Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Berita Utama > Ada BriLink, Transaksi Miliaran Rupiah Warga Dusun Semudah Belanja di Warung Tetangga

Ada BriLink, Transaksi Miliaran Rupiah Warga Dusun Semudah Belanja di Warung Tetangga

Berita Utama | 40 menit yang lalu
Editor : Anton CH

BAGIKAN :
Ada BriLink, Transaksi Miliaran Rupiah Warga Dusun Semudah Belanja di Warung Tetangga

TRANSAKSI KEUANGAN : Agen BRILInk Dewi Asiah 2 melayani transaksi keuangan warga Dusun Babakan, Desa Karang Ampel, Ciamis, Jawa Barat. Transaksi di agen ini menembus Rp1 miliar per bulan. (FOTO : KABARINDO.COM/ANTON C)

_____

CIAMIS – Hari masih sore, namun suasana di Dusun Babakan, Desa Karang Ampel, Baregbeg Kabupaten Ciamis sudah sepi. Awan hitam pekat bergelayut di langit siap memuntahkan air dalam volume besar pada Jumat 14 November 2025 silam. Ai Misyati (30) tampak terburu-buru menuju rumah Hazmy Apriana (33), Agen BRILink Dewi Asih 2. Kehadiran Misyati yang disambut  Hazmy di teras rumah, bukanlah untuk meminjam uang, melainkan untuk membayar utang. Hari itu merupakan jatuh tempo pembayaran cicilan motor matik yang dibeli Misyati setahun silam. “Saya mau bayar cicilan, bank sudah tutup. Lokasinya juga lumayan jauh,”ungkapnya saat ditemui Kabarindo.com. Jarak rumah Misyati ke agen BRILink hanya 200 meter.

Misyati menyodorkan uang pecahan Rp100 ribu sebanyak tujuh lembar. Dengan tenor cicilan selama 36 bulan, ibu dua orang anak itu harus membayar Rp700 ribu sebulan. Sejatinya Misyati memiliki aplikasi Brimo di telepon selulernya. Pembayaran cicilan ke leasing bisa dia lakukan dari genggaman.

Sayangnya, wanita yang memiliki suami  sebagai pekerja bangunan itu kerap mendapat kesulitan. Di dusun Babakan, sinyal seluler timbul tenggelam. Tak hanya itu, untuk mengisi saldo di rekeningnya, dia harus ke kantor cabang PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) terdekat yang membutuhkan waktu satu jam pergi pulang. Jika ke cabang besar di kota Ciamis, Misyati harus merelakan dua jam waktunya terbuang di jalan. 

Infrastruktur jalan di Dusun Babakan sudah sangat baik sejak dilakukan pengaspalan tiga tahun lalu. Bagi warga yang memiliki kendaraan seperti motor, bepergian ke kota tentu tak mengalami kesulitan. Namun, bagi warga yang tidak  memiliki kendaraan pribadi, perjalanan menjadi sebuah tantangan. Sebab, angkutan umum hanya beroperasi hingga pukul 13:00 siang. Armadanya pun terbatas, hanya dua unit. Untuk melakukan perjalanan menggunakan transportasi daring, warga menilai, tarifnya kelewat mahal. 

Uang pembayaran cicilan motor Misyati berasal dari upah harian yang dia kumpulkan dari hasil jerih payahnya sebagai pekerja lepas. Penghasilannya pun tak menentu, tergantung banyaknya warga yang  membutuhkan bantuan tenaganya. Dia mendapatkan bayaran setelah selesai  melakukan pekerjaan. Sistem pembayarannya pun tunai, tidak melalui transfer ke rekening bank. 

Sedangkan kiriman nafkah dari suaminya, dia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Bayar cicilan di agen BRILink lebih praktis dan aman, Tidak ada risiko transfer gagal karena masalah sinyal,”ucapnya. Selain praktis, dia menilai, melakukan transaksi melalui agen BRILink lebih fleksibel karena memberikan pelayanan selama 24 jam. Para agen BRILink pun kini seolah menjadi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang menghadirkan beragam kebutuhan finansial masyarakat. “Jika token litsrik habis tengah malam, dan telepon tak dapat sinyal, saya ketuk pintu agen BRILink untuk membeli pulsa listrik,”imbuhnya.

Biaya yang dikeluarkan untuk transaksi keuangan melalui agen BRILink diakuinya sangat murah. Untuk membeli token listrik prabayar misalnya, Misyati hanya perlu menambah biaya Rp2 ribu. Hal yang sama berlaku untuk pembelian pulsa seluler. “Untuk transfer ke leasing biayanya Rp5 ribu. Dibandingkan harus ke kota, jarak tempuh jauh, perlu bensin. Lagipula, kondisi jalan tak begitu terang, karena lampu penerangan yang kurang,”paparnya. Dengan mengakses agen BriLink, Misyati merasakan beragam kemudahan.

Warga  Dusun Babakan sendiri, kebanyakan berprofesi sebagai tenaga kerja lepas, petani, dan peternak. Terdapat tiga agen BRILink yang melayani warga setempat. Beragam transaksi finasial dilakukan warga melalui agen BriLink. Mulai dari pembelian pulsa, token listrik, tarik tunai, transfer, hingga pembayaran pembelian pupuk. 

Yayah Sunariyah (49) juga merasakan kemudahan yang dihadirkan BRILink dalam transaksi keuangan. Terlebih, Yayah tak memiliki telepon pintar, sehingga wanita yang hampir berusia setengah abad ini mengandalkan BRILink untuk memenuhi kebutuhan transaksi keuangannya. “Untuk rekening BRI ada, buat terima bansos. Ambilnya (pencairan) di agen BriLink,”ucapnya.

Yayah pun mersa bersyukur, kini ada agen BRILink yang dekat dengan tempat tinggalnya. Jika biasnya dia membeli pulsa atau token listrik dengan cara menitip uang ke tetangganya, kini semuanya bisa dilakukannya sendiri. “Kadang ada rasa tidak nyaman merepotkan tetangga. Beruntung sudah ada BRILink dan dekat dengan tempat tinggal saya,”paparnya. Seperti Misyati, Yayah juga berprofesi sebagai pekerja lepas harian. Terkadang dia membantu tetangga yang membutuhkan tenaganya untuk memanen kelapa, terkadang dia menjadi tenaga harian saat ada tetangga menggelar hajatan. 

Manfaat kehadiran agen BRILink di Dusun Babakan tak hanya dirsakan oleh para warga yang berprofesi sebagai pekerja lepas. Tetapi juga warga yang menekuni usaha peternakan. Dadang Saefulah (52) misalnya, tak perlu lagi datang ke kota untuk membayar harga pakan ayam petelur miliknya. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Rukun Warga (RW) itu juga tak perlu menyimpan uangnya di dalam lemari saat telur-telur ayam miliknya dibeli oleh pengepul.

“Dulu transaksi saya lakukan di kantor cabang, mesin ATM pun harus antre. Sekarang saya hanya perlu jalan dua menit ke agen BRILink untuk melakukan semua transaksi keuangan yang saya perlukan,”tuturnya. Dengan layanan 24 jam, Dadang pun bisa melakukan pembayaran saat dinihari agar paginya, pakan ayam bisa dikirimkan. “Saya tak perlu kemana-mana lagi, bisa fokus mengurus ayam-ayam saya,”paparnya.  Menurut Dadang, dengan pembayaran yang tercatat dan terjamin oleh agen BriLink, dirinya pun merasa tenang. “Ada struk bukti pembayaran, sehingga transaksi di agen BRILink sangat aman,”imbuhnya.

Agen BRILink Dewi Asih 2, Hazmy Apriana mengungkapkan, warga Dusun Babakan semakin banyak yang melakukan transaksi melalui BriLink. Bahkan, warga dusun tetangga, yakni Dusun Panyingkiran, banyak melakukan transaksi melalui dirinya apabila agen BRILink di Dusun Panyingkiran tutup. “Saya buka 24 jam,, tengah malam pun saya layani,”katanya. Apa yang dilakukan Hazmy tak semata mencari cuan, namun lebih dari itu, dirinya ingin menjadi bagian dari BRI untuk menjembatani kebutuhan finansial masyarakat, kapan pun dan dimanapun.

Hazmy sendiri, baru menjadi agen BRILink sejak 2024 silam, lantaran agen BRILink Dewi Asih 1 yang dikelola orangtuanya kewalahan mendapatkan lonjakan transaksi. “Untuk transaksi EDC di Dewi Asih 1 plafon hanya Rp100 juta. Untuk disini (Dewi Asih 2) bisa Rp300 juta,”ungkapnya. Dalam sebulan, transaksi yang dibukukan mencapai Rp300 juta hingga Rp1 miliar. 

“Sebagian besar memang warga dusun, tetapi ada juga orang yang lewat seperti pedagang tahu bulat yang melakukan transaksi tengah malam. Jika ramai bisa Rp1 miliar per bulan,”tuturnya.  Transaksi di agen BRILink Dewi Asih 2 mencapai 700 hingga 1.000 transaksi per bulan. 

Hazmy mengungkapkan, biaya yang perlu dibayar warga bervariasi tergantung keperluan transaksi. Untuk biaya transfer dikutip Rp7 ribu per transkasi, sedangkan untuk tarik tunai Rp5 ribu. Untuk biaya transfer ke bank lain Rp15 ribu, pembelian pulsa Rp2 ribu, dan pembayaran iuran BPJS dikenai biaya Rp3 ribu. “Transaksi paling besar yang pernah saya layani Rp60 juta untuk pembelian pakan ternak dan pupuk,”ungkapnya. 

Hazmy pun mengaku tak mengalami kendala cash flow selama menjadi agen BriLink. Sebab, BRI melalui anak usahanya Bank Raya memberikan bank loan senilai hingga Rp60 juta bagi para agen BRILink. “Bank loan dari Bank Raya mulai dari Rp10 juta hingga Rp60 juta untuk membantu cash flow uang tunai,”paparnya. 

Bank loan Rp10 juta memiliki tenor 14 hari, dengan pengembalian Rp10.148.000. “Untuk yang Rp60 juta tenornya satu bulan, dan pengembaliannya Rp60.250.000,”ucapnya. Hazmy pun mengaku beruntung menjadi agen BRILink, karena mendapatkan tambahan penghasilan bulanan diluar usahanya membuka bengkel motor. “Tidak setiap hari ada warga yang melakukan servis motor. Menjadi agen BRILink sangat membantu ekonomi saya,”ucapnya. 

Hal senada diungkapkan pengelola BRILink Dewi Asiah 1 H. Eri Sobari. Mendapatkan kesempatan menjadi agen BRILink tak sekadar menambah penghasilan bulanan untuk dirinya, lebih dari itu, Haji Eri, begitu dia disapa, merasa berkontribusi terhadap perputaran roda perekonomian di desanya. “Setiap bulan jumlah transaksi naik. Paling banyak memang membeli pulsa, beli token listrik dan bayar BPJS,”paparnya. 

Ada BriLink, Transaksi Miliaran Rupiah Warga Dusun Semudah Belanja di Warung TetanggaAgen BRILink di Dusun Babakan, Desa Karang Ampel, Ciamis, Jawa Barat. (FOTO : KABARINDO.COM/ANTON C).

Agen BRILink Dewi Asih 1 sendiri didirikan pada 2018 silam dengan tujuan memudahkan masyarakat desa yang unbankable menjadi bankable. “Yang mengajukan pinjaman ada, tetapi tidak banyak. Untuk masyarakat desa, pembayaran cicilan tak pernah terlambat,”urainya. 

Dia pun berharap, dengan semakin banyaknya agen BRILink di desanya dan desa sekitar, roda perekonomian desa akan berputar. Masyarakat pun tak perlu lagi mengeluarkan ongkos dan membuang waktu berjam-jam untuk melakukan transaksi keuangan di kota. “Cukup di desa saja, cukup dari rumah,”sebutnya. 

Mendorong Inklusi Keuangan hingga Dusun

Sejak dibentuk pada 2015 silam, jaringan Agen BRILink dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Atau BRI telah menjelma menjadi tulang punggung layanan keuangan di tingkat akar rumput. Berdasarkan data per September 2025, inisiatif kemitraan ini telah mencapai angka fantastis, yaitu sekitar 1,2 juta agen BRILink yang aktif beroperasi. Jangkauannya kini mencakup 66.648 desa, menembus 80% dari total wilayah pedesaan di Indonesia.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi menegaskan, model bisnis BRILink tak sekadar perluasan layanan bank. Jaringan kemitraan tersebut berfungsi ganda, tidak hanya memperluas akses finansial formal bagi komunitas terpencil, tetapi juga menumbuhkan geliat ekonomi baru bagi individu yang menjadi agen.


Melalui BriLink, BRI  membangun ekosistem inklusi keuangan yang solid dan berkelanjutan melalui skema kemitraan. Warga desa kini tidak hanya menikmati fasilitas perbankan, tetapi juga menjadi bagian integral dari rantai nilai ekonomi digital. Juga  memberikan dampak sosial dan finansial langsung di lingkungan mereka.


Melalui sistem referral, para agen memiliki kapabilitas untuk membantu calon nasabah dalam proses pembukaan rekening, seperti Tabungan BSA, dan pengajuan pinjaman usaha.

Selama periode sembilan bulan di tahun 2025, kontribusi jaringan Agen BRILink dalam hal ini mencakup 524 ribu rujukan pinjaman, serta berhasil menghimpun simpanan baru senilai Rp285 miliar.


Hery melanjutkan, dengan peningkatan permintaan layanan finansial di berbagai wilayah, posisi agen BRILink semakin strategis. Mereka memastikan layanan perbankan yang mudah diakses dan relevan tersedia bagi seluruh lapisan masyarakat.


“Agen BRILink merupakan komponen penting dalam ekosistem inklusi keuangan yang kami bangun, secara langsung mendorong pemerataan ekonomi nasional. Dengan cakupan jaringan yang masif, para agen memperkokoh kehadiran BRI di tengah komunitas, menjamin bahwa layanan perbankan dapat dinikmati hingga ke wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal),” pungkasnya.

Sedangkan Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menambahkan, BRI terus melakukan business process reengineering untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi layanan mikro.  Efektivitas agen BRILink terlihat jelas dari volume transaksi yang mereka tangani. Hingga akhir kuartal ketiga tahun 2025, para agen telah memfasilitasi total 826 juta transaksi finansial, dengan nilai kumulatif mencapai Rp1.294 triliun.

Angka ini menunjukkan betapa pentingnya peran agen sebagai motor penggerak aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat di tingkat grassroot. 
Selain melayani pembayaran rutin, Agen BRILink juga memainkan peran krusial sebagai penghubung antara masyarakat dan produk utama BRI, yaitu simpanan dan pembiayaan.  

“Dari sisi transaksi, AgenBRILink mencatatkan volume transaksi sebesar Rp1.293,5 triliun atau tumbuh 10,6% yoy, menunjukkan peran yang semakin vital dalam memberikan akses layanan keuangan formal kepada masyarakat,” papar Akhmad. 

Peran agen BRILink pun diyakini akan semakin vital di masa mendatang. Dengan populasi penduduk yang bertambah hingga tingkat desa, inklusi keuangan yang praktis dan aman akan semakin dibutuhkan. “Tidak ada bank maupun perusahaan di Indonesia yang punya channel hingga tingkat grass root paling bawah, hanya BRI. Dengan inovasi yang dilakukan termasuk adanya agen BriLink, masyarakat tak hanya tersambung secara fisik, tetapi juga elektronik,”kata Managing Partner Inventure Yuswohady.

Pakar pemasaran ini menilai, layanan keuangan membutuhkan kepercayaan dari masyarakat menyangkut keamanan, kemudahan, brand, dan jaminan kepastian. “Itu semua dimiliki oleh BRI,”sebutnya. 

Yuswohady mengatakan, BRI sangat jeli melihat peluang untuk meningkatkan inklusi keuangan masyarakat grass root dengan membentuk BRILink. Meskipun dari nilai transaksi di kawasan pedesaan kecil, namun filosofi sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, dinilainya diterapkan oleh BRI. “Tidak ada bank yang menggarap pasar pedesaan. Selain keterbatasan infrastruktur, juga faktor kepercayaan masyarakat,”katanya. Sebagai bank milik pemerintah, lanjut dia, BRI mendapatkan kepercayaan tinggi dari masyarakat. 

Dengan mengorkestrasi infrastruktur, sumber daya manusia, loyalitas dan kepercayaan masyarakat, Yuswohady yakin, ekosistem keuangan yang dibangun BRI hingga daerah terpencil melalui BRILink akan semakin memperkokoh fondasi perekonomian nasional. “BRI punya kekuatan infrastruktur teknologi informasi, punya satelit. Sehingga transaksi keuangan hingga level desa bisa diakses secara elektronik dengan sangat mudah,”tutupnya. 

BRILink kini tak sekadar berfungsi sebagai katalis yang membuat aksesibilitas keuangan menjadi mudah, lebih dari itu, BRILink menjelma menjadi game changer dan kekuatan baru penopang pertumbuhan ekonomi nasional.


RELATED POST


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER