PELATIHAN : Mandor Pintar Institute adalah inisiatif strategis dari Semen Merah Putih yang dirancang sebagai wadah pelatihan dan sertifikasi bagi para pekerja konstruksi (tukang dan mandor).(FOTO : ISTIMEWA)
_____________
JAKARTA -- Sektor konstruksi, termasuk perumahan, saat ini menyerap 8,1 juta orang atau 6% dari total tenaga kerja di Indonesia. Pembangunan rumah tak hanya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menggerakkan lebih dari 140 industri turunan, mulai dari semen, baja, hingga logistik.
Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan berpotensi menjadi amunisi pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan plafon Rp 130 triliun, skema ini diperkirakan dapat menyerap hingga 9 juta tenaga kerja. “Satu unit rumah menyerap 5 hingga 6 pekerja langsung. Dengan KUR perumahan, potensi serapan bisa mencapai 4 hingga 5 juta tenaga kerja konstruksi. Ditambah sektor pendukung, bisa 9 juta orang,”tegas Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie dalam keterangannya beberapa waktu lalu.
Peluang penciptaan tenaga kerja di sektor perumahaan itu terbentang luas karena pemerintah Indonesia berkomitmen besar pada sektor perumahan. Selain mengatasi backlog, juga merupakan strategi untuk meningkatkan kesejahteraan, ekonomi, dan lapangan kerja secara nasional.
Presiden Prabowo Subianto pada acara Akad Massal 50.030 Unit Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Serah Terima Kunci Tahun 2025, di Perumahan Pondok Banten Indah, Kota Serang, Provinsi Banten, Sabtu (20/12/2025) menegaskan, tantangan pemenuhan kebutuhan perumahan nasional masih besar. Kepala Negara menyampaikan bahwa hingga saat ini, masih terdapat sekitar 29 juta rakyat Indonesia yang belum memiliki rumah, sehingga pemerintah terus mendorong kerja keras dan kolaborasi lintas kementerian serta seluruh pemangku kepentingan untuk mencari solusi konkret.
“Cita-cita kita masih jauh, 29 juta rakyat kita masih belum punya rumah. Jadi, Pak Ara (Menteri Perumahan dan Permukiman)kerja keras, semua menteri kita kontak, kita cari jalannya,” ucap Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo Subianto pada acara Akad Massal 50.030 Unit Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Serah Terima Kunci Tahun 2025, di Perumahan Pondok Banten Indah, Kota Serang, Provinsi Banten, Sabtu (20/12/2025). (FOTO : ISTIMEWA).
____________
Kementerian Perumahan dan Permukiman (PKP) mencatat, hingga 19 Desember 2025, penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mencapai 263.017 unit rumah subsidi dengan nilai Rp32,67 triliun. Penyaluran tersebut melibatkan 39 bank penyalur, 22 asosiasi pengembang perumahan, serta didukung oleh 7.998 pengembang. Rumah subsidi ini tersebar di 12.981 kawasan perumahan pada 33 provinsi dan 401 kabupaten/kota di Indonesia
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis, program 3 Juta Rumah Subsidi diharapkan menciptakan lapangan kerja besar, dengan estimasi sekitar 1,75 juta tenaga kerja per tahun, karena setiap rumah membutuhkan setidaknya 5 pekerja konstruksi.
Program perumahan pemerintah tersebut membutuhkan kolaborasi dengan banyak pihak, khususnya swasta. Nah, d.i tengah pesatnya pembangunan nasional, Semen Merah Putih terus menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis dalam membangun Indonesia, tidak hanya melalui produk berkualitas, tetapi juga melalui inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan.
Melalui kualitas, Semen Merah Putih memastikan setiap produknya hadir dengan standar terbaik untuk menjawab kebutuhan konstruksi nasional.
Dengan inovasi, perusahaan semen nasional ini terus menghadirkan solusi yang efisien, ramah lingkungan, dan relevan terhadap tantangan industri modern.
Sementara lewat kolaborasi, Semen Merah Putih meyakini bahwa membangun Indonesia tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus ditempuh melalui sinergi dengan berbagai pihak yang memiliki semangat yang sama untuk kemajuan bangsa.
Head of Marketing Semen Merah Putih Nyiayu Chairunnikma.(FOTO : ISTIMEWA).
____________
“Kami percaya bahwa pembangunan tidak hanya soal kekuatan material, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun kolaborasi yang bermakna. Inovasi dan kemitraan adalah fondasi kami untuk membawa industri konstruksi ke arah yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujar Head of Marketing Semen Merah Putih Nyiayu Chairunnikma.
Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut terlihat melalui dua inisiatif utama MPTree dan Mandor Pintar Institute (MPI). Keduanya menjadi representasi semangat Semen Merah Putih dalam membangun industri konstruksi yang lebih efisien, hijau, dan berkelanjutan, sejalan dengan prinsip 4P (People, Planet, Process, Product) yang menjadi pilar perusahaan.
Mandor Pintar Institute adalah inisiatif strategis dari Semen Merah Putih yang dirancang sebagai wadah pelatihan dan sertifikasi bagi para pekerja konstruksi (tukang dan mandor). Program ini merupakan kolaborasi nyata dengan pemangku kepentingan seperti Balai Jasa Konstruksi (BJK) Kementerian PKP dan Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapensi).
Melalui MPI, para pekerja konstruksi dibekali dengan standar kompetensi yang diakui secara nasional (SKKNI). Hingga akhir tahun 2025, program ini telah berhasil melatih dan menyertifikasi ribuan pekerja, memastikan bahwa mereka bukan hanya bekerja berdasarkan pengalaman, tetapi juga standar teknis yang benar.
Mencetak Tenaga Kerja Konstruksi Terampil
Program MPI yang dibesut Semen Merah Putih menawarkan nilai tambah yang signifikan, baik bagi para pekerja maupun bagi industri konstruksi secara keseluruhan. Peserta mendapatkan sertifikat kompetensi resmi yang diakui negara. Hal ini meningkatkan “nilai jual” dan profesionalisme mereka di pasar kerja konstruksi.
Peningkatan Keterampilan Teknis: Materi pelatihan mencakup teknik pengecoran yang tepat, manajemen keselamatan kerja (K3), hingga penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

MPI memberikan kesempatan belajar bagi para “Pahlawan Konstruksi” tanpa memandang latar belakang pendidikan formal, mendorong kesetaraan akses belajar di tengah proyek. Mandor yang terlatih mampu meminimalisir kesalahan teknis (rework), sehingga proyek menjadi lebih efisien dari segi waktu dan biaya dengan hasil akhir bangunan yang lebih kokoh.
Program Mandor Pintar memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan ambisi pemerintah dalam penyediaan hunian bagi rakyat, khususnya Program 3 Juta Rumah. Proyek perumahan skala besar dan pembangunan strategis seperti Ibu Kota Nusantara (IKN) membutuhkan ratusan ribu tenaga kerja ahli. MPI hadir untuk mengisi celah kebutuhan tenaga kerja bersertifikasi tersebut.
“Pembangunan Indonesiabukan hanya dari sisi industri, tetapi juga dari sisi manusia yang menjalankannya. Karena di balik setiap bangunan yang berdiri kokoh, ada semangat kolaborasi dan mimpi untuk kemajuan bangsa,”ujar Nyiayu Chairunnikma.
Di sektor industri konstruksi, program Mandor Pintar Institute (MPI) yang diinisiasi oleh Semen Merah Putih menghadirkan kesetaraan akses pendidikan ketrampilan. Program ini hadir sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap pengembangan kapasitas pekerja konstruksi, kelompok yang seringkali luput dari akses pendidikan formal.
Melalui MPI, para pekerja diberi kesempatan mengikuti pelatihan teknis yang relevan, praktis, dan langsung dapat diterapkan di lapangan, mulai dari teknik pengecoran, pengawasan proyek, hingga manajemen keselamatan kerja. Materi dirancang sesuai kebutuhan industri agar berdampak langsung pada kualitas kerja.
Yang membedakan, pelatihan ini juga memberikan sertifikasi keahlian resmi dari badan sertifikasi keahlian dan juga menjalin kerjasama dengan pemerintah, seperti Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW), Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Sertifikat ini bukan hanya pengakuan atas kompetensi, tapi juga menjadi nilai tambah penting yang meningkatkan kepercayaan diri serta membuka peluang karier yang lebih luas, baik di proyek nasional maupun swasta.
Sejalan dengan fokus pemerintah pada Green Building, MPI juga memberikan pemahaman mengenai penggunaan material ramah lingkungan, seperti semen hijau (semen hidrolis) yang mampu mengurangi emisi karbon tanpa mengurangi kekuatan struktur.

Jali, mandor konstruksi asal Serang Banten mengungkapkan, dirinya mengikuti pemasangan bata skill petukang di Mandor Pintar Institute. “Alhamdulillah ini (pelatihan) bermanfaat bagi kami para tukang dan kenek,”ungkapnya. Dia pun berharap dengan adanya sertifikasi, para tukang dan kenek bisa lebih percaya diri dalam bekerja. “Terima kasih Semen Merah Putih yang mengadakan pelatihan seperti ini,”tutup Jali.
Komitmen Semen Merah Putih melalui Mandor Pintar Institute bukan sekadar program CSR, melainkan investasi jangka panjang untuk memperkuat fondasi industri konstruksi Indonesia. Dengan menyelaraskan kompetensi pekerja dengan standar pemerintah, Semen Merah Putih memastikan setiap inci bangunan di tanah air berdiri kokoh, aman, dan berkelanjutan.





