KABARINDO, JAKARTA--Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) merasa telah difitnah karena dituduh menistakan agama. Polemik ini muncul setelah ceramah JK di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta pada 5 Maret 2026 beredar di media sosial.
Dalam ceramahnya, JK mengaku hanya menceritakan pengalamannya saat mendamaikan konflik di Ambon dan Poso. Namun, ceramah tersebut dianggap telah menistakan agama hingga berujung laporan polisi.
JK pun mendoakan agar para pihak yang memfitnah dirinya mendapat ampunan dari Tuhan. "Mudah-mudahan Allah memaafkannya, para pemfitnah itu. Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Semua memfitnah saya," kata JK di kediamannya di Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
JK juga menyinggung dua nama yakni Ade Armando dan Ade Darmawan. Ia mempertanyakan soal apa yang telah dilakukan keduanya saat konflik di Ambon dan Poso. "Apa dia bikin pada waktu itu? Kasih tahu mereka semua, orang yang besar ngomong, apa yang dia lakukan pada saat itu semua?" ujar dia.
Saat ini, JK tengah mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum dengan melaporkan para pemfitnahnya ke polisi. "Kami akan pertimbangkan (tempuh jalur hukum), karena kalau tidak dituntut, ini akan terulang lagi," ungkap JK.





