Fauzan Zidni Jadi Ketua Umum BPI Periode 2026-2030, Siap Jawab Tantangan
KABARINDO, SURABAYA – Fauzan Zidni secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI) periode 2026-2030 pada Sabtu (11/4/2026) setelah pimpinan siding, aktor lawas Gusti Randa SH, mengetukkan palu.
Fauzan terpilih setelah mengantongi dukungan 54 organisasi perfilman sebagai institusi yang terverifikasi sebagai stakeholder. Ia merupakan alumnus FISIP UI dan S2 di National University Singapore serta sudah 14 tahun lebih berkecimpung di dunia perfilman nasional.
Fauzan bakal memimpin BPI yang memiliki mandat luas, namun memerlukan penguatan pembiayaan dan kewenangan yang lebih kokoh. Dibutuhkan kepemimpinan yang mampu membangun kolaborasi erat dengan pemerintah dan DPR untuk mengamankan pendanaan berkelanjutan.
BPI juga menghadapi masalah revisi UU Perfilman yang telah masuk Prolegnas sejak 2014, namun belum pernah masuk Prolegnas Prioritas. BP! harus mendorong agar pembahasannya dapat dilakukan pada periode ini, demi penguatan kelembagaan BPI, kepastian hukum, kemudahan investasi, penguatan profesi, tata edar yang lebih sehat serta perlindungan kebebasan berekspresi.
“Mandat dan kewenangan BPI perlu diperkuat serta revisi UU Perfilman perlu dikawal,” ujarnya.
Di sisi lain, perfilman Indonesia memiliki prestasi cukup bagus di dunia internasional.
* Film Jumbo (Ryan Adriandhy, 2025) memiliki hak edar di 40 lebih negara, berhasil menggaet 10,2 juta penonton, merupakan animasi terlaris ASEAN sepanjang masa.
* Film Agak Laen 2 (Muhadkly Acho, 2025) mampu menggaet 10,98 juta penonton, merupakan film terlaris sepanjang masa di Indonesia.
* Film Ghost In The Cell, dibeli 86 lebih negara. Artinya film Indonesia jadi tamu terhormat di perfilman internasional.
* Netflix Global - 35 tayangan Indonesia masuk Top 10 Global, 90%+ member Netflix Indonesia menonton konten lokal.
Film-film Indonesia juga berprestasi di festival internasional di antaranya
* Busan 2025 - Pangku (Reza Rahadian) meraih 4 penghargaan termasuk FIPRESCI Award & KB Vision Audience Award.
* Sundance 2026 - Para Perasuk (Wregas Bhanuteja) berkompetisi pada sesi World Cinema Dramatic Competition.
* Khozy Rizal - Crystal Bear Berlinale 2025 (Little Rebels Cinema Club), sebelumnya masuk nominasi Short Film Palme d'Or Cannes 2023 (Basri & Salma in a Never-ending Comedy).
* IDFA 2023 - Under the Moonlight (Tonny Trimarsanto) tayang di festival dokumenter terbesar dunia.
* raih 7 penghargaan internasional di sejumlah festival yang diikuti 36 negara pada 2025.
Foto: istimewa





