KS Pro Optimalkan Pemasaran; Melalui Reseller yang Menjual Produknya Secara Online

KS Pro Optimalkan Pemasaran; Melalui Reseller yang Menjual Produknya Secara Online

KS Pro Optimalkan Pemasaran; Melalui Reseller yang Menjual Produknya Secara Online

Kiat eksis UMKM manufaktur di Waru, Sidoarjo, Jatim, pada masa pandemi

Surabaya, Kabarindo- Pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap omzet UD KS Pro, salah satu UKM manufaktur binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) di Waru, Sidoarjo.

Hal ini dipaparkan Kasiadi, pemilik UD KS Pro dalam Jelajah Virtual UMKM dengan tema “Industri Manufaktur Tetap Eksis di Masa Pandemi” yang diadakan YDBA pada Selasa (16/2/2021). Namun kondisi tersebut justru menjadi tantangan baginya untuk mencari solusi agar usahanya eksis di tengah pandemi.

Kasiadi menjelaskan, UD KS Pro memiliki produk utama stang stir untuk after market. Sedangkan produk lainnya yang saat ini mendominasi penjualannya adalah besi bastep atau pijakan kaki yang digunakan khusus untuk sepeda motor matic. Produk besi bastep menyumbang 75% dari penjualan di UD KS Pro.

Kasiadi menyebutkan, omzetnya merosot hingga 75% ketika diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada awal pandemi. Namun secara perlahan, usahanya mulai pulih, penjualan di KS Pro berangsur stabil dan omzetnya meningkat kembali. Ia melakukan diversifikasi produk dengan membuat alat pertanian tepat guna dan kasur lipat berdasarkan permintaan pelanggan. Langkah ini mampu mendukung peningkatan omzet KS Pro.

Kasiadi juga menerapkan strategi dengan mengoptimalkan pemasaran melalui reseller yang menjual produknya di pasar online. KS Pro bermitra dengan reseller kecil hingga besar yang kini berjumlah 15 reseller. Satu reseller kecil mampu menjual 8 unit produk / hari di pasar online, sedangkan 1 reseller besar mampu menjual 30 unit produk / hari. Pencapaian ini membantu Kasiadi dalam memulihkan omzet KS Pro. Ia juga tengah menyiapkan toko online pribadi untuk mengembangkan pasar.

Untuk memperkuat bisnisnya, pada awal tahun ini, Kasiadi merekrut kepala produksi agar KS Pro dapat berjalan dengan optimal. Ia juga mengikuti berbagai kegiatan guna mendukung peningkatan kompetensinya, seperti program Pelatihan Basic Mentality, Pelatihan dan Pendampingan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), Pelatihan dan Pendampingan Keselamatan dan Kesehatan Kerja & Lingkungan (K3L), Pelatihan Quality Control Circle (QCC), Pelatihan dan Pendampingan Manajemen Keuangan serta Pelatihan SOP Produksi dan Pelatihan Marketing yang diselenggarakan oleh YDBA.

Di tengah pandemi ini, Kasiadi menyimpulkan pembelajaran yang ia petik, yaitu perluas networking, pelajari tren terkini dan kerjakan apa yang bisa dilakukan.

“Itu bisa dibilang ATM yaitu amati, tiru dan modifikasi,” ujarnya.

Ketua Pengurus YDBA, Sigit P. Kumala, berharap UMKM binaan YDBA dapat terus melakukan inovasi, tidak patah semangat menghadapi pandemi dan saling membantu antar UMKM, sehingga dapat meningkatkan omzet masing-masing.

“Dengan berkolaborasi antar UMKM, akan tercipta peluang pasar yang lebih besar dan akan meningkatkan penjualan masing-masing,” ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji