Yuk Nikmati Makanan Tradisional; di Waroeng Pati

Yuk Nikmati Makanan Tradisional; di Waroeng Pati

Yuk Nikmati Makanan Tradisional; di Waroeng Pati

Ada Nasi Gandul, Nasi Ayam Adipati, Nasi Batu, Nasgor Kecombrang, Ayam Kliwon, Es Putih Dingin dan lainnya

Surabaya, Kabarindo- Makanan tradisional selalu berhasil membangkitkan kenangan dan keinginan untuk merasakannya kembali.

Di kota-kota besar seperti Surabaya, bisa jadi jarang menemukan makanan tradisional. Namun Waroeng Pati yang berada di Hotel Ibis HR Muhammad Surabaya menawarkan beragam menu tradisional kepada tamu.

Menurut Indra Wibowo, General Manager Ibis Budget HR Muhammad Surabaya, dinamai Waroeng Pati karena konsepnya berasal dari warung di Pati yang buka 7 tahun lalu. Konsep ini kemudian diboyong ke Ibis HR. Muhhamad sejak 9 bulan lalu.

“Ternyata menu-menu tradisional di Waroeng Pati disukai tamu. Mereka senang menikmati makanan ndeso di hotel. Bisa mengobati kangen terhadap kuliner tradisional, terutama bagi tamu-tamu dari daerah. Karena itu akan terus kami kembangkan,” ujarnya.

Indra menambahkan, pihaknya mengusung konsep makanan tradisional, karena ingin menyajikan yang berbeda di hotel, mengingat persaingan semakin ketat di bisnis hospitality dan kuliner.

“Kami harus kreatif menghadapi persaingan supaya tetap diminati tamu. Makanya kami sajikan kuliner tradisional untuk meningkatkan pemasukan dari sisi food & beverage,” ujarnya.

Ada beragam menu yang disajikan ala carte dengan nama-nama unik di antaranya Naga atau Nasi Gandul yang bersantan gurih dengan banyak pilihan lauk seperti empal, lidah, paru dan babat plus telur baceman, perkedel dan tempe. Ada pula Nasi Ayam Adipati dengan lauk ayam goreng plus terong, rajangan lombok, bawang putih dan bawang merah. Bisa bikin kepedasan.

Menu unik lainnya adalah Nasi Batu, seperti nasi ayam penyetan yang terdiri dari nasi putih, ayam goreng, ikan asin, tahu goreng, tempe goreng, krupuk, sambal dan lalapan. Disebut Nasi Batu, karena disajikan di atas cobek besar dari batu yang menonjolkan sisi tradisionalnya.

Menu lezat lainnya adalah nasi goreng rawon dan nasi goreng kecombrang yang kuat rasa rempahnya. Ada pula nasi bakar tuna yang dibungkus daun pisang dan mengeluarkan aroma sedap begitu dibuka. Banyak pula pilihan lauk di antaranya ikan layur goreng, bothokan pindang, gimbal udang, dadar jagung, tahu petis, Ayam Kliwon yaitu ayam goreng versi Kudus dan tempe bacem yang digoreng kering sehingga rasanya unik.

Untuk sup ada Sup Buntut Joyo, sup garang asem dan rawon buntut. Sedangkan untuk hidangan penutup ada rujak manis dan es godir yang terbuat dari rumput laut. Ada pula Es Putih Dingin yang dinamai demikian karena warnanya putih, terbuat dari sirsak, nata de coco, telasih dan degan. Hmm...segar.

Menurut Indra, bahan dan bumbu untuk menu-menu tersebut didatangkan dari Pati guna menjaga orisinalitas rasanya. Harga yang dipatok juga terjangkau. Misalnya Nasi Gandul hanya Rp.20.000.

“Saya ingin menepis anggapan bahwa makan di hotel itu mahal. Di sini itu tidak terbukti,” ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji