Kota Makassar; Punya Film Halo Makassar

Kota Makassar; Punya Film Halo Makassar

XXI Blok M Square, Jakarta, Kabarindo- Tak salah apabila redaksi menyebut karya visual cinematografi dari Kota Daenk kali ini yang berjudul Halo Makassar adalah produk anak UMI.

Yah, Universitas Muslim Indonesia atau disingkat UMI adalah Perguruan Tinggi Swasta terpandang dan melegenda dengan aksi kemahasiswaannya era 90an sampai aksi pengembalian nama Makassar yang dilakukan oleh para aktivis Aliansi Mahasiswa Pro Demokrasi disingkat AMPD kala itu dari eksponen Pers Mahasiswa dari UMI, Unhas, Univ.45, UVRI, IKIP dan kampus lainnya.

Dulu UjungPandang dan sudah hampir dua dekade berubah menjadi Makassar. Kini film produksi PH Finisia Production bersama dengan 786 Production mengusung judul 'Halo Makassar' yang dijejali banyak penikmat film nasional.

"Sudah banyak yang menanti sejak jam 11.00 malah sudah ada yang memesan tiket jauh hari sebelumnya sehingga susah memang untuk mendapatkan tiket di barisan belakang malah beberapa layar di Makassar sudah sold out," papar Sunarti Sain alumnus FE, Universitas Muslim Indonesia aktivis Pers Mahasiswa UPPM yang menjadi salah satu eksponen bersama AMPD mengembalikan nama Makassar menggantikan UjungPandang kala itu.

Menurutnya tidak hanya itu, Anggu Batari pemeran utama adalah anak UMI yang baru saja kelar KKN. "Adiat dan sutradara Ihdar Nur (alumnus Unhas) adalah putera Daerah Bulukumba. Film yang digarap selama lima bulan ini bersama oleh Amril Yunar sebagai produser. Dimana ia sebelumnya telah memproduseri film Uang Panai Mahar(L) yang berhasil merebut perhatian masyarakat Makassar," papar Sunarti Sain yang kerap disapa kak Una yang kesehariannya sebagai Pemred Radar Bulukumba.

Two Thumbs untuk Ihdar karena redaksi tidak sendiri tapi bersama Yan Widjaja yang juga aktor selain pengamat perfilman memprediksi 350 ribu di depan mata atau lebih baik dari Uang Panai karena selain Mellonk dengan bahasa khas Jumpandangnya dan Bimbi yang khas Papua bersama dengan Tumming Abu tampil spesial di film yang berseloroh tentang kehadiran seorang musisi cuek dan suka dengan berbagai nada dan suara sampai pemuda kribo atau gondrong ini bernama adiat ini kepincut dengan suara renyah dan manja dari salah seorang operator radio taksi bernama Anggu.

Anda akan terkesiap dengan adegan awal yang penuh dengan greget karena Ihdar menggunakan banyak metafor yang menggambarkan bunyi yang khas dengan nada indah. Adiat (Rizaf Ahdiat) yang naik taksi kepincut dengan suara renyah dan genit dari Anggu (Anggu Batary) sampai ia merekamnya.

Tak dinyana karena keasyikan recordernya ketinggalan dan disinilah konflik dimulai sampai mereka bisa saling berkenalan tapi apakah langsung bisa bertemu, redaksi tidak akan mau membocorkan untuk hal ini karena Anda memang harus menyaksikannya sendiri langsung ke bioskop.

Film ini sangat indah dari sinematografi walau memang ada beberapa catatan dari editing sampai skoring yang memang perlu banyak dirapikan tapi apabila dibandingkan dengan film Box Office Uang Panai ini lebih baik 4 tingkat tentu saja. Mulai dari pengadeganan, lensa yang dipake, penggunaan drone sampai storyboard yang tidak bertele-tele menjadikan selangkah lebih maju kali ini.

Diujung film, Anda akan disuguhkan rencana produksi selanjutnya berjudul 'Para Pemuda Palsu' yang siap tayang 2019.

Genre film ini sangat romantis dan siap membuat Anda terpingkal-pingkal, walau dengan keterbatasan layar tapi redaksi percaya bisa jadi pilihan tontonan menghibur akhir pekan ini.

Halo Makassar menjadi film yang memediasi pariwisata Kota Makassar dengan sektor jasanya, keramahtamahan warganya dan terpenting, Anda jadi tahu apa itu Makassar.


Dont Miss It........!