Sedapnya Aneka Menu dari Olahan Pohon Pisang; di Santika Pandegiling

Sedapnya Aneka Menu dari Olahan Pohon Pisang; di Santika Pandegiling

Sedapnya Aneka Menu dari Olahan Pohon Pisang; di Santika Pandegiling

Ayam batang pisang, rujak pisang, jungkut ares, cake pisang, kripik jantung pisang, abon tunas pisang, cendol daun pisang dan sambel pisang

Surabaya, Kabarindo- Pisang merupakan buah yang biasa kita konsumsi sehari-hari. Pisang adalah buah tropis yang banyak ditanam di Indonesia, tidak kenal musim, mudah diperoleh dan harganya terjangkau, namun khasiatnya bagus untuk tubuh.

Dari pohon pisang biasanya hanya diambil buahnya untuk dimakan. Buah pisang digemari masyarakat Indonesia mulai dari anak-anak sampai lanjut usia, karena rasanya enak, teksturnya lembut serta mengandung vitamin dan mineral yang sangat berguna bagi tubuh.

Kandungan vitamin dan mineral dalam buah pisang antara lain provitamin A (betakaroten), vitamin B kompleks (tiamin, riboflavin, niasin dan piridoxin), kalium, magnesium, fosfor, kalsium dan zat besi. Pisang juga mengandung nilai energi sekitar 136 kalori untuk setiap 100 gram yang secara keseluruhan berasal dari karbohidrat. Nilai energi pisang dua kali lipat lebih tinggi dari pada apel.

Bagian lain dari pohon pisang, mungkin hanya daunnya, yang sering digunakan sebagai pembungkus makanan seperti lemper, bothok dan pepesan. Padahal seluruh bagian pohon pisang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk diolah sebagai bahan makanan.

Dengan pemikiran tersebut, Executive Chef Ervin Triana dari Hotel Santika Pandegiling Surabaya, membuktikannya dengan mengolah beberapa menu yang terbuat dari bagian-bagian pohon pisang. Cocok untuk dinikmati oleh mereka yang vegetarian maupun bukan.

“Banyak bagian lain dari pohon pisang yang bisa diolah menjadi makanan bergizi yang cocok dinikmati oleh seluruh anggota keluarga. Bagian yang dimaksud adalah daun pisang, batang pisang, jantung pisang bahkan tunas pisang. Rasanya juga enak dan sedap,” ujarnya.

Pohon pisang menginspirasi Chef Ervin untuk membuat beberapa menu baru yaitu ayam batang pisang, rujak pisang, jungkut ares, cake pisang, kripik jantung pisang, abon tunas pisang dan sambel pisang. Bahkan, daun pisang bisa dibuat cendol.

Ia menggunakan pisang raja nangka yang berwarna hijau, besar dan panjang, memiliki rasa manis dan kesat. Pisang ini tidak susah mendapatkannya, karena bisa dibeli di pasar tradisional. Menurut Chef Ervin, pisang jenis ini kurang cocok disantap sebagai buah biasa, namun enak jika diolah, meski itu hanya digoreng atau dibuat kolak.

Chef Ervin memaparkan cara mengolah salah satu menu, abon tunas pisang. Bahannya harus tunas pisang muda, dibersihkan lalu diparut halus. Rebus selama 10 menit dan tiriskan. Raciklah bumbu kuning dari bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, jintan, daun salam, daun jeruk, sereh, kunyit, jahe, laos, lada dan garam. Haluskan semua bahan, kecuali daun jeruk dan sereh. Tumis semuanya, lalu masukkan parutan tunas pisang. Aduk sampai kering dan sajikan. Siap disantap. Jika ingin menyimpan abon tunas pisang hingga beberapa hari, harus dioven lebih dulu agar tahan lama.

Sedangkan cendol daun pisang diolah dari daun pisang paling muda yang warnanya hijau pupus. Daun dari satu pelepah pisang dibersihkan lalu diblender dan disaring airnya. Kemudian dicampur dengan tepung tapioka dan tepung beras, lalu aduk sampai kental. Setelah itu buatlah cendol dari adonan tersebut, kemudian masukkan air es agar mengeras.

General Manager Hotel Santika Pandegiling, Buditama Setiawan, senang dan mengapresiasi kreativitas Chef Ervin yang selama ini selalu menghadirkan menu-menu unik dari bahan-bahan yang tidak terpikirkan oleh orang lain.

“Banyak sekali orang yang belum tahu bagaimana cara mengolah bagian-bagian dari pohon pisang menjadi aneka makanan yang enak dan bergizi. Kami ingin memperkenalkan kepada masyarakat aneka menu hasil olahan Chef Ervin ini sebagai makanan pembuka, makanan utama maupun makanan penutup,” ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji