Kemenag 2018; Punya Aplikasi Cegah Penipuan Jamaah Umrah

Kontributor : Teks; Harry Samputro / Foto2: IsT

Fasilitasi Kepentingan Jamaah

Jakarta, Kabarindo- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Ia mengatakan kementeriannya mengembangkan aplikasi Sipatuh untuk mencegah penipuan terhadap jamaah umrah sehingga kasus seperti dilakukan biro perjalanan umrah Hannien Tour tidak terulang.

"Kami sedang membangun regulasinya, bahkan hampir menyelesaikan aplikasi berbasis elektronik yang bernama Sipatuh, Sistem Informasi Pengawasan Terpadu Umrah dan Haji," kata Lukman di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan lewat aplikasi itu, pergerakan jamaah umrah dapat dipantau secara daring. "Ini secara online jadi semuanya nanti akan termonitor setiap biro travel, dia memberangkatkan jamaahnya berapa, kembalinya juga harus sama, pelayanannya di sana di hotel apa, maskapai penerbangannya apa."

Lukman mengatakan dengan aplikasi itu akan mendorong sistem informasi satu pintu untuk perlindungan jamaah umrah yang transparan dan akuntabel. Dengan terobosan itu, kinerja Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dapat dimonitor dengan baik.

Aplikasi itu, kata dia, juga akan menjadi sarana kendali dari pemerintah dan masyarakat untuk mengakses berbagai aktivitas jamaah umrah. Dengan begitu, kejadian-kejadian adanya biro travel menelantarkan dan tidak menepati janji bagi calon jamaah umrahnya bisa ditekan.

"Jadi intinya kami sejak beberapa bulan yang lalu sedang berbenah untuk lebih memperketat bagaimana mekanisme pelayanan yang diberikan oleh para PPIU," kata dia.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar Ali mengatakan aplikasi Sipatuh mewajibkan setiap PPIU yang menawarkan paket program dan pendaftaran calon jamaah umrah untuk mengisi data calon jamaah.

Selanjutnya, setiap jamaah akan mendapatkan nomor registrasi yang bisa dipantau aktivitas prosesi ibadah umrahnya secara terbuka oleh masyarakat.

"Jamaah umrah dapat melihat kapan akan berangkat, apakah tiketnya sudah ada, menggunakan maskapai apa, hotel menginapnya di mana, visanya sudah dapat apa belum," kata dia.

Jika dalam 10 hari sebelum keberangkatan belum ada visa calon jamaah umrah, kata dia, Kemenag akan memberi peringatan kepada PPIU. PPIU agar patuh dalam mengisi aplikasi itu. Kepatuhan PPIU dalam mengisi aplikasi akan menentukan nilai akreditasinya. PPIU yang kinerjanya tidak baik, akan dicabut izin operasionalnya seperti dilansir darii laman antaranews.




Berita Lainnya
MD Magic Scaraway; Atasi Bercak Kehitaman & Scar Bekas Jerawat

Surabaya, Kabarindo- Setiap orang pasti pernah mengalami masalah jerawat, yang ringan ataupun yang berat, terutama pada usia remaja yang mengalami perubahan hormonal.

Jerawat bisa hilang setelah


Crown Group Garap Proyek; Senilai Rp 50 Triliun

Surabaya, Kabarindo- Nilai total proyek yang sedang dan akan digarap perusahaan properti Australia, Crown Group, mencapai puluhan triliun. Hal ini diungkapkan Bagus Sukmana, GM Strategic & Corporate


Terapkan Internet of Things; Banyak Perusahaan Di Asia Pasifik Capai Kemajuan Bisnis

Surabaya, Kabarindo- Internet of Things (IoT) telah lama diidamkan sebagai pondasi untuk berbagai terobosan dalam artificial intelligence (AI), robotik dan kemajuan lainnya.

Para eksekutif dituntut untuk


Indonesia Sambut Lenovo Miix 630; Awesome !

Jakarta, Kabarindo- Dalam rangkaian acara CES® 2018 tahun ini, Lenovo memperkenalkan hasil kerjasamanya dengan Qualcomm® and Microsoft® untuk mempersembahkan komputasi mobile kepada pelanggan dalam cara baru.