KABARINDO, ACEH -- Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla mengatakan, pengibaran bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dilakukan sejumlah orang hanya karena merasa emosional, dan hal itu tidak mewakili kemauan rakyat Aceh.
"Rakyat Aceh sudah ingin damai, sudah menikmati kedamaian," kata JK ketika ditemui di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat.
Dia juga menyebut bahwa tingkah seperti itu dilakukan hanya karena emosi saja, dan pengibaran bendera itu melanggar Perjanjian Helsinki, di mana tertulis bahwa lambang-lambang semacam itu tidak boleh dipakai lagi.
Sebelumnya, Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf. Ali Imran menjelaskan bahwa pembubaran aksi di Jalan Nasional Lintas Banda Aceh, Medan atau tepatnya di Simpang Kandang, Meunasah Mee, Muara Dua, Kota Lhokseumawe sempat diwarnai ketegangan.
Meskipun sempat bersitegang, pembubaran oleh aparat berlangsung tanpa kekerasan, dan menggunakan pendekatan persuasif kepada masyarakat.
Kain umbul-umbul yang menyerupai bendera GAM diserahkan sukarela oleh massa dan berangsur perlahan membubarkan diri.
Aparat yang berjaga juga berhasil mengamankan seorang pria yang diduga sebagai provokator dalam aksi pengibaran bendera GAM karena membawa tas berisi senjata api berupa pistol dan senjata tajam rencong.
Pada Senin (29/12/2025) Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto merespons soal insiden pengibaran kain umbul-umbul yang menyerupai bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) saat pembubaran aksi di Kota Lhokseumawe, Aceh, yang sempat diwarnai ketegangan.
Agus menyatakan akan menindak tegas kelompok-kelompok yang melakukan provokasi, termasuk melakukan pengibaran bendera GAM, di tengah upaya percepatan penanganan bencana banjir dan longsor dilakukan pemerintah dan masyarakat.
"TNI dan semua kementerian lembaga dan masyarakat sedang bekerja untuk membantu percepatan pemulihan akibat bencana alam. Saya harapkan tidak ada kelompok-kelompok yang memprovokasi yang mengganggu proses tersebut," kata Agus dalam konferensi pers Pemulihan dan Rencana Strategis Pascabencana di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin.





