Pertamina menaikkan harga BBM non subsidi Dex Series sebesar 68% dan Pertamax Turbo sebesar 48%. (FOTO : DOK.PERTAMINA).
______
JAKARTA – PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM non subsidi jenis diesel yakni Pertamina Dexlite dan Pertamina Dex sebesar 68,57%. Harga Pertamina Dexlite saat ini menembus Rp23.600 per liter, naik Rp9.600 per liter dari sebelumnya Rp14.000 per liter. Sedangkan Pertamina Dex melejit menjadi Rp23.900 per liter, naik Rp9.400 per liter dari sebelumnya Rp14.500 per liter.
Sedangkan Pertamax Turbo naik 48% atau Rp6.300 dari semula Rp13.100 per liter menjadi Rp19.400 per liter.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia mengatakan, penyesuaian harga ini mengacu pada mekanisme pasar sebagaimana diatur dalam Kepmen No. 245/2022 serta turunan dari Peraturan Menteri ESDM No. 11/2022 terkait perhitungan harga jual eceran BBM. Dalam skema tersebut, harga BBM nonsubsidi memang mengikuti dinamika harga minyak global dan faktor keekonomian lainnya.
Sedangkan Pertamina, menegaskan akan menjaga pasokan energi nasional, di tengah dinamika geopolitik global dan konflik Timur Tengah yang masih terjadi. “Pertamina terus memantau perkembangan global dan melakukan berbagai upaya untuk menjaga pasokan energi di Tanah Air. Melalui strategi optimalisasi produksi serta diversifikasi, saat ini pasokan energi secara nasional berada dalam kondisi aman, dan operasional berjalan lancar,” ujar Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron.
Kelancaran distribusi, salah satunya melalui pengelolaan BBM dan LPG di Integrated Terminal Jakarta (ITJ) yang merupakan penyangga utama distribusi BBM dan LPG di wilayah DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat dan Jawa Tengah. ITJ terdiri dari Fuel Terminal Plumpang, Fuel Terminal Tanjung Priok dan LPG Terminal Tanjung Priok.
Selain itu, dilengkapi dengan Jetty PMG, atau dermaga khusus untuk kapal pengangkut bahan cair atau petrokimia. “Sebagian besar pasokan BBM dan LPG untuk Integrated Terminal Jakarta berasal dari kilang milik Pertamina yakni Refinery Unit Balongan dan Refinery Unit Cilacap,” jelas Integrated Terminal Manager Jakarta PT Pertamina Patra Niaga, I Nyoman Adi Pradana.





