PT Kalbe Galang Kampanye; Gerakkan Masyarakat Indonesia Lawan Diabetes



Kontributor : Teks & Foto2: Natalia Trijaji (Kontributor Surabaya & Sekitarnya)

Pembunuh nomor 3 di Indonesia, berikan edukasi Traffic Light Diabetic Method

Surabaya, Kabarindo- Diabetes menjadi momok bagi masyarakat.

Jumlah penderitanya terus meningkat. Indonesia menduduki peringkat ke-7 untuk populasi penderita diabetes tertinggi di dunia. Untuk itu, perlu dilakukan upaya memerangi diabetes secara konsisten.

PT Kalbe melalui produknya Diabetasol menggalang kampanye Indonesia Lawan Diabetes yang mengajak masyarakat untuk memerangi penyakit tersebut.

Yunita Chandrawati, Brand Manager Diabetasol, mengatakan kampanye tersebut sejalan dengan visi dan misi PT Kalbe untuk membantu meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia menuju kehidupan yang lebih baik.

“Kami menggalang kampanye Gerakan Indonesia Lawan Diabetes sebagai wujud komitmen kami untuk memerangi penyakit ini secara konsisten setiap tahun,” ujarnya.

Diharapkan, kampanye tersebut bisa memberikan dukungan kepada masarakat, juga menerima dukungan dari masyarakat agar dapat meminimalisir jumlah penderita diabetes di Indonesia.

Kampanye tersebut merupakan program kemitraan antara PT Kalbe dengan Kementerian Kesehatan RI berupa seminar edukasi diabetes kepada masyarakat awam maupun tenaga medis.

Seminar edukasi untuk kalangan medis merupakan kelanjutan dari acara edukasi medis tahun lalu. Tahun ini mengambil tema Medical Diabetic Nutrition Therapy Through Cognitive Management Treatment with Traffic Light Diabetic Method. Seminar ini mengupas secara detil tentang aplikasi edukasi diabetes yang menyeluruh. Para rekan medis kemudian diharapkan mudah melakukan edukasi terhadap pasien mereka.

Seminar menghadirkan pembicara dengan mengangkat tema bagaimana menjalani gaya hidup sehat melalui pengaturan pola makan, olahraga yang sesuai untuk diabetisi dan keseimbangan jiwa.

Dyah Erti Mustikawati, MPH, Kasubdit Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolik, mewakili Direktur P2PTM Kementerian Kesehatan RI, merujuk data Riskesdas pada 2013 yang menyebutkan diabetes merupakan pembunuh nomor 3 di Indonesia setelah stroke pada peringkat ke-2 dan penyakit jantung pada peringkat pertama.

“Tren diabetes meningkat sejak satu dekade terakhir. Hal ini harus ditangani secara massif dan komprehensif,” ujarnya.

Dyah  menyebutkan, 48% penderita diabetes berusia 35-44 tahun. Statistik prevalensi penderita diabetes di Indonesia berdasarkan kelompok usia menunjukkan 2 dari 100 penderita berusia 25-34 tahun. Umumnya mereka semula tidak menyadari telah menderita diabetes. Dari 10 juta penderita, hanya sepertiga yang menyadarinya. Fakta ini menunjukkan diabetes mulai menyerang golongan masyarakat usia produktif dan tingkat pemahaman terhadap gejala dan bahayanya masih rendah, sehingga kondisi penderita makin memburuk.

“Diabetes itu tidak memberikan gejala. Penderita merasa sehat-sehat saja. Biasanya mereka datang ke dokter setelah mengalami komplikasi, misalnya kena penyakit jantung, stroke, gagal ginjal. Padahal jika diketahui sejak dini, penanganannya lebih mudah dan beaya yang dikeluarkan jauh lebih rendah,” ujar Dyah.

Ia merujuk pada data Riskesdas tahun 2013 yang menunjukkan faktor penyebab kematian akibat penyakit tidak menular seperti diabetes, karena gaya hidup yang tidak sehat. Hal ini memicu meningkatnya penderita diabetes tipe 2 yang sebenarnya bisa dicegah.

Agus Sri Wardoyo, SKM, MM, Ketua DPD PERSAGI Jawa Timur, menekankan pentingnya gerakan 4 pilar yaitu perencanaan makanan, rutin olahraga, pengobatan melalui oral atau injeksi dan edukasi terus menerus kepada masyarakat. Perencanaan makanan berkaitan dengan jadwal makan, jenis makanan dan jumlah makanan yang dikonsumsi penderita diabetes.

Agus mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat. “Makan sayur tiap hari, rutin melakukan aktivitas fisik dan periksa kesehatan sejak dini, terutama yang beresiko tinggi terkena diabetes,” ujarnya.

Salah satu hal yang belum banyak dipahami masyarakat adalah adiksi terhadap karbohidrat sederhana yang mudah memacu kadar gula dalam darah. Di negara-negara berkembang, konsumsi karbohidrat berkisar 70%-80% dari total kalori, karena sumber makanan yang mengandung karbohidrat harganya lebih terjangkau dibandingkan yang mengandung protein dan lemak.

Pakar kesehatan dr. Grace Judio MSc, MH, CHt, menjelaskan karbohidrat mudah dipecah karena struktur kimianya sederhana. Pemecahan ini dapat berlangsung dalam waktu singkat, dan cepat diserap tubuh. Akibatnya kadar gula darah naik dengan cepat.

Hal ini dapat diantisipasi melalui Cognitive Behaviour Therapy dengan Traffic Light Diabetic Method yang merupakan teknik untuk memutuskan rantai adiksi terhadap karbohidrat sederhana dengan mengelompokkan makanan berdasarkan indeks glikemk.

Metode tersebut mudah dipahami, karena terdapat tiga warna: merah, oranye dan hijau. Merah menunjukkan peringatan untuk hal-hal yang perlu dihindari, karena akan menyebabkan gula darah cepat naik, seperti olahan tepung, makanan dan minuman yang manis. Oranye menunjukkan hal-hal yang dapat dilakukan sesekali, sedangkan hijau menunjukkan hal-hal yang bagus untuk dilakukan seperti mengonsumsi sayuran dan ikan.

“Seperti lampu lalu-lintas yang harus ditaati demi keselamatan kita, metode tersebut juga perlu diterapkan demi kesehatan kita,” ujar dr. Grace.




Berita Lainnya
Sampoerna University Berikan Dana Kuliah hingga US$ 2 Juta

Jakarta, Kabarindo– Sampoerna University hari ini mengumumkan “Sampoerna University Best and Brightest Merit Awards” untuk tahun akademik 2018-2019 sebagai bukti komitmennya dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia.


Citilink Indonesia 2018; Dukung Pariwisata Samosir

SAMOSIR, Kabarindo- Citilink Indonesia mendukung internasionalisasi pariwisata Kabupaten Samosir melalui penandatanganan nota kesepakatan kerja sama dengan pemerintah kabupaten setempat.

"Citilink Indonesia sangat bangga bisa turut serta


16 Investor Amerika; Sambangi KEK Mandalika

Jakarta, Kabarindo- Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York membawa sebanyak 16 investor Amerika Serikat ke Indonesia untuk melakukan kunjungan ke sejumlah daerah yang memiliki potensi bisnis,


Mahasiswa Bangka Belitung; Terima Vivian Gordon Bowden

Jakarta, Kabarindo- Perwakilan Kedutaan Besar Australia menyerahkan Penghargaan Pendidikan Vivian Gordon Bowen pekan ini untuk dua mahasiswa Universitas Bangka Belitung, Nopa Laura dan Muhammad Abdul Kadir.