Peneliti ITS Sulap Limbah; Jadi Pakan Ikan Ekonomis

Kontributor : Teks & Foto2: Natalia Trijaji (Kontributor Surabaya & Sekitarnya)

Berpotensi meningkatkan produksi ternak ikan serta mengurangi pencemaran lingkungan

Surabaya, Kabarindo- Tim peneliti dari Departemen Biologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil mengolah limbah ikan menjadi pakan ikan berprotein tinggi dan bernilai jual ekonomis.

Penelitian ini berpotensi meningkatkan produksi ternak ikan serta mengurangi pencemaran lingkungan, karena mampu menyulap limbah ikan pengasapan di daerah Kenjeran, Surabaya, menjadi pelet ikan berprotein tinggi.

Penelitian tersebut diinisiasi oleh Dr.Awik Puji Dyah Nurhayati SSi, MSi., bersama dua rekan dosen lainnya, Dr rer nat Edwin Setiawan MSc dan Dr Dewi Hidayati MSi, yang dimulai sejak 2012 sebagai program pengabdian masyarakat bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITS.

Menurut Awik, selama ini limbah tangkapan ikan tidak memiliki nilai jual. Jika dibiarkan menumpuk, limbah ini akan menyebabkan pencemaran organik, bau dan mengurangi nilai estetika lingkungan sekitarnya. Untuk mengatasi masalah ini, Awik mencoba merekayasa limbah tersebut di Laboratorium Zoologi dan Rekayasa Hewan di Departemen Biologi ITS. Produknya ini kemudian ia sebut Zuper Food Fish (Z-Fosh).

Bayu Laksono Putra, salah satu mahasiswa anggota penelitian, mengungkapkan bahwa limbah ikan yang dibuang ke laut dapat menyebabkan pencemaran dan merusak ekosistem. Bagian-bagian yang biasa dibuang adalah insang, ekor dan jeroan. Padahal bagian-bagian ini kaya protein dan dapat diolah menjadi pakan ikan bergizi serta bernilai ekonomis..

Tim Z-Fosh juga menggunakan limbah hasil pengasapan ikan, keong sawah, dedak, tepung tapioka, vitamin konsentrat, daun pepaya dan ragi tempe. Cara pembuatannya cukup mudah dengan melumatkan dan mencampur adonan, setelah itu mencetak bentuk pelet. Cetakan tersebut kemudian dikeringkan supaya tahan lama.

Bayu memaparkan, limbah ikan harus direbus dan dipisahkan lemaknya, kemudian dikeringkan di oven. Sementara keong sawah harus dicuci dulu, kemudian dikukus dan dipisahkan dari cangkangnya.Tujuannya mengurangi zat beracun dan patogen, serta mengontrol kandungan senyawa aflatoksin agar tidak lebih dari 50 ppm.

Pelet ikan Z-Fosh kini telah diterapkan sebagai pakan ikan lele dumbo yang memiliki ketahanan tubuh lebih kuat dibanding ikan lain. Produk Z-Fosh dijual seharga Rp.13.000 per kilogram. Produk ini jauh lebih murah daripada harga pakan lain di pasaran.

“Sekitar 60%-70% dana ternak ikan digunakan untuk membeli pakan. Dengan pelet Z-Fosh, dapat menghemat biaya,” ujar Bayu.

Saat ini, tim Departemen Biologi sedang fokus pada tahap pengembangan dan perbaikan mutu produk. Ke depannya, pelet ikan ini akan diproduksi dalam skala industri dan dipatenkan.










Berita Lainnya
MD Magic Scaraway; Atasi Bercak Kehitaman & Scar Bekas Jerawat

Surabaya, Kabarindo- Setiap orang pasti pernah mengalami masalah jerawat, yang ringan ataupun yang berat, terutama pada usia remaja yang mengalami perubahan hormonal.

Jerawat bisa hilang setelah


Crown Group Garap Proyek; Senilai Rp 50 Triliun

Surabaya, Kabarindo- Nilai total proyek yang sedang dan akan digarap perusahaan properti Australia, Crown Group, mencapai puluhan triliun. Hal ini diungkapkan Bagus Sukmana, GM Strategic & Corporate


Terapkan Internet of Things; Banyak Perusahaan Di Asia Pasifik Capai Kemajuan Bisnis

Surabaya, Kabarindo- Internet of Things (IoT) telah lama diidamkan sebagai pondasi untuk berbagai terobosan dalam artificial intelligence (AI), robotik dan kemajuan lainnya.

Para eksekutif dituntut untuk


Indonesia Sambut Lenovo Miix 630; Awesome !

Jakarta, Kabarindo- Dalam rangkaian acara CES® 2018 tahun ini, Lenovo memperkenalkan hasil kerjasamanya dengan Qualcomm® and Microsoft® untuk mempersembahkan komputasi mobile kepada pelanggan dalam cara baru.