Miracle Luncurkan Personal Lift Ultherapy; Efektif Kencangkan Kulit

Miracle Luncurkan Personal Lift Ultherapy; Efektif Kencangkan Kulit

Miracle Luncurkan Personal Lift Ultherapy; Efektif Kencangkan Kulit

Penuhi kebutuhan pasien bergantung area anatomi yang akan dikerjakan

Surabaya, Kabarindo- Miracle Aesthetic Clinic meluncurkan protokol Ultherapy terbaru yang efektif untuk mengencangkan kulit.

Miracle telah menggunakan teknologi Ultherapy sejak 2011, ketika pertama kali Ulthera masuk industri estetika di Indonesia. Hingga saat ini, Miracle telah menangani ribuan perawatan Ultherapy untuk pengencangan kulit tanpa pembedahan.

Kini Miracle memperkenalkan perawatan Personal Lift Ultherapy yang mampu memenuhi kebutuhan personal setiap pasien yang akan melakukan perawatan Ultherapy. Founder & President Director of Miracle Aesthetic Clinic, dr.Lanny Juniarti Dipl. AAAM, mengatakan dengan perawatan ini, kebutuhan setiap pasien akan disesuaikan bergantung area anatomi mana yang akan dikerjakan, apakah di area dahi, sekitar mata, pipi, di bawah dagu atau di leher.

“Personal Lift Ultherapy dilengkapi dengan protokol SEE, PLAN, TREAT atau biasa disingkat dengan SPT. Protokol ini digunakan oleh setiap dokter di Miracle dalam melakukan perawatan Ultherapy kepada setiap pasien,” papar dr. Lanny di acara virtual press conference bertajuk 5th Golden Record Award 2020 pada Rabu (2/12/2020).

Ia menjelaskan, pada tahapan SEE, dokter akan melihat di layar monitor lebih dulu, tingkat kedalaman masing-masing lapisan kulit yang akan ditargetkan. Dilengkapi juga dengan Real Visualization, teknologi yang dimiliki oleh Ultherapy sebagai salah satu keunggulan, serta menjadi gold standard non-invasive skin tightening dan skin lifting.

Pada tahapan PLAN, berdasarkan hasil visualisasi, dokter membuat perencanaan perawatan Ultherapy sesuai dengan kebutuhan setiap pasien meliputi pilihan kedalaman kulit yang dituju dan jumlah lines ultrasound yang diperlukan. Sedangkan pada tahapan TREAT, dokter melakukan proses perawatan Ultherapy sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat.

“Teknologi Micro Focused Ultrasound with Visualization menjadi keunggulan lain Ultherapy yang memungkinkan dokter untuk menghantarkan gelombang ultrasound ke dalam lapisan kulit yang dituju dengan lebih presisi. Perawatan ini mampu memberikan hasil yang optimal untuk membantu mengencangkan kulit secara alami tanpa pembedahan,” ujar dr. Lanny.

Ia menambahkan, Personal Lift Ultherapy menggunakan gelombang ultrasound 4-7 megaherz yang mampu mencapai lapisan kulit yang dituju untuk merangsang produksi kolagen. Dokter harus bisa memanfaatkan fitur-fitur di ultherapy untuk mewujudkan hasil yang diinginkan.

“Pasien akan mendapatkan hasil yang optimal sesuai kebutuhan. Hasilnya sudah bisa kelihatan dalam satu kali perawatan,” ujar dr. Lanny.

Menurut ia, tak ada patokan usia untuk melakukan Personal Lift Ultheraphy, karena kondisi kulit setiap orang berbeda. Jika kulit tampak mulai membutuhkan pengencangan, maka perlu melakukan perawatan ini.

Pada kesempatan tersebut, ia menginformasikan tentang penghargaan yang diperoleh Miracle di ajang Golden Record Award. Penghargaan ini diserahkan oleh Heidy Sembung, Country Representative dari MERZ Aesthetic, kepada dr. Lanny.

Menurut dr. Lanny, penghargaan ini merupakan apresiasi yang diberikan bagi klinik estetika dengan reputasi terbaik dalam penggunaan produk Merz Aesthetics, perusahaan farmasi terbesar dan ternama yang berasal dari Frankfurt, Jerman.

Penghargaan tersebut telah diraih selama 5 tahun berturut-turut mulai 2016 - 2020. Pada tahun ini, Miracle meraih posisi kedua APAC Award Accelerated Growth, sebagai klinik estetika yang mengalami pertumbuhan Ultherapy terbanyak di tingkat Asia Pasifik, di antara berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, Filipina, Hongkong, India dan Jepang.

“Raihan penghargaan selama 5 tahun berturut-turut ini merupakan bentuk konsistensi Miracle untuk selalu ikut memajukan perindustrian di Indonesia, serta mengharumkan nama Indonesia melalui industri estetika yang mampu bersaing di level Internasional,” ujar dr. Lanny.

Penulis: Natalia Trijaji