Gunung Agung Erupsi; XL Axiata Pastikan Jaringan Aman

Gunung Agung Erupsi; XL Axiata Pastikan Jaringan Aman

Gunung Agung Erupsi; XL Axiata Pastikan Jaringan Aman

Siapkan bantuan darurat untuk membantu meringankan beban warga yang mengungsi

Surabaya, Kabarindo- PT XL Axiata Tbk. telah menyiapkan antisipasi terkait dengan erupsi Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali.

Langkah antisipasi pengamanan jaringan tersebut dilakukan agar jika sewaktu-waktu kondisi semakin memburuk, maka kualitas layanan kepada pelanggan masih bisa dijaga. Hingga saat ini, jaringan XL Axiata di sekitar Gunung Agung masih dalam kondisi normal, termasuk belasan BTS di radius terdekat dengan pusat bencana tidak mengalami gangguan.

Mochamad Imam Mualim, Caretaker VP East Region XL Axiata di Denpasar, mengatakan saat ini terdapat lebih dari 30 unit BTS di seputaran Gunung Agung. Sekitar 12 unit BTS di antaranya berada di dalam radius 12 km.

“Kami telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan layanan kepada pelanggan tetap berjalan dengan baik, di antaramya dengan mengantisipasi ketersediaan pasokan listrik, dengan menyiapkan puluhan genset guna mendukung operasional BTS yang ada. Pantauan kami hingga saat ini, seluruh jaringan masih aman dan layanan masih normal. Harapan kami kondisi Gunung Agung tidak semakin memburuk dan kami akan terus memantau dan memastikan ke depannya kondisi jaringan tetap aman,” ujarnya.

Di sekitar Gunung Agung, bermukim lebih dari 10.000 pelanggan XL Axiata yang tersebar di kota-kota terdekat maupun di desa-desa di kaki gunung. Antisipasi pengamanan jaringan oleh XL Axiata ini sudah dilakukan sejak jauh hari, setelah Gunung Agung dinyatakan dalam kondisi aktif. Tim XL Axiata di lapangan akan terus memantau pekembangan kondisi.

XL Axiata juga telah menyiapkan bantuan darurat untuk membantu meringankan beban warga yang mengungsi ke beberapa titik penampungan. XL Axiata akan segera mengirimkan bantuan darurat berupa sembilan bahan pokok dan obat-obatan serta selimut. Juga akan diberikan bantuan komunikasi berupa telepon umum gratis (TUG), kartu SIM dan akses internet di lokasi pengungsian. Sarana ini akan membantu kebutuhan komunikasi warga korban dan bisa dimanfaatkan oleh aparat yang bertugas menangani korban bencana.

Penulis: Natalia Trijaji