House of Sampoerna; Ajak Kunjungi Museum Pendidikan Surabaya dan Perpustakaan Taman Ekspresi Secara Virtual

House of Sampoerna; Ajak Kunjungi Museum Pendidikan Surabaya dan Perpustakaan Taman Ekspresi Secara Virtual

House of Sampoerna; Ajak Kunjungi Museum Pendidikan Surabaya dan Perpustakaan Taman Ekspresi Secara Virtual

Mengulik sejarah pendidikan di Kota Pahlawan

Surabaya, Kabarindo- House of Sampoerna (HoS) bekerja sama dengan AMIDA Jawa Timur, Museum Pendidikan Surabaya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemerintah Kota Surabaya serta Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya menggelar kegiatan Kunjung Museum bertajuk “Pendidikan Surabaya”.

Program tersebut diselenggarakan untuk merayakan Hari Museum Internasional 2021 yang selaras dengan anjuran International Council of Museums (ICOM) untuk menjangkau dan tetap terhubung dengan masyarakat. Mereka diajak mengunjungi Museum Pendidikan Surabaya dan Perpustakaan Taman Ekspresi secara daring pada Sabtu, 12 Juni 2021, pukul 09.30 WIB.

Untuk mengikuti acara tersebut, masyarakat bisa mendaftar melalui http://bit.ly/kunjungmuseumpendidikan. Selanjutnya menunggu email konfirmasi dan mengunduh serta meng-install Zoom. Kemudian masuk ke meeting room 15 menit sebelum acara dimulai.

Ada hal menarik yang patut dicermati jika melihat kembali sejarah pendidikan di Indonesia sejak jaman pra-kolonial hingga kini. Para pendahulu bangsa melihat bahwa pembelajaran merupakan hal krusial yang dapat meningkatkan kualitas hidup manusia. Hal ini terbukti dari dibangunnya lembaga-lembaga pengajaran pada waktu itu.

Pada masa pra kolonial, bentuk edukasi berbasis agama jamak ditemukan. Di Surabaya, Ampel menjadi salah satu basis pembelajaran agama Islam dengan metode pesantren. Memasuki era kolonial, bangsa Belanda membangun sekolah seperti ELS dan HBS yang berpengaruh besar terhadap sistem pendidikan Indonesia kini.

Ketika itu mulai tumbuh kesadaran akan pentingnya pendidikan sebagai senjata dalam memerdekakan bangsa Indonesia. Sekolah-sekolah yang diinisiasi para tokoh pergerakan nasional bermunculan guna memberikan akses seluas-luasnya bagi rakyat Indonesia. Salah satunya Sekolah Taman Siswa atas prakarsa Ki Hajar Dewantara yang didirikan di Surabaya. Pasca kemerdekaan, pemerintah banyak membangun universitas, merumuskan berbagai kurikulum dan kebijakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Penulis: Natalia Trijaji