KABARINDO, JAKARTA – Dua puluh tujuh pemimpin masa depan dari seluruh Indonesia tiba di Amerika Serikat pada 9 Maret untuk mengikuti Program YSEALI Professional Fellows Musim Semi 2026.
Para peserta ini mewakili berbagai daerah di seluruh nusantara dan berasal dari beragam latar belakang profesional, termasuk lembaga pemerintah, sektor swasta, organisasi nonpemerintah, dan akademisi. Selama enam minggu ke depan, hingga 16 April, mereka akan mengikuti pengembangan profesional intensif serta pertukaran budaya di Amerika Serikat.
Diluncurkan pada tahun 2013, YSEALI merupakan program unggulan Pemerintah Amerika Serikat untuk memperkuat pengembangan kepemimpinan dan jaringan di Asia Tenggara. Melalui pertukaran pendidikan dan budaya, program regional, serta pendanaan tahap awal, YSEALI bertujuan membangun kapasitas kepemimpinan generasi muda di kawasan ini, mempererat hubungan antara Amerika Serikat dan Asia Tenggara, serta menumbuhkan komunitas ASEAN.
“Kami bangga mendukung generasi pemimpin Indonesia berikutnya melalui Program YSEALI Professional Fellows,” ujar Juru Bicara Kedutaan Besar AS, Jamie Ravetz.
“Pertukaran ini membangun keahlian profesional sekaligus menjalin hubungan yang berkelanjutan antara negara kita; kami menantikan dampak positif yang akan dihasilkan para peserta bagi komunitas mereka dan kawasan," bebernya lagi.
Program YSEALI Professional Fellows memberikan kesempatan kepada para pemimpin muda untuk mengikuti program pertukaran profesional intensif di berbagai organisasi sektor publik dan swasta di seluruh Amerika Serikat.
Para peserta memperoleh pengalaman langsung di bidang minat mereka, memperluas jaringan profesional, berinteraksi dengan rekan-rekan Amerika yang menghadapi tantangan serupa, serta mengikuti lokakarya pengembangan profesional dan kegiatan virtual yang dirancang untuk memperluas keahlian mereka.
Setelah kembali ke tanah air, peserta terpilih akan mendapatkan pendanaan untuk melaksanakan rencana aksi lanjutan guna mengatasi tantangan di komunitas asal mereka.
Salah satu peserta, Yusuf, analis hukum muda di Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, mengatakan bahwa melalui Program YSEALI Professional Fellows, ia ingin meningkatkan keterampilan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah, manajemen kontrak, manajemen risiko, dan penyelesaian sengketa dengan mempelajari praktik terbaik dari Amerika Serikat.
"Saya berharap program ini dapat memperkuat kepemimpinan, pemahaman lintas budaya, dan kemampuan kebijakan saya, sehingga saya dapat mendorong transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas dalam sistem hukum pengadaan publik dan pertahanan di Indonesia,: pungkasnya.





