Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Ekonomi & Bisnis > Prabowo Pangkas Anggaran Tak Produktif Rp308 Triliun, Ekonomi RI Melesat 5,11 Persen.

Prabowo Pangkas Anggaran Tak Produktif Rp308 Triliun, Ekonomi RI Melesat 5,11 Persen.

Ekonomi & Bisnis | 57 menit yang lalu
Editor : Anton CH

BAGIKAN :
Prabowo Pangkas Anggaran Tak Produktif Rp308 Triliun, Ekonomi RI Melesat 5,11 Persen.

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/02/2026).(FOTO : BPMI SETPRES)

______

JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah berhasil melakukan efisiensi anggaran negara hingga Rp308 triliun pada tahun pertama pemerintahannya dan dialihkan untuk mendukung program-program produktif, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat.

“Di tahun pertama Rp308 triliun kita sudah hemat, setara 18 miliar dolar AS, dan kita bisa lakukan lebih besar lagi,” ujar Presiden dikutip Minggu (15/2/2026).

Presiden Prabowo menjelaskan, penghematan dilakukan dengan memangkas belanja yang dinilai tidak produktif, seperti perjalanan dinas luar negeri, kegiatan seremonial, seminar, hingga kajian yang berlebihan. Menurut Presiden, langkah tersebut memungkinkan pemerintah untuk lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar rakyat dan percepatan pembangunan infrastruktur.

Sementara itu, dalam laporannya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto menyampaikan capaian pemerintah di bidang perekonomian. Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara year-on-year, menurut Menko Airlangga tumbuh sebesar 5,11 persen dengan didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh kuat sebesar 4,98 persen.

“Ini mencerminkan stimulus ekonomi yang tepat sasaran, stabilitas harga, serta peningkatan mobilitas akibat daripada hari besar Nataru dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ucap Menko Ekon.

Tahun 2026, Menko Ekon menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4 persen dengan potensi hingga 5,6 persen.

“Seperti pesawat kita pernah mau take off di tahun ’98 tetapi ada gangguan internasional. Nah sekarang kita akan take off dalam dua tahun ke depan. Tentu mesin produksi baik itu belanja pemerintah maupun investasi pelaku usaha dan Danantara ini menjadi engine yang harus bergerak secara harmonis,” katanya.


RELATED POST


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER