Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Ekonomi & Bisnis > Tiga Womenpreneur; Jadi Pemenang Diplomat Success Challenge XI

Tiga Womenpreneur; Jadi Pemenang Diplomat Success Challenge XI

Ekonomi & Bisnis | Senin, 1 Februari 2021 | 17:07 WIB
Oleh : Natalia Trijaji

BAGIKAN :
Tiga Womenpreneur; Jadi Pemenang Diplomat Success Challenge XI

Tiga Womenpreneur; Jadi Pemenang Diplomat Success Challenge XI

Para wirausahawan muda dengan bisnis inovatif yang berhasil meraih hibah modal usaha

Surabaya, Kabarindo- Perjalanan program dan ekosistem wirausaha dari Wismilak Foundation, Diplomat Success Challenge (DSC) XI telah masuk ke titik akhirnya.

Sebanyak 20 challengers telah melewati fase Market Challenge di kota Bandung dan Yogyakarta. Setelah melewati 2 tahap eliminasi pada Market Challenge, terpilihlah 12 grand finalist yang berhak mengikuti fase penjurian final di Surabaya.

Ketua Dewan Komisioner DSC XI, Surjanto Yasaputera, mengatakan walaupun ada yang belum bisa lolos hingga grand final, ia yakin banyak sekali ilmu, pembelajaran dari mentor ataupun dewan komisioner serta jaringan yang didapat dari program DSC XI. Ia berharap, semua pengalaman ini bermanfaat dan dapat diambil hikmah terbaiknya untuk membuat bisnis para peserta lebih maju.

Dewan Komisioner yang terdiri dari Surjanto Yasaputera, Direktur Wismilak Grup, Antarina S.F. Amir, Akademisi & Direktur HighScope Indonesia, dan Helmy Yahya, CEO R66 Media, Entrepreneur & Public Speaker, menyeleksi 12 grand finalist terpilih tersebut hingga tersisa 8 grand finalist terbaik. Selanjutnya mereka mendapat kesempatan untuk melakukan sesi tanya jawab penentuan dengan Dewan Komisioner. Penjurian ketat berlangsung hingga akhirnya terpilih Arlin Chondro dengan bisnisnya Peek.Me Naturals yang berhasil meraih penghargaan utama sebagai Best of the Best Challenger DSC XI.

Dua grand finalist lain yang berhasil meraih hibah modal usaha juga merupakan perempuan muda dengan bisnis cemerlang. Mereka adalah Lidya Angelina Rinaldi dengan bisnis food & beverage berbahan baku vanilla yaitu La Dame in Vanilla, serta Anisa Azizah dengan bisnis inovasi beton berpori bernama Tech Prom Lab.

Ketiga womenpreneur tersebut meraih hibah modal usaha dengan nilai terbesar yaitu Rp.300 juta untuk masing-masing pemenang serta hadiah apresiasi tambahan sebagai Best of the Best Challenger senilai Rp.50 juta bagi Arlin Chondro.

Dalam perjalanan sejak lolos tahap 150 besar dan mengikuti audisi, Arlin didampingi mentor pilihannya, Helga Angelina, Co-founder Burgreens. Peek.Me Naturals merupakan bisnis yang dirintis sebagai bentuk terapi alternatif (aromaterapi) dengan memanfaatkan khasiat essential oils. Arlin merintis bisnis ini berangkat dari keinginannya sebagai ibu yang tengah mencari alternatif alami dan aman untuk anaknya yang menderita alergi dan asma. Pada saat itu, terapi konvensional menggunakan steroid dirasa kurang cocok bagi anaknya.

“Peek.Me Naturals merupakan bisnis yang personal bagi saya, karena dirintis pada 2016 berdasarkan kegelisahan saya sebagai ibu muda yang masih banyak belajar dan ingin memberikan yang terbaik bagi buah hati. Puji syukur, pada 2020 lalu, saya berhasil menjadi Best of the Best Challenger DSC XI. Hibah modal usaha yang saya raih akan dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk mengembangkan bisnis,” ujar Arlin.

Lidya Angelina Rinaldi dan Anisa Azizah juga menyampaikan rasa bangganya karena dapat mengikuti rangkaian DSC XI dengan perjuangan yang cukup keras. Mereka bersemangat untuk mengembangkan potensi bisnis dengan pendampingan dari DSC selama 2 tahun ke depan, serta kesempatan bergabung dengan Diplomat Entrepreneur Network (DEN) untuk memperluas jejaring usaha.

Bagi Lidya, Founder La Dame in Vanilla, bisnisnya merupakan cerminan akan passion-nya dalam membuat kue dengan bahan vanilla terbaik dari tanah Indonesia,

“Indonesia merupakan salah satu penghasil vanila terbesar di dunia, namun tidak banyak masyarakat yang tahu. Melalui La Dame in Vanilla, saya ingin membawa vanila Indonesia lebih dikenal di dunia. Hibah modal usaha yang saya dapat akan digunakan untuk membeli fasilitas mesin agar produksi vanila kami dapat berlipat ganda demi memenuhi kebutuhan pasar,” ujarnya.

Menurut Anisa, Co-founder & CEO Tech Prom Lab,, DSC membuka kesempatan yang lebih luas bagi bisnis yang baru dirintis seperti bisnisnya. Tech Prom Lab. merupakan startup yang berfokus pada inovasi material bangunan.

“Kami baru berdiri sejak 2018, sehingga untuk bersaing di DSC XI merupakan pengalaman yang cukup menantang. Ternyata menurut para mentor dan Dewan Komisioner, teknologi yang kami terapkan pada inovasi beton berpori memiliki potensi besar di masa depan. Ilmu serta hibah modal usaha yang saya dapatkan dari DSC XI akan berperan besar untuk perkembangan Tech Prom Lab ke depannya,” ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji


TAGS :
RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER