Santika Premiere Gubeng; Adakan Simulasi Pernikahan di Era New Normal

Santika Premiere Gubeng; Adakan Simulasi Pernikahan di Era New Normal

Santika Premiere Gubeng; Adakan Simulasi Pernikahan di Era New Normal

Tamu mendapat masker untuk digunakan selama acara dan di tiap meja tersedia amplop untuk menyimpannya ketika menyantap hidangan

Surabaya, Kabarindo- Pandemi Covid-19 telah mengubah gaya hidup maupun aktivitas sehari-hari banyak orang. Hal ini juga berdampak terhadap resepsi yang harus dilakukan penyesuaian untuk memastikan keamanan dan kesehatan tamu maupun pihak-pihak yang terlibat dalam acara tersebut.

Hotel Santika Premiere Gubeng Surabaya menjawab kebutuhan tersebut dengan mengadakan simulasi pernikahan bertajuk “A New Way To Celebrate - Private Session New Normal Wedding Simulation” yang mengusung konsep pernikahan internasional.

Acara tersebut didukung oleh 13 rekanan mulai dari wedding organizer, photo, video, entertainment, sound & lighting, decoration, photobooth, cake, bridal dan suit. Mereka mengatakan perlu melakukan adaptasi untuk memastikan protokol kesehatan diterapkan dan bisnis dapat tetap bergeliat serta kebutuhan calon pengantin terpenuhi. Penyesuaian ini di antaranya penggantian buku tamu dengan scan bar code seperti yang diperkenalkan oleh rekanan journale_id untuk meminimalkan kontak.

“Kegiatan ini bertujuan mengedukasi dan menginformasikan kepada masyarakat bahwa hotel kami telah mempersiapkan protokol baru dalam resepsi pernikahan, sehingga keluarga pengantin dapat melaksanakan perhelatan dengan tenang dan tamu dapat menghadiri dengan nyaman,” ujar Avito Zulkifli, Executive Asssistant Manager Santika Premiere Gubeng.

Wenny Winarto, Sales Manager Santika Premiere Gubeng, menjelaskan kapasitas Premiere Ballroom dibatasi. Semula dapat digunakan hingga 400 tamu dengan 10 orang per meja, kini dikurangi menjadi 5 orang per meja.

Sebelum memasuki gedung, setiap tamu diarahkan untuk mencuci tangan, lalu di-cek suhu tubuhnya dan alas kaki-nya disemprot desinfektan. Tamu juga mendapat masker untuk digunakan selama acara dan di tiap meja tersedia amplop untuk menyimpan masker ketika menyantap hidangan, sehingga terjaga kebersihannya.

Sesi foto diatur sesuai physical distancing. Maka panggung dibuat bertingkat dan diberi jarak antar tamu. Seluruh petugas pendukung acara mengenakan faceshield, masker dan sarung tangan. Begitu pula karyawan yang menyajikan makanan dan peralatan makan dibungkus plastik untuk memastikan kebersihannya.

Penulis: Natalia Trijaji