KABARINDO, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menegaskan pentingnya diplomasi olahraga dalam memperkuat hubungan antarnegara, khususnya melalui kerja sama Indonesia dengan Prancis dalam pengembangan sepak bola wanita.
Hal tersebut disampaikan Menpora Erick dalam konferensi pers bersama Dubes Prancis untuk Indonesia Fabien Penone di Institut Francais d'Indonesie, Jakarta, Rabu (15/4). Diplomasi olahraga ini merujuk setelah digelarnya program kerja sama federasi olahraga FFF-PSSI: Empowering the Next Generation of Women's Football.
"Prancis ingin mendorong diplomasi olahraga, karena ini sangat baik untuk membangun fondasi hubungan kemasyarakatan," ujar Menpora Erick.

Menurut Menpora Erick, diplomasi olahraga tidak hanya mempererat hubungan antarnegara, tetapi juga membawa pesan penting seperti kesetaraan gender. Dalam olahraga, kata Menpora Erick, perempuan memiliki posisi yang setara dengan laki-laki.
Lebih lanjut, Menpora Erick menyebut bahwa isu ini juga menjadi salah satu bagian dari pembahasan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, terutama terkait upaya mempererat kerja sama olahraga antara Indonesia dengan Prancis.
Menpora Erick menyampaikan pihaknya tengah menjajaki berbagai kolaborasi dengan Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia, termasuk pengembangan sejumlah cabang olahraga. Setelah kerja sama di bidang equestrian, rencana akan berlanjut ke cabang olahraga selancar, serta fokus saat ini pada pengembangan sepak bola.

Dalam sektor sepak bola, kerja sama dilakukan bersama PSSI dengan penekanan pada pembinaan sepak bola wanita. Pengembangan program tim nasional wanita tidak hanya berfokus pada prestasi tim, tetapi juga pembangunan dari akar rumput.
Sebagai bagian dari program tersebut, tim nasional sepak bola wanita Indonesia direncanakan akan menjalani pelatihan di Clairefontaine, salah satu pusat pelatihan sepak bola elite di Prancis yang dikenal memiliki fasilitas kelas dunia.
Sementara, Dubes Fabien Penone menyambut baik atas program pengembangan sepak bola wanita tersebut. Dia menyebut, diplomasi olahraga sangat penting dalam memperkuat hubungan antarnegara.
"Kami meluncurkan program-program yang konkret, yang pada dasarnya adalah untuk mendukung dan melatih serta membantu mengidentifikasi pemain muda terbaik, terutama pemain (sepak bola) wanita. Ini adalah prioritas bagi kami yaitu kesetaraan olahraga. Kami sangat senang berkolaborasi dengan Indonesia karena kami punya tujuan yang sama persis," pungkasnya. Foto: Humas Menpora





