Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Berita Utama > Edukasi Lintas Generasi Sadarkan Masyarakat Arti Penting Memiliki Premi Asuransi

Edukasi Lintas Generasi Sadarkan Masyarakat Arti Penting Memiliki Premi Asuransi

Berita Utama | 1 jam yang lalu
Editor : Anton CH

BAGIKAN :
Edukasi Lintas Generasi Sadarkan Masyarakat Arti Penting Memiliki Premi Asuransi

ASURANSI : Dua gen Z nasabah Allianz Life Indonesia menilai asuransi kesehatan dan jiwa sangat penting untuk memitigasi risiko di masa depan. (FOTO : KABARINDO/ANTON C).

____

YOGYAKARTA – Pesawat Airbus 320 dari maskapai penerbangan swasta mendarat mulus di bandara internasional Yogyakarta di Kulon Progo, Rabu, 19 November 2025. Pesawat dari Jakarta dengan nomor penerbangan ID 6378 itu mendarat tepat waktu pukul 10:30 WIB.

Ratusan penumpang antre keluar dari pesawat, termasuk 40 orang rombongan dari Jakarta yang hendak melakukan wisata petualangan ke kawasan gunung Merapi.

Ya, kawasan Merapi kini menjadi salah satu destinasi wisata favorit masyarakat. Pasca erupsi 2010 silam, kondisi kawasan Merapi kini perlahan kembali seperti semula. Udara yang segar, ilalang dan pohon rindang menjadi pemandangan menakjubkan.

Dua gadis kembar berusia 20 tahun tampak asyik memainkan telepon selulernya sembari menunggu koper keluar dari conveyor belt. Salvina Ananta dan Salvini Ananta, Vina dan Vini, begitu mereka biasa di sapa, mengaku baru kedua kalinya melakukan wisata ke kawasan Merapi. Gadis kembar kelahiran April 2005 itu sedang mengenyam pendidikan sarjana di Universitas Terbuka Jakarta jurusan Akuntansi sembari bekerja di perusahaan swasta yang berkantor di BSD City, Tangerang, Banten.

Meskipun dinilai menyenangkan, namun bagi Vina, wisata alam tentu memiliki risiko lebih tinggi. “Terlebih di gunung vulkanik yang aktif. Kami harus ekstra waspada,”ujarnya saat ditemui Kabarindo.com.

Vina pun menyadari pentingnya menjaga diri dari kemungkinan kejadian tak terduga seperti kecelakaan, meskipun sejatinya dia dan saudari kembarnya memiliki perlindungan perjalanan TravelPro Domestic Insurance dari Allianz Life Indonesia (Allianz Indonesia) yang memberikan manfaat mulai dari pembatalan keberangkatan, kehilangan bagasi, kecelakaan, cacat tetap, hingga kematian.

Bagi Vina, memiliki perlindungan berupa asuransi bukan berarti dirinya bisa melakukan apa saja. “Fungsi asuransi kan untuk jaga-jaga jika kita kena musibah. Bukan berarti kita bisa berbuat suka-suka, tetap harus waspada dan menjaga diri,”paparnya.

Selain asuransi perjalanan, Vina dan saudara kembarnya juga memiliki asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. “Untuk asuransi kesehatan dari Allianz disediakan kantor. Bisa digunakan untuk rawat jalan dan rawat inap,”paparnya.

Meskipun masih tergolong sangat muda, namun keduanya sadar betul pentingnya memiliki perlindungan untuk masa depan melalui produk asuransi jiwa. “Buat kami, asuransi penting. Karena asuransi yang sifatnya mandatory atau wajib belumlah cukup,”imbuh Vini.

Dia mengatakan, sekitar 25% gaji yang diterima setiap bulan digunakan untuk membayar premi asuransi yang dimilikinya atau sekitar Rp1,5 juta per bulan. Sedangkan untuk asuransi kesehatan, kantor tempat mereka bekerja memberikan jaminan asuransi kesehatan dengan premi senilai Rp600 ribu per bulan. “Kami berdua membiasakan diri untuk mengurangi hangout ke kafe, nonton bioskop atau beli barang-barang konsumtif. Lebih baik kami sisihkan untuk masa depan, untuk asuransi, untuk investasi,”paparnya.

Vina dan Vini pun merasakan manfaat asuransi yang dimilikinya. Mereka berkisah, saat sakit tak perlu keluar rumah. Konsultasi dengan tenaga medis bisa dilakukan melalui telemedicine. Mulai dari anamesis, diagnosis, hingga pemberian obat dilakukan melalui aplikasi di telepon pintar (smartphone). “Asuransi kesehatan Allianz sangat nyaman. Kami hanya rebahan, berkomunikasi dengan dokter, obat dikirim ke rumah,”kata Vini.

Si kembar Vina dan Vini adalah contoh bagaimana kini masyarakat usia muda yang dikenal dengan generasi Z atau gen Z itu menilai penting kehadiran asuransi.

Data Sensus Penduduk 2020 menyebutkan, dalam postur demografi, gen Z mendominasi populasi Indonesia dengan proporsi 27,94%, disusul generasi Milenial (25,87%), generasi X (21,88%), Baby Boomer (11,56%), dan Pre-Boomer (1,87%). Sebagai generasi utama, posisi gen Z sangat strategis mengingat Indonesia saat ini hingga 2035 mendatang, sedang mengalami bonus demografi, yakni sekitar 69-70% dari total penduduk berada dalam usia produktif (15-64 tahun).

Menurut Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia Ali Rif’an, bonus demografi merupakan peluang emas lantaran hanya datang sekali dalam sejarah. Bila dikelola dengan tepat maka bisa membuat negara melompat jauh ke depan. Sebaliknya, bila gagal mengelolanya justru bisa berubah jadi beban negara.

Gen Z merupakan kelompok yang dikenal pragmatis dan sangat melek teknologi dan informasi. Kelompok ini semakin menyadari biaya hidup, terutama biaya kesehatan, bisa melambung tinggi dalam sekejap. Karenanya, mereka menyadari, memiliki asuransi seperti asuransi kesehatan, berarti melindungi tabungan yang susah payah dikumpulkan agar tak habis untuk keperluan tak terduga akibat sakit atau kecelakaan.

Survei bertajuk “Persepsi Publik terhadap Prospek Industri Asuransi Nasional” menyebutkan, 67,51% gen Z memiliki minat untuk memiliki asuransi pribadi. Gen Z juga cenderung memilih produk yang fleksibel dan sesuai dengan gaya hidup mereka.

Industri asuransi pun menyadari peluang tersebut dan meracik beragam strategi dalam melakukan edukasi untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya memiliki asuransi. Perusahaan asuransi melakukan transformasi yang fokus pada digitalisasi, transparansi, dan relevansi.

Allianz Life Indonesia (Allianz Indonesia) salah satunya. Perusahaan asuransi ini bahkan sudah satu dekade memperkenalkan pembaruan aplikasi digital untuk tenaga pemasar asuransi jiwa dan kesehatan yang memungkinkan nasabah secara interaktif menentukan perlindungan sesuai kebutuhan, bernama Allianz Discover.

Seolah bisa memprediksi tren masa depan, aplikasi penjualan digital ini telah mengalami pengembangan sejak pertama kali diluncurkan di Januari 2015, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai aplikasi untuk mengajukan surat permohonan asuransi jiwa secara online, tetapi kini lebih mengutamakan customer journey.

Allianz Indonesia terus memaksimalkan teknologi di seluruh kegiatan operasional perusahaan, tak hanya di proses penjualan, tetapi juga di proses bisnis back-end. Allianz Indonesia secara konsisten mengembangkan ragam inovasi digital selama beberapa tahun terakhir. Mulai dari pembelian polis hingga pengajuan klaim, seluruh proses di Allianz telah berbasis digital dan dirancang untuk melayani nasabag dengan efektif dan efisien. Inovasi itu tak hanya dinikmati gen Z, tetapi juga seuruh generasi.

Edukasi Lintas Generasi Sadarkan Masyarakat Arti Penting Memiliki Premi AsuransiAllianz Life Indonesia gencar melakukan edukasi melalui platform digital. (FOTO : ISTIMEWA).

Allianz Life Indonesia pun gencar melakukan edukasi secara tatap muka kepada masyarakat lintas generasi. Direktur & Chief People & Culture Officer Allianz Life Indonesia Nina Hatumena menegaskan, edukasi dilakukan dengan cara yang relevan, dekat, dan menyenangkan. “Kami ingin masyarakat melihat bahwa literasi keuangan tidak harus kaku. Saat orang bisa belajar lewat pengalaman yang menyenangkan, pesan tentang pentingnya perlindungan finansial akan lebih mudah diingat,” ujar Nina. Perlindungan finansial, lanjut dia, tak sekadar soal produk, tapi tentang bagaimana setiap orang merasa siap menghadapi perubahan hidup dengan rasa aman.

Perencana keuangan Safir Senduk menilai, edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya asuransi harus terus digelorakan. Sebab, asuransi kini tak sekadar sebagai perlindungan jiwa dan kesehatan, lebih dari itu, asuransi bisa menjadi jaminan masa depan. Meskipun gen Z juga dikenal sebagai generasi yang konsumtif, namun selama industri mampu menjaga relevansi produk, kemudahan akses, dan transparansi komunikasi, gen Z akan terus menjadi motor penggerak pertumbuhan kesadaran asuransi di Indonesia.

“Asuransi sangat penting , tak hanya untuk melindungi diri tetapi juga untuk melindungi aset. Karena kejadian di masa depan tidak bisa diprediksi, dan itu berlaku untuk siapapun,”tegasnya.

Musibah, lanjut dia, bisa terjadi kapan saja. Dengan memiliki asuransi, seseorang bisa melakukan mitigasi kebutuhan keuangan di masa depan. Asuransi, dinilainya tak hanya dibutuhkan oleh kalangan yang sudah berumah tangga, tetapi juga penting bagi kalangan muda atau gen Z. “Anak muda sudah saatnya sedia payung untuk masa depan dengan memiliki polis asuransi,”saran Safir.

Tembok untuk Menahan Tombak Ketidakpastian

Asuransi ibarat sebuah tembok kokoh yang akan menahan laju tombak ketidakpastian di masa depan. Hal itulah yang dirasakan Ria Aryanie (48). Ibu dua orang anak itu baru memiliki asuransi kesehatan dan jiwa sejak tahun lalu. “Saya sadar pentingnya asuransi setelah operasi tumor jinak,”ungkapnya.

Beruntung, Asuransi Allianz Life Syariah bersedia menjadi penjaminnya. “Mereka (Allianz) yang proaktif menghubungi rumah sakit dan dokter yang merawat saya. Setelah serangkaian tes dan wawancara, polis saya disetujui,”ujarnya.

Dengan membayar premi senilai Rp3,4 juta per bulan, manfaat yang dia rasakan sangat besar. “Tercover hingga kawasan Asia. Artinya jika ada sesuatu menimpa saya diluar negeri, selama di kawasan Asia , saya bisa masuk rumah sakit manapun yang bekerjasama dengan Allianz,”tuturnya.

Edukasi Lintas Generasi Sadarkan Masyarakat Arti Penting Memiliki Premi AsuransiRia Aryanie meunjukkan kartu kepesertaan Asuransi Allianz Life Syariah. (FOTO : KABARINDO/ANTON C)

Ria pun menyarankan masyarakat untuk melindungi diri dengan asuransi. Tak sekadar untuk memitigasi risiko sakit, lebih dari itu untuk menjaga keberlangsungan masa depan para buah hati. “Segeralah beli polis asuransi, apalagi untuk yang sudah berkeluarga. Sayangi anak, demi masa depan mereka,”pesannya.

Hal yang sama dirasakan Isro Kurniawan (45). Pria yang bekerja di perusahaan swasta PT Opal di BSD City itu merasakan manfaat asuransi saat dirinya terkena serangan jantung pada awal Oktober 2025 silam.

Dia berkisah, pekerjaannya begitu padat selama September 2025. Selain tak mengimbangi dengan berolahraga, Isro mengaku mengkonsumsi minuman manis dalam volume besar. “Dada terasa diremas. Saya langsung ke IGD rumah sakit, dan dokter memutuskan untuk memasang ring di jantung saya,”ungkapnya.

Biaya sekitar Rp150 juta seluruhnya ditanggung asuransi. Termasuk biaya perawatan pasca pemasangan satu ring di jantungnya. “Punya asuransi memang sangat bermanfaat,”katanya.

Isro pun mengisahkan kawan sejawatnya yang terkena kanker beberapa tahun lalu. Biaya berobat seluruhnya ditanggung asuransi. Dengan pengobatan yamg konsisten, kualitas hidup kawannya kini tetap stabil. “Penyakit bisa datang kapan saja, jantung, kanker dan sebagainya. Keberadaan asuransi sangat penting, karena biaya berobat ditanggung asuransi. Sehingga tabungan masa depan yang kita kumpulkan tak banyak terpakai untuk berobat,”paparnya.

Di Indonesia, jumlah masyarakat yang mengidap penyakit non menular mematikan cenderung meningkat. Jumlah kasus kanker di Indonesia misalnya, terus meningkat dan diprediksi melonjak hingga lebih dari 70% pada 2050 jika langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat. Saat ini, sekitar 400 ribu kasus baru kanker terdeteksi setiap tahunnya, dengan angka kematian mencapai 240 ribu kasus. Tanpa intervensi yang efektif, beban kanker akan semakin besar, baik dari segi kesehatan masyarakat maupun ekonomi.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menegaskan, kanker tidak hanya menjadi tantangan medis tetapi juga masalah sosial dan ekonomi yang kompleks. Biaya pengobatan yang tinggi, hilangnya produktivitas, serta dampak psikologis bagi pasien dan keluarga menjadi beban berat yang harus ditangani. Karena itu, deteksi dini menjadi strategi utama yang terus diperkuat.

Di Indonesia, deteksi dini kanker masih menjadi tantangan. Banyak pasien datang dalam kondisi stadium lanjut, sehingga tingkat keberhasilan pengobatan menurun dan biaya perawatan meningkat. Padahal, hingga 50% kasus kanker bisa dicegah dengan pola hidup sehat seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, tidak merokok, menghindari alkohol, serta menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Perusahaan asuransi nasional pun memberikan perhatian serius terhadap tantangan tersebut. Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia Alexander Grenz menegaskan, Allianz Indonesia berkomitmen untuk selalu berada di garis depan dalam menyediakan solusi yang relevan bagi nasabah, terutama untuk kesehatan. “Kami memahami bahwa penyakit kritis tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga dapat mengganggu stabilitas finansial keluarga. Melalui Asuransi Allianz Critical Plus, kami berharap dapat membantu lebih banyak keluarga Indonesia meminimalisir risiko dampak finansial dan tetap dapat memenuhi kebutuhan hidup, sehingga mereka dapat fokus pada hal yang paling penting: pemulihan kesehatan,” tegasnya beberapa waktu lalu.

Asuransi Allianz Critical Plus dirancang untuk memberikan perlindungan ekstra bagi nasabah, terutama bagi generasi muda di usia produktif yang sudah memahami pentingnya perlindungan kesehatan sejak dini. Asuransi Allianz Critical Plus hadir sebagai solusi inovatif yang memberikan manfaat ekstra untuk memberikan keamanan finansial bagi keluarga di masa sulit. Dengan manfaat yang mencakup perlindungan penyakit kritis lengkap, sejak tahap awal, meninggal dunia, serta manfaat akhir kontrak, dan pengembalian premi jika tertanggung masih hidup hingga akhir masa perlindungan, yang memberikan nilai lebih dan ketenangan bagi keluarga Indonesia.

Tren penyakit kritis di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam lima tahun terakhir. Data pada Laporan Tahunan JKN 2023 mencatat bahwa sepanjang periode 2018–2023, penyakit jantung adalah jumlah penyakit dan beban tertinggi dalam pelayanan JKN, mengalami peningkatan kasus sebesar 72% dan peningkatan beban jaminan sebesar 88%. Kasus kanker meningkat sebesar 94% disertai peningkatan beban jaminan sebesar 101%. Sedangkan stroke menunjukkan peningkatan kasus hingga 81%, dengan peningkatan beban biaya 129%.

Sementara menurut World Economic Forum 2015 , potensi kerugian ekonomi akibat penyakit tidak menular (termasuk penyakit jantung dan kanker) di Indonesia pada periode 2012-2030 diproyeksikan mencapai USD 4,47 triliun. Angka ini setara dengan lebih dari tiga kali Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia di tahun 2024 yang berada di kisaran USD 1,44 triliun. Kerugian ini tidak hanya terbatas pada biaya pengobatan, tetapi juga mencakup hilangnya produktivitas karena pasien memperoleh penghasilan selama masa perawatan dan pemulihan.

Edukasi Lintas Generasi Sadarkan Masyarakat Arti Penting Memiliki Premi AsuransiPasien sedang dirawat di salah satu rumah sakit beberapa waktu lalu. (FOTO : KABARINDO.COM/ANTON C)

Meskipun penyakit-penyakit kritis ini umumnya dianggap sebagai risiko kesehatan bagi generasi yang lebih tua, data klaim yang dibayarkan Allianz Indonesia selama periode 2022-2024 menunjukkan bahwa 35% klaim penyakit kritis diajukan oleh nasabah yang berusia di bawah 40 tahun. Data ini menggarisbawahi bahwa risiko penyakit kritis tidak hanya menjadi risiko kesehatan yang dapat terjadi kepada golongan lanjut usia, namun juga bagi mereka yang berada dalam usia produktif. Tentunya hal ini dapat mengganggu rencana finansial keluarga yang sedang disusun pada usia tersebut. “Mitigasi risiko seperti dana darurat dan asuransi menjadi fondasi penting dalam perencanaan keuangan keluarga, dan harus disiplin agar rencana masa depan keluarga tidak terganggu,”tegas perencana keuangan Aliyah Natasya.

Menopang Keuangan Masyarakat dan Pertumbuhan Perekonomian Negara

Asuransi memiliki peran dan dampak yang signifikan terhadap sosial dan ekonomi di Indonesia. Bagi individu dan keluarga, produk asuransi dari perusahaan asuranai memberikan perlindungan finansial kepada individu dan keluarga dari risiko tak terduga seperti kematian, sakit parah, kecelakaan, bencana alam, dan lainnya. Perlindungan ini membantu mengurangi beban finansial yang timbul akibat kejadian yang tidak diinginkan.

Asuransi, khususnya asuransi kesehatan membantu meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas. Hal ini memungkinkan individu untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan tanpa harus khawatir tentang biaya yang tinggi.

“Selain menopang kekuatan ekonomi masyarakat, asuransi juga berperan dalam menggerakkan perekonomian nasional,”ujar Pengamat Kebijakan Publik Hasyim Arsal Alhabsi. Direktur Dehills Institute itu memaparkan, industri asuransi mengumpulkan premi dari peserta yang kemudian diinvestasikan dalam instrumen keuangan, seperti obligasi dan saham.

“ Investasi ini membantu pertumbuhan ekonomi melalui pendanaan proyek-proyek infrastruktur, perusahaan, dan sektor-sektor lainnya,”katanya. Asuransi juga dinilainya merupakan salah satu motor penggerak di pasar modal. Dengan memiliki portofolio investasi yang besar, perusahaan asuransi berkontribusi pada likuiditas pasar dan pertumbuhan ekonomi.

Tak hanya itu, asuransi memberikan perlindungan terhadap bisnis dari risiko yang mungkin terjadi, seperti kebakaran, pencurian, atau kerusakan properti. Hal ini memungkinkan bisnis untuk tetap beroperasi bahkan setelah mengalami kerugian.

Dengan menyediakan mekanisme transfer risiko dari individu atau perusahaan ke perusahaan asuransi, asuransi membantu menciptakan stabilitas keuangan makro dengan mengurangi dampak kejadian yang merugikan terhadap perekonomian.

Edukasi Lintas Generasi Sadarkan Masyarakat Arti Penting Memiliki Premi Asuransi

Tingkat literasi dan inklusi asuransi di Indonesia. (FOTO : ISTIMEWA)

Industri asuransi jiwa sendiri, tetap mencatatkan ketahanan dan peran strategisnya dalam menjaga stabilitas keuangan masyarakat, meskipun dinamika ekonomi nasional masih penuh tantangan.

Secara umum, aset industri asuransi di Indonesia sangat besar, per September 2025 mencapai sekitar Rp 1.181,21 triliun, atau sekitar 5,33% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, menunjukkan perannya sebagai bagian integral dari sektor keuangan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ogi Prastomiyono mengungkapkan kontribusi sektor perasuransian terhadap perekonomian memiliki potensi yang besar untuk bertumbuh.

Ogi menambahkan keberadaan industri asuransi bukan hanya sebagai penopang sistem keuangan nasional, melainkan sebagai kekuatan utama dalam menciptakan ketahanan ekonomi.

Sedangkan Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia ( AAJI), Budi Tampubolon, menyebutkan, capaian industri asuransi jiwa menegaskan relevansi asuransi jiwa sebagai pilar penting dalam perencanaan keuangan keluarga, bahkan ketika ruang konsumsi masyarakat terbatas.

Meskipun asuransi memiliki dampak yang positif, masih ada tantangan terkait penetrasi asuransi yang masih rendah di kalangan masyarakat Indonesia, terutama di daerah pedesaan. Selain itu, kurangnya pemahaman terhadap manfaat asuransi, khususnya asuransi kesehatan dan asuransi jiwa juga menjadi hal yang kini terus diperhatikan.

Chief Product Officer Allianz Life Indonesia, Cheang Khai Au, menguraikan, manfaat asuransi kesehatan memiliki cakupan yang lebih luas dalam hal layanan medis, sehingga ini menjadikan asuransi kesehatan sebagai perlindungan dasar yang harus dimiliki oleh seluruh anggota keluarga. “Asuransi kesehatan dapat menanggung biaya pengobatan rumah sakit untuk berbagai jenis penyakit, mulai dari ringan hingga kondisi medis berat,”tegasnya.

Asuransi bukanlah sekadar pilihan finansial, melainkan sebuah kebutuhan fundamental dalam masyarakat modern. Asuransi berfungsi sebagai jaring pengaman yang melindungi individu dan keluarga dari ketidakpastian finansial yang disebabkan oleh risiko tak terduga, mulai dari masalah kesehatan hingga kematian. Dengan demikian, asuransi memainkan peran krusial dalam menciptakan stabilitas ekonomi dan ketenangan psikologis bagi masyarakat.

Dengan kolaborasi antara regulator, penyedia asuransi, dan partisipasi aktif masyarakat, asuransi tidak hanya menjadi industri yang strategis, tetapi juga pilar penting dalam memperkuat ketahanan sosial-ekonomi bangsa. Mendorong masyarakat untuk memilkki asuransi merupakan investasi kolektif menuju masa depan yang lebih aman dan terjamin.


RELATED POST


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER