GO-FOOD Apresiasi Mitra dan Pelanggan; melalui HARKULNAS GO-FOOD

GO-FOOD Apresiasi Mitra dan Pelanggan; melalui HARKULNAS GO-FOOD

GO-FOOD Apresiasi Mitra dan Pelanggan; melalui HARKULNAS GO-FOOD

Berkat keandalan teknologi, untungkan mitra merchant

Surabaya, Kabarindo- Sejak diperkenalkan pada 2015, GO-FOOD telah menggandeng lebih dari 400.000 mitra merchant, 96% di antaranya merupakan UMKM kuliner.

GO-FOOD kini menguasai pangsa pasar online food delivery di Indonesia yang mencapai 80% atau 4 kali lipat lebih besar dari penyedia layanan sejenis. Hal ini didukung kuat oleh jumlah order GO-FOOD yang tumbuh tujuh kali lipat dalam 2 tahun terakhir.

Selain menjadi andalan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan kuliner, GO-FOOD memberikan kontribusi yang signifikan pada perekonomian Indonesia sebesar Rp.18 triliun, menurut hasil riset Lembaga Demografi FEB UI (LD FEB UI) baru-baru ini. Riset ini juga melansir bahwa peningkatan volume dan omzet bisnis memacu mitra UMKM untuk terus mengembangkan usaha. Hal ini ditunjukkan dari 85% responden UMKM yang menginvestasikan kembali pendapatannya dari GO-FOOD ke dalam usaha mereka.

Merayakan keberhasilan ini, GO-FOOD kembali menggelar Hari Kuliner Nasional (HARKULNAS) untuk mengapresiasi puluhan ribu merchant, jutaan driver dan puluhan juta pelanggan setia GO-FOOD yang turut berperan dalam mendorong kontribusi ekosistem GO-FOOD kepada perekonomian Indonesia. Program HARKULNAS GO-FOOD tahun kedua ini berlangsung selama 20 hari di 16 kota di seluruh Indonesia.

Catherine Hindra Sutjahyo, Chief Food Officer GOJEK Group, mengatakan kunci kesuksesan GO-FOOD dalam mendorong peningkatan bisnis merchant dengan memberikan akses langsung kepada pasar dan memahami kebutuhan mereka dengan menciptakan ekosistem teknologi yang bisa menjawab kebutuhan mereka dari hulu ke hilir.

Berkat teknologi GOJEK, mitra merchant GO-FOOD dapat terus mengembangkan skala bisnisnya. Mitra UMKM GO-FOOD rata-rata mengalami peningkatan omzet 3,5 kali lipat sejak bergabung. Usaha mitra merchant yang terus berkembang ini bisa menciptakan lapangan kerja baru yang mampu menyerap ribuan bahkan jutaan tenaga kerja.

Kepemimpinan pasar GO-FOOD di industri pesan-antar makanan online diperkuat oleh preferensi merchant terhadap kemitraan GO-FOOD yang dinilai paling menguntungkan karena keandalan teknologinya. Hal ini tercermin dari hasil riset LD FEB UI yang menyatakan 92% merchant bergabung dengan GO-FOOD, karena aplikasi manajemen merchant memudahkan bisnis mereka dan ada kemudahan teknologi non-tunai GO-PAY. Selain itu, 87% merchant bergabung karena teknologi keamanan GO-FOOD yang canggih, khususnya dengan menjamin transaksi dengan PIN antara mitra restoran dan mitra driver.

Hasil riset ini juga menyebutkan 87% merchant menilai layanan GO-FOOD lebih terpercaya dan lebih aman dibandingkan dengan kompetitor. Bahkan 90% merchant bergabung dengan GO-FOOD, karena GO-FOOD sudah hadir lebih lama di Indonesia.

“Keamanan dan kenyamanan mitra merchant merupakan prioritas utama kami. Keseriusan ini tercermin dari upaya berkelanjutan mengembangkan ekosistem pengelolaan bisnis yang lengkap dan menyeluruh serta dapat dikelola secara mandiri oleh mitra merchant melalui aplikasi GO-BIZ,” kata Catherine.

GO-BIZ merupakan aplikasi khusus bagi mitra GO-FOOD yang dulunya dikenal sebagai GO-RESTO. Melalui GO-BIZ, mitra merchant dapat memanfaatkan fitur-fitur unggulan, seperti mencatat pemasukan dan pengeluaran, memanfaatkan fitur e-wallet GO-PAY, mengatur ketersediaan menu, mengatur jam operasional, melihat detail daftar pesanan dan fitur-fitur lainnya. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur verifikasi PIN untuk memastikan keamanan bagi para merchant.

Hampir seluruh mitra merchant GO-FOOD merasakan manfaat dan efektivitas aplikasi ini dalam mengelola dan meningkatkan bisnis mereka. Data riset LD FEB UI menyebutkan, 93% merchant mengalami peningkatan volume transaksi setelah menggunakan aplikasi khusus manajemen merchant GO-FOOD.

“Melihat kepercayaan mitra dan konsumen dalam memanfaatkan teknologi, kami yakin GO-FOOD dapat terus memimpin pasar Indonesia dan memperkuat posisinya di Asia Tenggara,” lanjut Catherine.

Penulis: Natalia Trijaji