Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Ekonomi & Bisnis > Diversifikasi Produk dan AI: Kunci Kemenperin Dongkrak Industri Kerajinan Cirebon

Diversifikasi Produk dan AI: Kunci Kemenperin Dongkrak Industri Kerajinan Cirebon

Ekonomi & Bisnis | 8 jam yang lalu
Editor : Orie Buchori

BAGIKAN :
Diversifikasi Produk dan AI: Kunci Kemenperin Dongkrak Industri Kerajinan Cirebon

KABARINDO, JAKARTA -  Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kimia, Sandang dan Kerajinan, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA), resmi membuka kegiatan Pendampingan Teknis Diversifikasi Produk IKM Kerajinan di Kabupaten Cirebon. Kegiatan yang berlangsung pada 14–17 April 2026 di Patra Cirebon Hotel & Convention ini merupakan bagian dari rangkaian Road to HUT Dekranas Tahun 2026.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Direktur IKM Kimia, Sandang dan Kerajinan, Budi Setiawan, dan dihadiri oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon, Suhartono, S.Sos., M.M., serta Ketua Dekranasda Kabupaten Cirebon, Dra. Hj. Nunung Roosmini Imron, beserta jajaran pengurus.

Ekspor Kerajinan Nasional Terus Tumbuh. Data Pusdatin Kementerian Perindustrian (2026) mencatat ekspor industri barang kerajinan nasional pada 2025 mencapai USD 806,63 juta, tumbuh 15,46 persen dibandingkan 2024 yang sebesar USD 698,62 juta. Tren positif ini berlanjut pada Januari 2026, dengan nilai ekspor mencapai USD 52,38 juta atau naik 19,49 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

"Sektor kerajinan adalah industri padat karya sekaligus penghasil devisa. Potensi ini belum kita manfaatkan secara optimal. Kita perlu mendorong pelaku IKM untuk terus berinovasi agar mampu bersaing di pasar global," kata Direktur Budi Setiawan dalam sambutannya.

Cirebon, Sentra Kerajinan Unggulan Jawa Barat. Kabupaten Cirebon mencatat total nilai ekspor lebih dari USD 432 juta pada 2025. Produk rotan dan furnitur menjadi komoditas utama, disusul alas kaki, tekstil, briket kelapa, dan hasil laut. Kerajinan Cirebon yang sudah dikenal luas mencakup rotan dengan home decor-nya, batik Mega Mendung, kerajinan kerang, rajut, kulit, dan gerabah.

Sebagai landasan pengembangan industri daerah, Pemerintah Kabupaten Cirebon telah menetapkan Perda No. 1 Tahun 2026 tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Cirebon 2025–2045. Regulasi ini menetapkan tiga pilar industri unggulan, yaitu industri makanan dan minuman olahan berbasis pertanian dan hasil laut; industri kerajinan rotan, kayu, dan bambu; serta pakaian jadi dan industri batik.

Diversifikasi Produk sebagai Kunci Daya Saing. Budi Setiawan menjelaskan bahwa diversifikasi produk adalah penambahan ragam produk secara horizontal dengan tetap menggunakan bahan baku dan proses produksi yang hampir sama. Strategi ini bertujuan memperluas segmen dan target pasar tanpa harus membangun lini produksi baru dari awal.

Di era digital, inovasi desain kini didukung oleh pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membaca tren pasar dan mengembangkan ide kreatif. Pelaku IKM juga dituntut memperkuat strategi pemasaran melalui platform digital agar produk mereka menjangkau pasar domestik dan internasional secara lebih luas.

Sinergi dengan Program Dekranasda. Dekranasda Kabupaten Cirebon aktif mendukung pembinaan IKM melalui program Akademia Creatif Cirebon (ACC), sebuah program pelatihan dan pendampingan intensif selama 6 bulan. Program ini mencakup desain produk, pemilihan bahan baku, efisiensi produksi, manajemen keuangan, legalitas produk, serta perluasan jejaring pemasaran melalui pameran dan platform digital.
Hasilnya nyata. Salah satu IKM kerajinan kulit berupa merchandise binaan program ACC kini sudah berhasil memasarkan produknya hingga ke Rusia. Ini membuktikan bahwa pendampingan berkelanjutan mampu membuka akses pasar ekspor bagi IKM daerah.

Dukungan Kemenperin untuk IKM Kerajinan. Kemenperin menyediakan berbagai program untuk meningkatkan daya saing IKM kerajinan, antara lain bimbingan teknis dan pendampingan, pengembangan sentra, fasilitasi pameran dalam dan luar negeri, layanan klinik kemasan, fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI), fasilitasi mesin dan peralatan, sertifikasi, restrukturisasi peralatan, serta program e-smart IKM.

"Saya berharap pemerintah daerah Kabupaten Cirebon terus meningkatkan fasilitasi kepada para perajin agar mereka berkembang menjadi lebih kuat dan mandiri. Para perajin harus kreatif, inovatif, dan konsisten menjaga kualitas produk agar mampu memenangkan persaingan pasar," tutup Budi Setiawan.

Kegiatan pendampingan teknis ini berlangsung selama 4 hari, 14–17 April 2026, dan diikuti oleh pelaku IKM kerajinan dari Kabupaten Cirebon. Kemenperin berharap para peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan keterampilan dan mengembangkan usaha mereka, sehingga IKM kerajinan Kabupaten Cirebon semakin berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.


RELATED POST


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER