Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Gaya hidup > Gaya Hidup Sehat Gen Z, Kombinasi Cerdas Digital dan Herbal

Gaya Hidup Sehat Gen Z, Kombinasi Cerdas Digital dan Herbal

Gaya hidup | 18 jam yang lalu
Editor : Natalia Trijaji

BAGIKAN :
Gaya Hidup Sehat Gen Z, Kombinasi Cerdas Digital dan Herbal

Gaya Hidup Sehat Gen Z, Kombinasi Cerdas Digital dan Herbal

KABARINDO, SURABAYA- PT Bintang Toedjoe meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui program edukatif bertajuk Komix Herbal Goes to School. Program ini diadakan sepanjang November - Desember 2025 lalu di Banjarmasin, Jambi, Tanjung Pinang, Padang, Banda Aceh, Pekanbaru, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung hingga Mataram untuk pelajar tingkat SMA/SMK. Kegiatan ini juga masih direncanakan di beberapa daerah lainnya.

Mengangkat tema “Generasi Sehat, Generasi Herbal: Saatnya Gen Z Mengenal Herbal!”, program ini ditujukan untuk membekali para remaja khususnya Gen Z dengan pengetahuan mengenai herba asli Indonesia, konsep swamedikasi yang benar, serta literasi digital dalam memilah informasi kesehatan. Generasi muda yang memahami manfaat bahan alam, terampil dalam mengambil keputusan kesehatan, dan bijak dalam berinteraksi di dunia digital.

Zaini Ahsan Prahendra, Public Relations PT Bintang Toedjoe, menjelaskan pentingnya edukasi swamedikasi pada usia dini. “Kami ingin mendekatkan manfaat herba Indonesia kepada Gen Z dengan cara yang relevan dan mudah dipahami. Remaja perlu dibekali pengetahuan kesehatan sejak dini, termasuk bagaimana melakukan swamedikasi secara tepat dan memilih produk yang aman. Kami percaya generasi muda yang teredukasi akan tumbuh menjadi masyarakat yang lebih sehat, kritis dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Dokter Muhammad Nafi’ Rizqi A sebagai dokter umum sekaligus content creator muda menjelaskan swamedikasi dapat dijadikan sebagai penanganan gejala penyakit ringan.

“Swamedikasi atau pengobatan mandiri memang telah jadi langkah pertama yang dapat dilakukan sebelum penanganan lebih lanjut ke dokter. Jika dilakukan benar, swamedikasi mampu membantu meringankan beban fasilitas kesehatan, terutama di daerah dengan akses layanan yang belum merata. Dengan pemahaman yang cukup, remaja dapat memilih produk pengobatan secara tepat, aman dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Remaja cerdas mengelola obat dan informasi di era digital

Dalam talkshow ini, peserta diperkenalkan pada prinsip pengelolaan obat secara bertanggung jawab melalui panduan DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) serta pengecekan keamanan produk melalui CEK KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, Kedaluwarsa) dari BPOM. Langkah-langkah ini penting dipahami oleh remaja agar mereka dapat melakukan pengobatan mandiri yang aman dan sesuai panduan.

Selain edukasi herbal dan swamedikasi, peserta juga diberikan materi mengenai literasi digital. Gen Z yang digital native tentu awam dengan lingkungan media sosial yang rawan misinformasi, apalagi di tengah berkembangnya AI.

Literasi digital penting agar bisa melindungi diri dan orang lain, tidak terkecoh dengan informasi palsu terutama mengenai kesehatan, mampu memilah informasi, memeriksa kebenaran sumber, serta menyebarkan konten secara bertanggung jawab. Diharapkan, edukasi ini dapat membantu membentuk generasi yang sehat secara fisik maupaun secara digital.

Dengan melibatkan siswa bersama para ahli dari bidang kesehatan dan media, edukasi ini diharapkan memberi manfaat bagi diri sendiri, keluarga, orang-orang terdekat maupun lingkungan dengan memanfaatkan media sosial secara bertanggung jawab.

“Kami berharap program ini mampu menumbuhkan kesadaran Gen Z untuk menerapkan gaya hidup sehat, memanfaatkan bahan alam Indonesia secara bijak, serta menjadi agen perubahan di lingkungan terdekat melalui pemanfaatan media sosial secara positif,” ujar Prahendra.

Foto: ilustrasi


RELATED POST


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER