Kesulitan Hadirkan Audiens Profesional ke Acara Anda? Simak Tips Ini
KABARINDO, SURABAYA - Acara untuk publik seperti konser musik, festival makanan, seminar hingga buka bersama sudah lazim dilakukan. Namun acara-acara yang secara khusus menargetkan audiens profesional masih menjadi tantangan bagi banyak pihak. Pasalnya, para profesional memerlukan motivasi lebih untuk meluangkan waktu di tengah rutinitas pekerjaan mereka.
Baru-baru ini Populix, perusahaan konsultasi berbasis riset asal Indonesia, meluncurkan laporan studi bertajuk “Winning the Professional Audience: Event Preferences and Attendance Insights”. Studi yang dilakukan kepada hampir 900 profesional ini mengungkap berbagai informasi mengenai preferensi dan ekspektasi para profesional dalam menghadiri acara demikian.
Indah Tanip, Senior Research Director Populix, menjelaskan temuan Populix menunjukkan bahwa acara luring masih relevan bagi para profesional. Bahkan dalam setahun, rata-rata para profesional menghadiri 1-3 acara luring.
“Selain sebagai hiburan, motivasi terbesar mereka menghadiri acara luring adalah untuk mendapatkan pengalaman baru sambil memperluas relasi profesional,” ujarnya.
Berikut ini tips dari Populix agar acara luring anda menarik bagi audiens profesional:
* Pastikan acara anda memiliki agenda networking/berjejaring dan memiliki tema yang sesuai dengan pekerjaan para profesional yang anda targetkan. Pasalnya, keduanya merupakan daya tarik dan faktor penentu kehadiran bagi lebih dari separo profesional.
* Selain memastikan lokasi acara mudah diakses, 62% responden profesional cenderung lebih tertarik untuk menghadiri acara di ruang terbuka. Alternatif lain adalah mal/pusat perbelanjaan dan pusat konvensi yang dilirik oleh 49% responden.
* Para profesional cenderung lebih menyukai acara yang dilakukan pada pagi hari, sekitar pukul 08.00-11.00. Sedangkan acara pada jam makan siang (11.01-14.00) cenderung tidak diminati.
* Saat menentukan hari, hindari acara pada akhir pekan. Data Populix mengungkap 7 dari 10 profesional lebih memilih menghadiri acara pada hari kerja dan jam kerja. Hanya sekitar 30% yang bersedia meluangkan waktu di luar jam kerja maupun akhir pekan.
* Agar lebih efektif, hindari merancang acara yang terlalu masif. Sebab lebih dari setengah profesional mengaku lebih nyaman hadir di acara berskala menengah yang dihadiri 20 hingga 100 orang.
* Pastikan isi goodie bag berguna dan relevan dengan tema acara. Misalnya produk-produk sponsor (camilan, produk kecantikan dan lain lain.), kaos/jaket eksklusif, botol minum, voucher maupun e-money hingga gadget.
* Jika acara anda berbayar, mayoritas profesional rela merogoh kocek antara Rp.50.000 – Rp.250.000 per tiket dengan rata-rata di Rp.222.441.
“Penelitian Populix juga mengungkap bahwa 9 dari 10 profesional yang pernah menghadiri acara berbayar, tidak segan untuk kembali merogoh kocek demi menghadiri acara lainnya. Hal ini menunjukkan peluang keberlanjutan bisnis yang cukup besar bagi acara berbayar. Dengan catatan bahwa acara tersebut memiliki elemen-elemen kunci seperti hiburan, relasi dan sesuai dengan minat dan kebutuhan para profesional,” ujar Indah Tanip.
Foto: ilustrasi





