Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Gaya hidup > Mahdeeya Tampilkan Koleksi Busana Kerja dan Semi Formal di Surabaya Fashion Parade 2025

Mahdeeya Tampilkan Koleksi Busana Kerja dan Semi Formal di Surabaya Fashion Parade 2025

Gaya hidup | Minggu, 16 November 2025 | 00:09 WIB
Editor : Natalia Trijaji

BAGIKAN :
Mahdeeya Tampilkan Koleksi Busana Kerja dan Semi Formal di Surabaya Fashion Parade 2025

Mahdeeya Tampilkan Koleksi Busana Kerja dan Semi Formal di Surabaya Fashion Parade 2025

Bertema Dive Into Serenity yang feminin elegan

KABARINDO, SURABAYA - Desainer: Mahdiyah Afra dengan brand-nya Mahdeeya menghadirkan koleksi bertema Dive Into Serenity dalam peragaan busana di Surabaya Fashion Parade 2025 di Tunjungan Plaza, Surabaya, yang digelar mulai Jumat – Minggu, 14-16 November 2025.

Mahdeeya menampikan 8 looks (21 items) yang merupakan koleksi untuk busana kerja dan bisa dipakai untuk acara semi formal. Masing-masing busana terdiri dari 2 layer atau 3 layer dan bisa dipadu padan satu sama lain, sehingga bisa dipakai sehari-hari dengan memakai item yang lebih simple dalam memadu-padankannya.

Mahdiyah Afra menuturkan, rancangan Dive Into Serenity terinspirasi dari terumbu karang, bercerita tentang keindahan bawah laut dengan terumbu karangnya.

Koleksi tersebut memiliki style feminin elegan yang ditunjang dengan pemakaian tile dengan detail bordir cantik, dalam warna cream, cream kehijauan dan navy. yang diperuntukkan usia usia 20-40 tahun. Dengan cutting geometris akan membuat pemakai terlihat lebih jenjang dan langsing.

Mahdiyah menjelaskan.bahan yang digunakan adalah katun, linen, doby dan linen rayon dengan motif SHEŘ SHEŘ (batik sampang Madura) yang bermakna ketabahan dan kesuburan.

“Artinya manusia harus sabar menjalani hidup walau dilanda hujan, panas dan tidak mudah mengeluh. Segala rintangan dan halangan harus bisa dihadapi,” terangnya.

Menurut Mahdiyah, batik SHER SHER pada zaman dulu tidak boleh dipakai oleh rakyat biasa, kecuali keluarga raja. Motif batik ini mempunyai bentuk garis-garis miring, sejajar seperti irisan miring, hujan dan lereng gunung, dimana pada zaman dulu menjadi tempat bertapanya para raja untuk mendapatkan wangsit. Saat itulah turun hujan yang melambangkan kesuburan.


RELATED POST


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER