Metta School Rayakan Waisak; Adakan Rangkaian Kegiatan

Metta School Rayakan Waisak; Adakan Rangkaian Kegiatan

Metta School Rayakan Waisak; Adakan Rangkaian Kegiatan

Peace Begins With Tolerance And Respect For Everyone

Surabaya, Kabarindo- Metta School Surabaya mengadakan serangkaian kegiatan dalam rangka perayaan Waisak pada Selasa 29 Mei 2018 dengan tema “Peace Begins With Tolerance And Respect For Everyone”.

Rangkaian kegiatan tersebut di antaranya ceramah oleh Bhante, Fang Shen (pelepasan makluk hidup), Pidapata (dana makanan), membasuh kaki orang tua, cuci rupang Buddha, bazar murah Waisak dan pembagian takjil gratis. Kegiatan ini melibatkan murid, orang tua maupun para guru.

Dinda Nata Melia, guru Metta School Surabaya, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya Metta School dalam memperingati Hari Waisak. Pihaknya ingin mengajarkan kepada anak-anak bagaimana berbakti kepada orang tua sebagai tanda terima kasih atas kasih orang tua yang tak berkesudahan dan pengorbanan mereka dengan membasuh kaki mereka. Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, juga diadakan bazar yang menjual barang dengan harga murah. Seluruh dana yang diperoleh dari bazar ini akan digunakan untuk kegiatan sosial. Pada sore harinya, para guru dan murid membagikan takjil di sekitar sekolah.

Metta School merupakan sekolah umum nasional plus yang didirkan pada 2005 di bawah naungan Yayasan Pendidikan Metta, yang menaruh perhatian kepada dunia pendidikan yang berkualitas di Indonesia.

Menurut Dinda, saat ini terdapat banyak sekolah internasional maupun nasional plus dengan kurikulum dan standar pendidikan yang bervariasi. Banyak lembaga pendidikan yang hanya mengutamakan kemampuan hard skill siswa, namun Metta School memadukan hard skill dan soft skill sesuai dengan visinya menjadikan sekolah unggulan berwawasan etika moral, memiliki hati dan pikiran bersih, kesadaran tinggi dan mencintai semua makhluk serta berperan aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara.

“Kejadian di Surabaya beberapa minggu lalu yang sangat memilukan hati manusia membuat kami makin menyadari pentingnya hidup yang damai berdampingan antar suku, ras dan umat beragama,” ujarnya.