IQRO My Universe; Tayang 11 JULI 2019

IQRO My Universe; Tayang 11 JULI 2019

Dharmawangsa, Jakarta, Kabarindo- Anda tentu masih ingat ? lqro Petualangan Meraih Bmtang' di tahun 2017 awal tahun memberi nuansa baru perfilman nasional dalam rangka pemenuhan film-film anak.

Karya prestisius dari Yayasan Pembina Masjid Salman ITB bersama Salman Film Academy dengan didukung oleh Bumi Prasidi Bi Epsi dan Mitra Andalas Visual berhasil menyelesaikan sequel film lqro berjudul' 'lqro My Universe’ yang Insya Allah akan tayang 11 Juli 2019. 

"Sequel ini yang dulu kita bangga dengan B Boosscha Planetarium kebanggaan dunia ada di Indonesia- Bandung dan sequelnya mengenalkan bahwa dulu era 80an Pratiwi Sudarmono sebagai Astronot wanita pertama Indonesia diperankan Maudy Koesnaidy dan sosok Pratiwi asli akan muncul sebagai penampilan khusus. Selain syuting di London Inggris dan berhasil mendapatkan konser musisi muda Muslim dari Inggris, Harris J juga kesempatan mencapture panorama keindahan kab.Siak memberi warna tersendiri dari film ini," papar Iqbal AL Fajri lugas.

Berkutat dengan tema yang mengedepankan Ilmu Pengetahuan dan tetap  mengangkat kebesaran Al Qur'an, film 'lqro My Universe’ menceritakan tentang mimpi Aqilla untuk menjadi seorang Astronot dan pergi ke pusat penelitian luar angkasa di Inggris dengan mengikuti lomba Vlog tentang tokoh antariksa. 

Dengan mengambil lokasi tidak hanya di Indonesia (Jakarta, Bogor dan Siak) tetapi juga di Inggris (Leicester, London), film 'lqro My Universe' akan menampilkan visual juga dengan animasi untuk memperkuat tampilan film. 

SINOPSIS:

Dibuka dengan ungkapan mimpi-Aqilla untuk menjadi Astronot dan menggambarkan kekaguman pada Opanya yang menunjukkan padanya tanah, air dan udara di beberapa negara mulai dari kenangan mereka di Observatory Bosscha di Lembang sampai Stonehenge di Inggris. 

Aqilla memiliki cita-cita untuk menjadi Astronot, Opanya yang seorang Astronom adalah orang yang sangat dia kagumi. Aqilla banyak belajar dan bertanya pada Opa, yang saat ini menjabat di Planetarium Jakarta. Hampir setiap hari Aqilla mendatangi Opa di Planetarium untuk berbincang dan ’curhat’ karena Mamanya baru melahirkan seorang adik untuk Aqilla sehingga waktu Mama banyak tersita untuk mengurus adiknya. 

Hobi Aqilla dalam hal angkasa luar membuatnya bersaing dengan June, teman sekolahnya, seorang murid pindahan dari Inggris yang juga memiliki minat yang sama, sampai akhirnya mereka berkompetisi untuk membuat Vlog (video blog) tentang orang-orang yang berjasa/berkecimpung di dunia ilmu pengetahuan khususnya angkasa luar dengan hadiah berkunjung ke Pusat Pelatihan Astronot di Inggris. 

Tentu saja Aqilla langsung terpikir untuk mengangkat Opa yang dikaguminya dalam Vlog yang akan dia ajukan untuk kompetisi, tapi tanpa sepengetahuan Aqilla, Opa telah memutuskan untuk menerima permintaan ke Inggris untuk membantu sebuah penelitian di sana. Seluruh keluarga sengaja merahasiakan ke Aqilla karena tahu Aqilla pasti tidak bisa 
menerlma kepergian Opa nvgitu kmr wanya Aqilla ketika tahu Opa mem: ih berangkat ke Inggris tanpa sepongetahuannya 

Ramadhan pun datang . 

Opa harus menghadapi puasa di inggris yang cukup berat karena panjangnya waktu puasa Oma belum bisa berangkat menemaninya, sehingga Opa harus menyiapkan makanan sahur dan berbuka sendiri, dalam udara dingin namun tetap menjalankan Ibadah dengan sebaikbaiknya. Ketika sebuah isu tentang sampah antariksa muncul dan Indonesia membutuhkannya kembali ke negaranya, Opa harus membuat sebuah keputusan yang terbaik untuk diri, keluarga dan negaranya. 

Kak Raudhah, guru mengaji Aqilla yang sudah tinggal di Jakarta memberikan sebuah buku kepada Aqilla tentang Ibu Tsurayya, seorang Astronot Indonesia yang sedang melakukan penelitian tanaman untuk dikirim ke ruang angkasa. Aqilla langsung tertarik dengan Ibu Tsurayya dan berusaha keras untuk bertemu dengan Ibu Tsurayya sekaligus memintanya untuk menjadi bagian dari Vlog yang akan diikutsertakan dalam kompetisi. Awalnya Bu Tsurayya menolak tapi karena kegigihan Aqilla, dia pun bersedia. 

Fauzi teman Aqilla di Lembang sedang berupaya untuk bisa mendapatkan beasiswa di sebuah Pesantren di Jakarta, sementara ayah Fauzi, Bang Codet yang berusaha mencari kerja di Jakarta malah terseret dalam sebuah rencana pencurian. 

Bagaimanakah Aqilla, Opa, Fauzi dan Bang Codet menghadapi situasi bimbang yang mengharuskan mereka untuk memilih jalan yang harus ditempuh? Apakah Aqilla berhasil memenangkan kompetisi dan berangkat ke lnggis?

Pada akhirnya mereka harus mengikuti hati nurani mereka, dalam menjawab: apakah keputusan yang diambil adalah yang terbaik bagi diri sendiri dan orang lain? 

Allah SWT membolehkan setiap manusia untuk mempunyai mimpi setinggi langit tapi harus tetap ingat dari mana manusia berasal.

Seperti mimpi Aqilla untuk tinggal di planet lain, dia pun diingatkan; Apakah manusia sudah cukup dalam menjaga bumi dengan segala isinya yang telah disediakan oleh Allah SWT untuk memenuhi kebutuhan seluruh makhluk ciptaan-Nya?

Dont Miss 11 Juli Mendatang.....!