KABARINDO? JAKARTA – Imam Pesuwaryantoro, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Terbuka (UT) Jakarta, membuktikan bahwa kemandirian finansial dan prestasi akademik internasional dapat berjalan beriringan.
Pemuda asal Bekasi ini sukses meraih predikat Juara 1 The Best Youth Innovation pada ajang bergengsi Japan International Youth Innovation Summit (JIYIS) 2025 yang berlangsung di Tokyo, 15–17 November 2025.
Prestasi ini diraih Imam melalui inovasi platform Media Aggregator based on AI. Teknologi ini dirancang untuk mendemokrasi akses publikasi berita agar lebih cepat, terintegrasi, dan terjangkau bagi UMKM maupun komunitas. Inovasi tersebut berhasil unggul di antara 25 inovator muda terbaik dari berbagai belahan dunia.
Kesuksesan Imam di kancah internasional berakar dari keberaniannya mengambil keputusan strategis sejak 11 tahun silam.
Pada tahun 2016 silam, Imam memberanikan diri mengambil pinjaman modal melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Mandiri sebesar Rp200 juta untuk membangun infrastruktur kos-kosan 12 pintu di atas lahan seluas 250 m².
"Keputusan berinvestasi di properti kos-kosan diambil dengan kalkulasi matang. Target marketnya jelas, yakni mahasiswa dan pekerja. Selain itu, nilai valuasi properti setiap tahun selalu meningkat dibandingkan hanya menyimpan dana di bank," ungkap Imam.
Keberhasilan Imam juga mencerminkan kualitas pendidikan di UT Jakarta yang adaptif. Ide platform Media Aggregator based on AI miliknya ternyata berawal dari tugas mata kuliah Teknik Public Relations semester 8. UT Jakarta berhasil memberikan ruang fleksibilitas bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan akademik menjadi solusi nyata yang diakui secara global.
Dalam ajang JIYIS 2025, selain menerima penghargaan, Imam juga berkesempatan mengikuti Cross Cultural Program dan presentasi akademik guna memperluas jaringan kolaborasi internasional.
> "Saya percaya komunikasi yang efektif adalah kunci perubahan sosial. Platform ini hadir untuk menjembatani kampanye sosial dan UMKM agar suara mereka lebih terdengar di ruang publik," tambah Imam yang juga aktif sebagai pemerhati lingkungan.





