Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Berita Utama > PMI dan Cruz Vermelha de Timor-Leste Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan di Perbatasan

PMI dan Cruz Vermelha de Timor-Leste Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan di Perbatasan

Berita Utama | 2 jam yang lalu
Editor : Orie Buchori

BAGIKAN :
PMI dan Cruz Vermelha de Timor-Leste  Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan di Perbatasan

KABARINDO, JAKARRA - Palang Merah Indonesia (PMI) dan Cruz Vermelha de Timor-Leste (CVTL) resmi  menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang kerja sama penguatan kapasitas 
organisasi dan layanan aksi kemanusiaan lintas batas antara kedua negara bertempat di 
Markas Pusat PMI pada Kamis (23/4).

Nota kesepahaman ditandatangani oleh Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, dan Presiden CVTL, 
Madalena Fernandes Melo Hanja Costa Soares. Penandatanganan tersebut turut disaksikan 
oleh Wakil Ketua Umum PMI Nanan Soekarna serta Sekretaris Jenderal CVTL Agapito da Silva.

Acara penandatanganan juga dihadiri oleh perwakilan Kedutaan Besar Timor-Leste di 
Jakarta, Roberto Sarmento de Oliveira Soares dan mitra Gerakan Internasional Palang Merah 
dan Bulan Sabit Merah, yaitu Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah
(IFRC), Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Palang Merah Australia, dan Palang Merah 
Amerika.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menegaskan pentingnya solidaritas 
kemanusiaan lintas negara.

“Kita bisa bekerja di mana saja karena kemanusiaan tidak dibatasi oleh batas negara. Jika  terjadi bencana di Indonesia, Timor-Leste dapat datang membantu, begitu pula sebaliknya. 
Kerja sama ini penting karena kita adalah negara bertetangga. Terima kasih atas kemitraan 
yang telah terjalin,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden CVTL, Madalena Fernandes Melo Hanja Costa Soares, menekankan  kedekatan historis dan pentingnya penguatan kapasitas bersama.

“Kita berbatasan sangat dekat dengan Indonesia (Nusa Tenggara Timur). Tradisi dan budaya 
kita juga memiliki banyak kesamaan seolah tidak ada batas. Ke depan, ada berbagai  kegiatan kemanusiaan yang perlu kita jalankan bersama, termasuk penguatan kapasitas yang  sangat penting. Dengan ribuan relawan yang kami miliki, pelatihan menjadi kunci untuk  meningkatkan semangat dan kesiapan mereka,” ungkapnya.

Nota Kesepahaman ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama kemanusiaan antara PMI 
dan CVTL, khususnya dalam meningkatkan ketangguhan masyarakat di wilayah perbatasan 
Indonesia dan Timor-Leste. MoU ini juga menjadi kerangka kerja bagi kedua organisasi dalam
mengembangkan koordinasi, kolaborasi, dan sinergi sesuai mandat organisasi palang merah.

Ruang lingkup kerja sama mencakup berbagai bidang strategis, antara lain manajemen risiko 
bencana dan krisis kesehatan, pengurangan risiko kesehatan masyarakat, penanganan  konflik kemanusiaan, pengelolaan relawan, layanan donor darah, pertolongan pertama,  pemulihan hubungan keluarga, air dan sanitasi, hingga diplomasi kemanusiaan dan  manajemen logistik.

Selain itu, kedua pihak juga berkomitmen untuk membangun ketangguhan masyarakat yang  inklusif, akuntabel, dan berkelanjutan di wilayah perbatasan, serta memperkuat kapasitas  organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan, termasuk dampak  perubahan iklim.

Nota Kesepahaman ini berlaku selama lima tahun sejak tanggal penandatanganan dan dapat  diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Implementasinya akan  ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama teknis atau komitmen bersama sesuai  kebutuhan program di lapangan.


RELATED POST


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER