Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Ekonomi & Bisnis > Pertamina Genjot Produksi EBT untuk Dukung Ketahanan Kelistrikan

Pertamina Genjot Produksi EBT untuk Dukung Ketahanan Kelistrikan

Ekonomi & Bisnis | 2 jam yang lalu
Editor : Anton CH

BAGIKAN :
Pertamina Genjot Produksi EBT untuk Dukung Ketahanan Kelistrikan

PEMBANGKIT LISTRIK : PLTP Kamojang menjadi bagian dari upaya Pertamina dalam mengembangkan energi panas bumi sebagai sumber listrik bersih yang terintegrasi dalam sistem kelistrikan Jawa–Madura–Bali. (FOTO : DOK.PERTAMINA).

_____

JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) terus mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT) guna meningkatkan produksi energi bersih yang mendukung kelistrikan nasional. Langkah itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam percepatan transisi energi dan pemanfaatan energi listrik,

Di tengah dinamika energi global yang ditandai dengan fluktuasi harga energi, ketidakpastian pasokan, serta tekanan terhadap pengurangan emisi, penguatan bauran energi nasional menjadi langkah strategis untuk menjaga ketahanan energi Indonesia.

Hingga 2025, produksi listrik bersih Pertamina telah mencapai 8.743 GWh. Capaian ini merupakan bagian dari inisiatif Pertamina Group dalam pengembangan bisnis rendah karbon. Energi tersebut dikontribusikan dari pembangkit listrik bersih dengan total kapasitas terpasang mencapai 3,1 GW.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa Pertamina terus memperkuat pengembangan energi bersih sebagai bagian dari strategi menghadapi tantangan global sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik nasional.

“Di tengah dinamika energi global yang sangat dinamis, pengembangan energi baru terbarukan menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan listrik bagi masyarakat,” ujar Baron Rabu (15/4/2026).

Ia menambahkan, diversifikasi energi melalui EBT juga menjadi upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil yang rentan terhadap volatilitas pasar global.

“Inisiatif ini tidak hanya mendukung target transisi energi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko terhadap fluktuasi harga dan pasokan energi global,” imbuhnya.

Berbagai inisiatif tersebut meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) sebesar 2,4 MW, Gas to power dengan kapasitas sebesar 1.772 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 55,3 MW, serta Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) sebesar 727 MW.

Selain itu, Pertamina juga mendorong pemanfaatan energi bersih di tingkat masyarakat melalui program Desa Energi Berdikari (DEB). Hingga kini, telah dibangun 252 DEB di seluruh Indonesia dengan pemanfaatan energi seperti panel surya, mikrohidro, dan biogas.

“Melalui pengembangan EBT hingga ke tingkat desa, Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong kemandirian energi masyarakat secara berkelanjutan,” tutup Baron.


RELATED POST


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER