Yuk Nongkrong di Kultur Haus; Asik Ngopi & Coba Menu-Menu Baru

Yuk Nongkrong di Kultur Haus; Asik Ngopi & Coba Menu-Menu Baru

Yuk Nongkrong di Kultur Haus; Asik Ngopi & Coba Menu-Menu Baru

Sajikan specialty coffee dengan canapes dan beragam menu lezat

Surabaya, Kabarindo- Nongkrong sambil ngopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup di kota-kota besar. Hal ini ditunjang oleh hadirnya kafe-kafe baru.

Masyarakat di Surabaya kini bisa ngopi asik di Kultur Haus, salah satu brand dari My Kopi 0! Group. Ini merupakan gerai pertama di Indonesia yang mulai beroperasi pada April lalu di One Avenue One East Residence.

Jefri Angkawijaya, Design & Marketing My Kopi O! Group, mengatakan Kultur Hans merupakan resto casual dining yang trendi dengan suasana homey. Tamu bisa sekedar nongkrong, ngobrol soal bisnis, mengadakan arisan ataupun party di sini. Karena itu, Kultur Haus membidik semua kalangan mulai dari pekerja kantoran, anak muda hingga keluarga.

Ia menjelaskan, Kultur Haus berfokus dalam menyajikan bermacam kopi Arabica lokal yang terbaik. Juga hidangan yang merupakan hidangan Asia Tenggara dengan pengaruh dari zaman modern serta disesuaikan dengan cita rasa lokal.

“Kultur House menekankan pada specialty coffee yang menawarkan kopi Arabica bercita rasa istimewa dari berbagai daerah di Indonesia. Juga beragam menu baru yang layak dicoba,” ujar Jefri.

Untuk itu, Kultur Haus mengadakan Coffespeaks pada Sabtu (15/6/2019) bekerja sama dengan Manajemen Perhotelan Universitas Kristen Petra Surabaya. Acara ini diadakan dalam rangka mengenalkan keunikan kopi lokal dan menu-menu yang disajikan di Kultur Haus.

Pada kesempatan tersebut, ditampilkan Coffee and Food Pairing yang dimulai dengan manual brewing tiga specialty coffee. Setiap jenis specialty coffee diracik oleh barista dengan tiga metode manual brewing yang berbeda. Jenis kopi pertama adalah Gayo Abbisinia yang diracik dengan metode V60, kemudian kopi Gunung Halu yang dibuat dengan metode Kalita. Selanjutnya jenis kopi Kerinci yang diracik dengan metode Aeropress.

Barista meracik ketiga jenis kopi tersebut sambil menjelaskan keunikan cita rasa masing-masing, lalu menyajikan dalam gelas-gelas bening yang mungil bersama makanan berupa canapes sebagai pelengkap.

Selanjutnya diperkenalkan 9 menu baru yang akan disajikan ke depannya yaitu Kaisar Wrap, Egg Benedict, Kultur Tortadas, Churros, Spaghetti Chicken Pestos, Curry Rice Barramundi Provencale, Crispy Chicken Jalanpeno Tartar, Tuna Bakar Dabu-dabu dan Arabica Coffee Rubbed Smoked Brisket.

Menu-menu tersebut dibuat dan dikembangkan oleh chef Kultur Haus yang telah berpengalaman di beberapa negara, sehingga mendapat pengaruh dari negara-negara lain namun bisa dinikmati oleh lidah masyarakat setempat.

Jefri menyadari ketatnya persaingan di bisnis food & beverage, namun ia optimis Kultur Haus mampu bersaing dengan kafe dan resto lainnya. Ia mengatakan, market terus tumbuh seiring dengan gaya hidup di perkotaan. Yang penting bagaimana meningkatkan produk dan layanan agar mampu menarik tamu.

“Misalnya, setiap dua bulan, kami mengganti varian kopi yang disajikan supaya para tamu selalu kembali ke sini, karena mencicipi sajian berbeda dan mendapat pengalaman baru,” ujar Jefri.

Penulis: Natalia Trijaji