Mahasiswa ITS; Ciptakan Gitar Dari Bambu & Rotan Laminasi

Kontributor : Teks & Foto2: Natalia Trijaji (Kontributor Surabaya & Sekitarnya)

Lebih ringan dan tipis, lebih estetis dan menghasilkan suara yang khas

Surabaya, Kabarindo- Kekayaan material alam Indonesia telah mendorong Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk menciptakan produk yang inovatif khas Indonesia.

Hal ini dibuktikan oleh empat mahasiswa Departemen Desain Produk Industri (Despro) ITS dengan menciptakan produk alat musik gitar berbahan bambu dan rotan laminasi yang dinamai gitar traveller. Keunggulannya lebih ringan dan tipis dibandingkan bahan sintetis pada umumnya serta terlihat lebih estetis. Suara yang dihasilkan juga khas.

Primaditya SSn MDs, salah seorang dosen yang membimbing proyek ini, mengatakan tren industri produk kini mulai bergeser ke produk yang menggunakan material alam yang lebih indah dan sustainable dibandingkan material seperti plastik atau metal.

“Selera pasar sekarang ini lebih mengarah ke hal-hal yang eksklusif dan tidak pasaran. Kami menggunakan material yang mencirikan Indonesia, yaitu rotan dan bambu petung yang diameternya paling besar dan hanya ada di Indonesia,” papar dosen yang biasa dipanggil Prima ini pada Selasa (12/12/2017).

Fany Basa, salah satu mahasiswa yang terlibat proyek, menjelaskan untuk teknologi pengolahan bambu dan rotan laminasi dibuat layaknya kerajinan buatan tangan. Penggunaan teknologi ini untuk mempercepat dan mempermudah proses produksi skala besar.

Menurut Fany, salah satu kesulitan pembuatan produk ini terletak pada lengkungan yang dibuat dari bambu. Bambu bersifat keras dan memiliki banyak tulang, sehingga rawan pecah atau retak apabila digunakan untuk bagian lengkung. Rotan yang berukuran cukup besar juga memerlukan perlakuan tersendiri agar bisa menciptakan bentuk yang unik.

Meskipun terbilang cukup susah, produk buatan Fany Basa dan rekan-rekannya ini memikat hati Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti ketika pameran dalam rangka Dies Natalis ITS ke-57. Juga memikat Presiden Joko Widodo saat pameran di produk inovasi di Grandcity, Surabaya, beberapa waktu lalu.

“Setelah dapat tanda tangan Pak Jokowi dan Bu Susi, ternyata Bu Susi tertarik dengan produk ini. Beliau memesan dua gitar traveller seperti ini,” ujar mahasiswa angkatan 2012 tersebut.

Prima mengatakan, akan diluncurkan tiga produk lainnya bekerja sama dengan industri kecil dan menengah (IKM) untuk produksi massal dengan transfer teknologi.

“Semoga tahun depan sudah bisa mulai diproduksi massal. Saat ini proyek gitar bambu berada di bawah program penelitian Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) yang dinaungi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).




Berita Lainnya
MD Magic Scaraway; Atasi Bercak Kehitaman & Scar Bekas Jerawat

Surabaya, Kabarindo- Setiap orang pasti pernah mengalami masalah jerawat, yang ringan ataupun yang berat, terutama pada usia remaja yang mengalami perubahan hormonal.

Jerawat bisa hilang setelah


Crown Group Garap Proyek; Senilai Rp 50 Triliun

Surabaya, Kabarindo- Nilai total proyek yang sedang dan akan digarap perusahaan properti Australia, Crown Group, mencapai puluhan triliun. Hal ini diungkapkan Bagus Sukmana, GM Strategic & Corporate


Terapkan Internet of Things; Banyak Perusahaan Di Asia Pasifik Capai Kemajuan Bisnis

Surabaya, Kabarindo- Internet of Things (IoT) telah lama diidamkan sebagai pondasi untuk berbagai terobosan dalam artificial intelligence (AI), robotik dan kemajuan lainnya.

Para eksekutif dituntut untuk


Indonesia Sambut Lenovo Miix 630; Awesome !

Jakarta, Kabarindo- Dalam rangkaian acara CES® 2018 tahun ini, Lenovo memperkenalkan hasil kerjasamanya dengan Qualcomm® and Microsoft® untuk mempersembahkan komputasi mobile kepada pelanggan dalam cara baru.