ZA Zen
Menulis tentang kepemimpinan, nilai, dan peradaban Indonesia.
Selamat Tahun Baru Imlek. Gong Xi Fa Cai !
Setiap perayaan tahun baru selalu membawa harapan tentang keberuntungan dan kemajuan. Namun dalam konteks Indonesia yang majemuk dan terus bertumbuh, keberuntungan tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu bersentuhan dengan tanggung jawab. Ia selalu berkaitan dengan nilai. Dan pada titik tertentu, ia menjelma menjadi amanah kebangsaan.
Dalam setiap zaman, ada mereka yang diberi kelapangan lebih, lebih dalam kesempatan, lebih dalam daya ekonomi, lebih dalam pengaruh. Kelapangan itu tentu lahir dari kerja keras, kecermatan membaca peluang, dan ketekunan menghadapi risiko.
Namun kita juga memahami bahwa tidak semua orang memperoleh peluang yang sama. Di situlah kemakmuran memiliki dimensi moral. Ia bukan sekadar hak untuk memiliki, tetapi juga kesempatan untuk memberi makna yang lebih luas.
Indonesia adalah negeri yang dibangun oleh keberagaman. Ia berdiri bukan di atas keseragaman, melainkan di atas kesediaan untuk berbagi ruang hidup. Dalam ruang yang majemuk inilah kekayaan dapat mengambil dua bentuk, menjadi jarak atau menjadi jembatan. Ia dapat mengeras sebagai simbol eksklusivitas, atau melunak menjadi sumber penguatan sosial.
Pilihan itu tidak ditentukan oleh jumlah, melainkan oleh nilai.
Tahun Baru Imlek mengingatkan kita pada harapan akan keberuntungan. Namun keberuntungan sejati tidak berhenti pada pertambahan angka. Ia menemukan maknanya ketika bertumbuh menjadi keberkahan,
ketika kemajuan pribadi beriringan dengan penguatan kolektif. Ketika pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan rasa keadilan. Ketika kesuksesan tidak menutup diri, tetapi membuka jalan bagi yang lain untuk ikut naik.
Tak Kekurangan
Negeri ini tidak kekurangan orang orang sukses. Namun Indonesia selalu membutuhkan lebih banyak pribadi yang menghadirkan keseimbangan, antara ambisi dan empati, antara ekspansi dan tanggung jawab, antara daya saing dan kepedulian.
Di tengah dunia yang mudah terjebak dalam akumulasi tanpa batas, kita diingatkan akan pentingnya keseimbangan. Kemakmuran yang tidak dikawal nilai akan rapuh. Pertumbuhan tanpa integritas akan kehilangan arah. Sebaliknya, keberhasilan yang disertai kebijaksanaan akan melahirkan ketenangan, baik bagi pelakunya maupun bagi lingkungan sosialnya.
Ada ukuran yang sering tidak tercatat dalam laporan tahunan, ketenangan batin dan kehormatan sosial. Keduanya lahir ketika keberhasilan tidak hanya meninggikan posisi, tetapi juga meninggikan derajat, derajat kemanusiaan di mata sesama dan derajat spiritual di hadapan Sang Pencipta.
Indonesia hari ini sedang bergerak menuju fase baru pertumbuhan. Optimisme tentang masa depan semakin kuat. Namun pertumbuhan yang berkelanjutan tidak hanya membutuhkan modal dan teknologi. Ia memerlukan etika. Ia membutuhkan kesadaran bahwa kemajuan bangsa adalah kerja kolektif. Bahwa kemakmuran yang stabil adalah kemakmuran yang inklusif.
Dalam konteks itu, para pelaku ekonomi memegang peran yang sangat menentukan. Bukan semata sebagai pencipta nilai tambah, tetapi sebagai penjaga keseimbangan sosial. Bukan hanya sebagai penggerak pertumbuhan, tetapi sebagai penguat fondasi kepercayaan.
Ketika investasi membuka lapangan kerja, di situ harapan tumbuh.
Ketika usaha dijalankan dengan integritas, di situ kepercayaan menguat.
Ketika keberhasilan dibingkai kerendahan hati, di situ harmoni terjaga.
Tahun Baru Imlek dapat menjadi momentum refleksi, bahwa keberuntungan bukan hanya tentang apa yang kita peroleh, tetapi tentang apa yang kita hidupkan. Bahwa kekayaan yang paling bernilai bukanlah yang paling besar, melainkan yang paling berdampak.
Bangsa ini membutuhkan kemakmuran yang tidak hanya gemerlap, tetapi kokoh. Kokoh karena berakar pada nilai. Kokoh karena dijalankan dengan tanggung jawab. Kokoh karena tidak meninggalkan siapa pun terlalu jauh di belakang.
Pada akhirnya, sejarah tidak hanya mencatat angka pertumbuhan, tetapi juga karakter zamannya. Ia akan mengenang apakah pada masa ini kemakmuran menjadi sekadar simbol, atau menjadi daya yang mengangkat martabat bersama.
Gong Xi Fa Cai
Semoga keberuntungan menjelma menjadi keberkahan, yang menenangkan, yang menguatkan, dan yang meninggikan derajat di hadapan manusia serta di hadapan Sang Pencipta.
Tulisan ini terinspirasi dari ruang gagasan Dehills Institute dan persahabatan yang menumbuhkan nilai.





