenyamanan

Perkuat akun, gunakan password yang kuat dan unik

Lindungi data diri dengan mengganti kata sandi (password) akun anda di platform eCommerce secara rutin. Pastikan untuk memilih password yang unik dan tidak mudah ditebak, seperti misalnya gabungan antara huruf, angka dan karakter khusus lainnya untuk menciptakan kode unik. Jangan gunakan password yang sama untuk setiap akun online anda, sehingga bila ada kebocoran di satu akun, akun lainnya akan tetap terlindungi.

Aktifkan pula fitur autentikasi dua faktor atau verifikasi biometrik yang tersedia di aplikasi untuk memberikan lapisan perlindungan tambahan terhadap akun anda.

Selalu bertransaksi di dalam platform

Pastikan hanya berbelanja di aplikasi serta situs resmi dan terpercaya. Selalu periksa kembali alamat URL situs web sebelum mengisi data pribadi atau melakukan transaksi. Platform eCommerce tidak bisa melakukan penelusuran jika transaksi dilakukan di luar platform.

Jangan klik tautan apapun dari kanal tidak resmi

Saat ini banyak modus penipuan yang meminta masyarakat untuk mengakses link dengan iming-iming tertentu, mulai dari hadiah, diskon khusus atau keuntungan lainnya. Yang terbaru, ada modus penipuan yang mengatas-namakan jasa logistik atau ekspedisi, di mana pelanggan diminta untuk mengakses link tertentu untuk menelusuri paket ataupun memproses pengembalian dana. Ini adalah percobaan penipuan, di mana link semacam ini sering kali digunakan pihak tidak bertanggung jawab untuk mengambil alih kontrol perangkat dan mencuri informasi pribadi anda.

Waspadai permintaan instal aplikasi atau berbagi layar

Dalam beberapa tahun terakhir, modus penipuan digital berkembang semakin canggih dengan memanfaatkan kelengahan pengguna melalui rekayasa sosial. Salah satu pola yang kini marak terjadi adalah pelaku meminta korban menginstal aplikasi tertentu di luar toko aplikasi resmi, seperti Google Play Store atau App Store dengan dalih pembaruan sistem, verifikasi akun, percepatan pengembalian dana atau konfirmasi pengiriman. Aplikasi semacam ini biasanya dikirimkan dalam bentuk file APK melalui pesan instan atau tautan tidak resmi.

Setelah terpasang, aplikasi berbahaya ini meminta izin akses perangkat yang luas seperti membaca SMS, mengakses notifikasi, merekam layar dan mengendalikan perangkat dari jarak jauh. Pelaku penipuan sering meminta korban untuk mengaktifkan fitur berbagi layar dengan dalih membantu proses transaksi atau pengembalian dana, yang memungkinkan mereka melihat seluruh aktivitas layar secara real-time, termasuk aplikasi mobile banking, PIN dan kode OTP. Penting untuk dipahami bahwa tidak ada platform eCommerce, bank atau perusahaan logistik resmi, yang akan meminta pelanggan untuk menginstal aplikasi di luar kanal resmi atau mengaktifkan berbagi layar untuk memproses transaksi.

Jangan berikan kode OTP atau data pribadi kepada siapapun di luar aplikasi

Kode OTP digunakan untuk memverifikasi identitas dan melindungi akun anda dari akses yang tidak sah. Jangan pernah membagikan kode OTP kepada siapapun. Bila anda menerima permintaan untuk memberikan kode OTP, lakukan verifikasi terlebih dahulu melalui kanal komunikasi ataupun media sosial resmi perusahaan sebelum memberikan informasi apa pun.

Hanya berbelanja di platform dan toko terpercaya

Kepercayaan merupakan pondasi dalam transaksi online. Pastikan hanya berbelanja di platform dan toko tepercaya. Anda bisa membaca dahulu ulasan toko dan produk dari para pembeli sebelumnya agar benar-benar yakin sebelum melakukan pembelian.

Pratama mengatakan, di tengah pesatnya adopsi belanja digital, upaya penguatan keamanan siber tidak bisa hanya bertumpu pada platform eCommerce. Meski berbagai solusi dan teknologi perlindungan terus dikembangkan, kesadaran pengguna tetap menjadi lapisan pertahanan terpenting.

“Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penawaran yang tampak terlalu menarik, memastikan transaksi dilakukan melalui kanal resmi, serta secara rutin memperkuat keamanan akun guna melindungi data pribadi dan menjaga pengalaman belanja online tetap aman dan nyaman. Penguatan literasi keamanan digital juga selaras dengan semangat Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi yang menekankan pentingnya perlindungan informasi pribadi sebagai hak dasar setiap warga negara,” ujarnya.

Foto: istimewa


RELATED POST


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER