Persaingan Memperebutkan Tiket Calon Bintang; Di Audisi KDI 2018 Surabaya

Persaingan Memperebutkan Tiket Calon Bintang; Di Audisi KDI 2018 Surabaya

Persaingan Memperebutkan Tiket Calon Bintang; Di Audisi KDI 2018 Surabaya

 

Diikuti 1.777 peserta, juri artis Bertha, Ikke Nurjanah dan Widhi KDI


Suabaya, Kabarindo- Audisi Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2018 telah yang berlangsung di gedung BK3S, Surabaya, pada Sabtu-Minggu, 30 Juni-1 Juli 2018 telah usai. Tercatat 1.177 peserta yang mengikuti audisi.

 

Peserta audisi bukan hanya berasal dari Surabaya, namun juga kota-kota lain di Jawa Timur seperti Gresik, Nganjuk dan Situbondo, bahkan dari Bali dan Garut, Jawa Barat.

Bertha yang merupakan pelatih vokal sekaligus juri KDI 2018 melihat antusiasme yang tinggi di tiap kota audisi. Hal ini menunjukkan respon yang bagus dari masyarakat.
Pengamat musik ternama, Bens Leo, menambahkan antusiasme masyarakat sangat besar terutama di daerah yang memiliki komunitas dangdut cukup banyak.

Para peserta bersaing untuk mendapatkan tiket calon bintang dan berkesempatan ke Jakarta serta selangkah lebih dekat menjadi Bintang Dangdut Indonesia.

Proses audisi di Surabaya pada hari pertama terdiri dari 3 tahapan yaitu, Penjurian Pra Audisi (Jupra), Penjurian Audisi (Jupri) dan Penjurian Final (Jurnal). Dalam Jupra, para peserta diseleksi oleh alumni KDI seperti Vita KDI, Risqi KDI, Yuli KDI, Buyung KDI dan beberapa juri dari radio-radio lokal. Sementara di Jurnal, para peserta diseleksi oleh Bens Leo. Tahap penjurian artis berlangsung pada hari kedua dengan juri Bertha, Ikke Nurjanah dan Widhi KDI.

Bens Leo mengatakan, calon bintang dangdut tak tak cukup hanya pandai bernyanyi, namun juga sambil bermain alat musik merupakan poin penting. Beberapa peserta audisi di kota-kota sebelumnya mampu memainkan alat musik sambil bernyanyi.

“Ini merupakan poin penting, karena KDI adalah cikal bakal lahirnya penyanyi yang punya kapabilitas, menciptakan dan membawakan karya yang baik melalui aransemen musik yang bisa dimainkan. Mudah-mudahan tahun ini kita mendapatkan talenta yang bagus,” ujarnya.

Salah satu juri, penyanyi dangdut kawakan, Ike Nurjanah, optimis akan ada generasi muda dangdut berbakat di KDI 2018.

“Yang diperlukan adalah bintang yang bersuara bagus dan istimewa, modal untuk menjadi calon bintang,” ujar pelantun lagu Terlena ini.

Salah satunya peserta Lenti, 19 tahun, jauh-jauh datang dari kota kelahirannya Garut demi mengikuti audisi KDI 2018 di kampung halaman sang nenek. Ia lolos menuju penjurian artis setelah membawakan lagu Pacar Dunia Akhirat, Bojo Galak dan Lagi Syantik.

Lenti mempersiapkan 3 hal sebelum bertemu para juri artis yaitu mental, kesehatan dan teknik vokal yang lebih baik supaya bisa menampilkan yang sempurna. Lenti mengaku senang berhasil mendapatkan tiket calon bintang.

“Nggak nyangka bisa sampai sejauh ini. Nggak sia sia datang ke sini untuk audisi,” tuturnya.

Penulis: Natalia Trijaji