Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Internasional > Jerman Mulai Mengutak-atik Pajak Kekayaan Raja Thailand

Jerman Mulai Mengutak-atik Pajak Kekayaan Raja Thailand

Internasional
Oleh : Sebastian Renaldi

BAGIKAN :
Jerman Mulai Mengutak-atik Pajak Kekayaan Raja Thailand

KABARINDO, JAKARTA- Terkenal dengan kontroversinya, selain mempunyai 20 selir, Raja Thailand juga punya aset-aset bernilai fantastis di luar negeri, salah satunya di Jerman tempat menyimpan hartanya di negara tersebut. Sehingga otoritas Jerman mencoba mengutak-atik masalah pajak dari aset raja Thailand.
Dialah Maha Vajiralongkorn, putra dari mendiang Raja Bhumibol Adulyadej. Maha Vajiralongkorn tidak tinggal di Thailand, negerinya sendiri. Dia tinggal di Jerman, Eropa Barat.

"Orang Thailand sudah frustrasi, tetapi raja tidak peduli," kata Pavin Chachavalpongpun, profesor di Pusat Studi Asia Tenggara Universitas Kyoto.
"Dia lebih suka tinggal di Jerman, itu kesukaan pribadinya," jelas Pavin. "Dia tetap bisa bepergian sepuasnya, keluar masuk Jerman. Terkadang, dia hanya melakukan kunjungan satu hari ke Bangkok dan kembali lagi ke Jerman."

Intip Pajak
Aset Maha Vajiralongkorn tidak main-main. Dia punya rumah mewah senilai 10 juta Euro di tepi danau kota Tutzing. Dia juga baru membeli pesawat mewah baru senilai 375 juta Dolar. Pesawat itu mendarat di Jerman pula setelah dibeli.
Belum lagi, Maha Vajiralongkorn dapat warisan bapaknya senilai 10,6 miliar Dolar. Pihak Jerman kemudian menyoroti harta-harta Raja Maha Vajiralongkorn.

Penyelidik lokal dilaporkan sedang menyelidiki apakah dia telah membayar pajak untuk propertinya di negara bagian Bayern.
Di bawah hukum Jerman, pajak warisan adalah 30%, yang berarti Raja Thailand kemungkinan punya utang pajak sampai 3 miliar dolar di Jerman.

Kantor pajak negara bagian Bayern sendiri menolak berkomentar karena ada undang-undang privasi pajak. Tapi sebagian kalangan aktivis di Thailand maupun kalangan politisi di Jerman menuntut transparansi.

"Ini adalah skandal, bahwa seorang multi-miliarder tampaknya tidak membayar pajak warisan di Bayern, sedangkan di bawah hukum internasional tidak ada kekebalan hukum dan pengecualian apa pun dlam hal ini," kata Sevim Dagdelen dari Partai Kiri. "Perlakuan istimewa raja harus diakhiri," tegasnya.

Tidak Berpolitik
Pemerintah Jerman sendiri tahun 2021 pernah memperingatkan bahwa Raja Maha Vajiralongkorn tidak boleh "melakukan kegiatan politik dan memerintah negaranya dari wilayah Jerman".

Sang Raja lalu mengeluarkan pernyataan resmi bahwa dia tidak "mengurus politik Thailand dari Jerman. Namun, politikus Jerman skeptis.
"Sangat naif bagi pemerintah Jerman untuk berasumsi bahwa Raja Vajiralongkorn, yang menghabiskan sebagian besar waktunya di Jerman, tidak melakukan urusan politik dari sini," kata Sevim Dagdelen, anggota Partai Kiri dan anggota Komisi Luar Negeri di Parlemen Jerman, Bundestag.

Sumber: detik.com

Foto: AFP

 


RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER