KABARINDO, JAKARTA - Massa Banser sempat bertahan di depan Gedung KPK, Jakarta, malam tadi setelah mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) ditahan. Massa Banser baru mau membubarkan diri setelah mendengar pesan yang disampaikan oleh Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf.
Pesan Yahya ini disampaikan melalui rekaman suara atau voice note (VN) yang dikirim ke salah satu ponsel massa Banser di lokasi. VN itu pun kemudian diperdengarkan lewat pengeras suara mobil komando.
Dalam VN tersebut terdengar bahwa Yahya menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan anggota Banser dalam memberikan dukungan moril kepada Yaqut. Yahya, yang merupakan kakak kandung dari Yaqut, lantas meminta Banser berdoa agar proses hukum bisa berjalan secara benar.
"Sahabat-sahabat Ansor, Banser, dan Pagar Nusa yang saya hormati. Terima kasih atas kepedulian dari sahabat-sahabat dan kita semua menghargai aspirasi sahabat-sahabat semua dan aspirasi kita semua sepenuhnya untuk dapat melihat menyaksikan, memenuhi proses hukum yang objektif," kata Yahya lewat rekaman suara, Kamis (12/3/2026) malam.
"Aspirasi sahabat-sahabat sudah disampaikan. Dan marilah sekarang, kita meminta kepada Allah SWT agar dibukakan hati semua orang bahwa apa pun juga, keadilan harus ditegakkan melalui proses yang benar," lanjutnya.
Yahya juga menekankan bahwa setiap kader Ansor siap bertanggung jawab atas setiap apa yang dikerjakan. Dia pun mengatakan, semua aspirasi sudah disampaikan dalam aksi tersebut sehingga meminta semua massa Banser untuk membubarkan diri.
"Yang paling penting setelah itu adalah, bahwa kita semua siap mempertanggungjawabkan semua yang kita lakukan ini di hadapan Allah SWT," tutur Yahya.
"Sekarang, setelah semua sudah dilaksanakan dan kita sudah menyatakan isi hati dan pikiran kita, maka saya minta teman teman meneguhkan hati, menyabarkan hati, dan saya minta untuk kembali ke rumah masing-masing, ke tempat masing-masing dengan tertib," pintanya.
Lebih lanjut, Yahya menyampaikan aksi dukungan terhadap Yaqut tidak akan berhenti. Dia meminta semua pihak sama-sama menjaga kebenaran agar tidak ada kepentingan yang ikut serta dalam proses hukum yang dijalani Yaqut.
"Walaupun tentu saja setelah ini kita akan terus mensyiarkan untuk ikut menjaga, memelihara kebenaran agar ditegakkan dengan benar, ditegakkan tanpa cacat, ditegakkan tanpa ada kepentingan-kepentingan yang lain yang mengotorinya," ucap Yahya.
"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih. jika Allah SWT memberikan pahala yang semulia mulia nya untuk sahabat sahabat semua, saya minta sekarang sahabat sahabat merapikan diri dan kembali ke tempat masing-masing dengan tertib. Semoga dia mendengarkan kata dan pikiran kita, menyaksikan dan kebenaran sebagaimana adanya," pungkasnya.





