Raih Skor Tertinggi; Tim Barunastra ITS Jawara Roboboat Di AS

Raih Skor Tertinggi; Tim Barunastra ITS Jawara Roboboat Di AS

Raih Skor Tertinggi; Tim Barunastra ITS Jawara Roboboat Di AS

Kalahkan hasil perolehan tim-tim finalis lainnya yang didominasi dari tuan rumah AS

Surabaya, Kabaindo- Prestasi membanggakan taraf internasional kembali ditorehkan oleh mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Tim Barunastra dengan kapal autonomous Nala Heroes berhasil menyabet juara pertama di ajang 11th Annual International Roboboat Competition 2018 di Daytona Beach, Florida, Amerika Serikat (AS) baru-baru ini.

Dari hasil final kompetisi tersebut, tim Barunastra ITS berhasil meraih skor tertinggi yaitu 4.996. Skor ini mengalahkan hasil perolehan tim-tim finalis lainnya yang didominasi dari tuan rumah AS, antara lain Georgia Institute of Technology (skor 4.200), Hagerty High School (958), Embry-Riddle Aeronautical University (818), Delft University of Technology dari Belanda (343), Nathan Hale High School (337), University of Michigan (318), dan Florida Atlantic University (147).

Ketua tim Barunastra ITS, Khalif Aji Puspito, menjelaskan terdapat 14 tim yang berpartisipasi dalam perlombaan robot kapal tanpa awak ini. Ke-14 tim ini diberikan kesempatan untuk mengikuti kualifikasi. Dari Indonesia, selain tim Barunastra ITS, juga ada tim roboboat dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Sedang tim lainnya antara lain berasal dari Belanda, Mexico, India, Kanada dan dari Amerika Serikat sendiri.

Untuk yang lolos ke tahap final awalnya hanya terdapat enam tim. Namun ada kualifikasi tambahan lanjutan untuk tim-tim yang tidak lolos, sehingga untuk final diambil total delapan tim. Tim Barunastra sudah dapat mencapai peringkat 1 pada babak kualifikasi dengan skor 3.118.

Aji menuturkan, keberhasilan tim Barunastra menempati posisi pertama itu merupakan usaha yang penuh dengan perjuangan. Banyak kendala serius yang dihadapi tim saat kualifikasi. Pada run pertama, kualifikasi berjalan dengan lancar. Masalah terjadi pada saat run kualifikasi kedua dan ketiga. Kendala tersebut antara lain GPS, kompas dan tower lamp (untuk indikasi mode auto/ manual) bermasalah serta laptop yang digunakan rusak, sehingga kapal tidak terkendali.

“Namun kelebihan roboboat Nala Heroes milik Barunastra yang berhasil lancar melewati run pertama dapat menutupi beberapa poin yang kurang di run kedua dan ketiga,” papar mahasiswa Teknik Sistem Perkapalan ini.

Pada saat selesai kualifikasi, menurut Aji, timnya berusaha mencari sumber masalah dan ternyata berasal dari komponen ekstensi yang digunakan. Karena tidak memungkinkan untuk diuji kembali pada air, akhirnya dilakukan pengujian di darat dengan membawa kapal keliling-keliling perumahan. Akhirnya kapal sudah benar seperti semula dan di final berhasil menyelesaikan run dalam waktu 8 menit dari total alokasi waktu 20 menit.

Penulis: Natalia Trijaji