Pantau Kondisi Pasien Lebih Cepat; Lewat Invisimos

Kontributor : Teks & Foto2: Natalia Trijaji (Kontributor Surabaya & Sekitarnya)

Karya tim ITS, tenaga medis di ruang jaga bisa terus memantau kondisi vital pasien tanpa harus keli

Surabaya, Kabarindo- Kini keluarga pasien tak perlu lagi khawatir akan pemantauan kondisi vital orang terdekat yang sedang dirawat di rumah sakit.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya telah berhasil membuat gebrakan teknologi medis yang memungkinkan tenaga medis memantau kondisi vital pasien setiap waktu dengan menggunakan pemantauan tanda vital yang terintegrasi bernama Invisimos.

Alat ini untuk memastikan kondisi pasien tidak pernah lolos dari pengawasan petugas rumah sakit. Sehingga bisa diketahui perkembangan kondisinya setiap saat, tanpa harus berkeliling langsung ke masing-masing kamar pasien yang terpisah-pisah lokasi..

Dr.I Ketut Eddy Purnama ST, MT, salah satu tim peneliti Invisimos, mengatakan selama ini pemantauan kondisi pasien rawat inap masih dilakukan secara manual menggunakan Vital Sign Monitor (VSM). Tanda vital dari pasien akan ditampilkan terus-menerus oleh VSM.

“Dokter dan perawat harus berkeliling ke tiap kamar pasien untuk mencatat data yang ditampilkan VSM,” ujar peneliti di Laboratorium Komputasi Multimedia Departemen Teknik Komputer ITS ini.

Menurut Kepala Departemen Teknik Komputer ITS ini, cara manual tersebut memiliki banyak kekurangan. Misalnya, banyaknya pasien dan ruang rawat inap di rumah sakit menyebabkan kondisi darurat pada tiap pasien tidak bisa diketahui dengan segera, sehingga sering terjadi penanganan pasien yang terlambat.

Hal ini mendorong Ketut bersama tim peneliti lain yang terdiri dari Eko Setijadi ST MT PhD (Teknik Elektro), Arief Kurniawan ST MT (Teknik Komputer) dan Dr Ir Arman Hakim Nasution MEng (Manajemen Bisnis) \menciptakan Invisimos. Berbeda dengan VSM konvensional, alat ini memungkinkan tenaga medis di ruang jaga bisa terus memantau kondisi vital tiap pasien tanpa harus berkeliling.

“Invisimos memiliki port luaran yang dapat mengirimkan data vital sign pasien secara real-time, sehingga dokter jaga dan perawat jaga dapat mengevaluasi kondisi pasien lebih cepat dari ruang jaga. Jika terdapat kondisi darurat, tenaga medis juga bisa langsung tahu dan segera bertindak tanpa dipanggil,” ujar Ketut.

Ia menambahkan, sistem ini sangat diperlukan sebagai penunjang pelayanan kesehatan, khususnya di rumah sakit yang kekurangan tenaga kerja. Dengan pemantauan kondisi pasien yang cepat dan akurat, layanan terhadap pasien dapat lebih ditingkatkan. Namun Invisimos belum bisa dipasarkan, karena masih dalam tahap penyempurnaan. Dalam waktu dekat, Invisimos akan dikembangkan untuk menjadi perangkat nirkabel.

“Sekarang sedang dalam tahap pendaftaran hak paten. Kami harap alat ini dapat dikembangkan lagi ke depannya,” ujarnya.




Berita Lainnya
Agus Salim 'The Grand Old Man'; Dilayarlebarkan

Pavillon Petogogan, Kebayoran, Jakarta, Kabarindo- Anda tentu sudah mengenal baik sosok pahlawan fenomenal, cerdas, humanis Hadji Agus Salim -1884-1954 ?

Yah, anak Minang yang berjuluk 'The


250 Perempuan Dari 27 Provinsi Di Indonesia; Ikut Hibah Cipta Media Ekspresi


Jakarta, Kabarindo- Satu bulan menjelang tutup pendaftaran, Cipta Media Ekspresi - hibah untuk perempuan pelaku kebudayaan di segala bidang seni - telah menerima lebih dari 250


Donasi TopDonasi100 TokoPedia; Makin Diminati

JAKARTA, Kabarindo– Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB Foundation) bekerja sama dengan Tokopedia melakukan penyerahan donasi Rp100 yang dihimpun dari Toppers (pengguna Tokopedia) kepada Lembaga Pembinaan Khusus Anak


ZALORA; Giatkan KAMPANYE "OWN NOW"

Jakarta, Kabarindo- ZALORA, destinasi fashion online terbesar di Asia, kembali meluncurkan kampanye terintegrasi di 6 negaranya.

Kampanye ini menempatkan fokus pada ZALORA sebagai fashion enthusiast