Pengeluaran Selama Ramadan Meningkat, Perlu Strategi Hadapi Lonjakan Pengiriman Paket
KABARINDO, SURABAYA - Berdasarkan survei Jakpat, 70% responden akan meningkatkan pengeluaran selama Ramadan 2025 dibanding bulan-bulan lainnya. Survei Populix juga menunjukkan bahwa 78% masyarakat berencana membeli produk fesyen selama Ramadan. Sejalan dengan hal tersebut, data pengiriman J&T Express selama Ramadan 2025 menunjukkan fesyen menjadi salah satu kategori produk yang paling banyak dikirimkan.
Robin Lo, CEO J&T Express, melihat tren belanja yang terus meningkat dan lonjakan pengiriman yang konsisten selama Ramadan pada tahun-tahun sebelumnya. Pihaknya optimis, volume pengiriman pada Ramadan tahun ini akan melampaui rata-rata pengiriman harian.
“Karena itu, kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik, memastikan pengiriman tetap sesuai ekspektasi pelanggan dan menjaga keandalan layanan selama Ramadan,” ujarnya.
J&T Express menerapkan strategi untuk mengantisipasi lonjakan volume pengiriman paket. Langkah ini dilakukan seiring dengan kinerja pengiriman pada Ramadan tahun 2025 yang mencatatkan peningkatan lebih dari 40% volume pengiriman dibandingkan bulan sebelumnya.
Menurut Robin, volume pengiriman yang terus meningkat setiap tahun menunjukkan bahwa preferensi masyarakat untuk berbelanja secara online tetap tinggi, yang berdampak langsung terhadap permintaan logistik. Karena itu, J&T Express terus berupaya mengoptimalkan aspek operasional, memastikan pengiriman tetap aman, tepat waktu dan sesuai dengan standar layanan, meskipun volume pengiriman melonjak tajam.
"Tak hanya peningkatan pengiriman, Ramadan tahun ini dibarengi dengan potensi cuaca ekstrem yang membuat operasional pengiriman menjadi lebih menantang. Tapi kami optimis dapat tetap memenuhi ekspektasi pelanggan melalui strategi yang adaptif dan teknologi terintegrasi yang kami miliki," ujarnya.
Untuk memastikan pengiriman tetap lancar dan tepat waktu, J&T Express menerapkan strategi:
*Meningkatkan kapasitas operasional dengan merekrut seasonal worker, menambah shift malam serta mengoptimalkan mesin sortir di gateway dan pusat sortir, agar paket dapat tetap dikirim tepat waktu sesuai Service Level Agreement (SLA).
*Menambah frekuensi linehaul (pengiriman antar kota/provinsi) menggunakan moda transportasi truk hingga pesawat, sambil menjaga perawatan kendaraan agar pengiriman tetap lancar dan menghindari penumpukan paket.
*Memantau alur pengiriman paket secara real-time menggunakan sistem berbasis artificial intelligence untuk memastikan kelancaran distribusi, serta melakukan koordinasi intensif dengan tim lapangan guna mengatasi kendala yang muncul, seperti cuaca ekstrem atau bencana alam.
*Memastikan seluruh outlet Drop Point dan Mini Drop Point tetap beroperasi setiap hari selama Ramadan. Langkah ini diambil untuk memastikan pelanggan dapat dengan mudah mengakses layanan pengiriman paket, meskipun di tengah rutinitas ibadah puasa yang lebih padat.
Foto: istimewa





