Vans Perkenalkan Waffleheads; Ubah Vans Sebagai Kanvas dalam Berekspresi

Vans Perkenalkan Waffleheads; Ubah Vans Sebagai Kanvas dalam Berekspresi

Vans Perkenalkan Waffleheads; Ubah Vans Sebagai Kanvas dalam Berekspresi

Tampilkan kreasi unik dan inspiratif yang dihadirkan oleh pecinta Vans dari seluruh dunia

Surabaya, Kabarindo- Vans Memperkenalkan ‘Waffleheads’, sebuah cerita para kolektor, ahli modifikasi serta pakar kreatif yang mengubah Vans sebagai kanvas dalam berekspresi.

Waffleheads merupakan bagian dari Vans ‘THIS IS OFF THE WALL’, sebuah kampanye yang mendefinisikan arti dari “Off The Wall” melalui serangkaian kisah, kontes dan pengalaman digital untuk menginspirasi serta mendukung para komunitas kreatif mancanegara.

“Kami lebih memilih untuk melawan arus saat semua orang mengambil jalur yang sama,” ujar Bill Cruz, pendiri Under The Realm dan bagian dari komunitas orisinal pencinta sepatu Vans.

Cruz merupakan satu dari tujuh individu kreatif yang membagikan kisahnya dalam kampanye terbaru Vans Waffleheads yang menampilkan kreasi unik dan inspiratif yang diciptakan oleh pecinta Vans dari seluruh dunia.

“Komunitas kolektor dan ahli modifikasi sepatu Vans bukanlah penggila sneaker biasa. Tidak seperti pecinta sneaker kebanyakan, pecinta Vans tidak terlalu memikirkan bagaimana sepatu mereka awet dan terawat serta tersimpan rapi dalam lemari,” ungkap Erwin Federizo, Global Executive Creative Director Vans.

Mereka cenderung memakainya hingga sol pudar dan menipis, mengecatnya atau menemukannya di pasar-pasar loak. Koleksi sepatu mereka mencerminkan gaya individu yang ikonis, berkiblat pada fesyen, cinta dengan produk Vans serta nilai yang ingin disampaikan dari Vans yaitu warisan, koneksi sub-budaya, serta kebebasan dalam mengekspresikan diri.

Vans Waffleheads diperkenalkan untuk menghormati cerita tentang kekayaan menjadi sebuah kanvas untuk mengekspresikan diri sendiri. Bill Cruz, Charlene Holy Bear, Henry Davies, Hyun Ye, Jayass, Panda Mei dan Penelope Gazin telah mengukir ruang dalam dunia sneaker melalui perjalanannya dalam mengumpulkan, melakukan, menyesuaikan serta menciptakan desain baru untuk memodifikasi sepatu ikonis Vans.

“Daripada menganggap diri sebagai kolektor, saya merasa lebih menjadi seorang sejarawan. Bagi saya, ini semua tentang cerita di balik sepasang sepatu. Makin banyak makna yang dimuat dalam sebuah produk, semakin menarik. Sebuah karya seni yang bisa anda pakai,” ujar Henry Davies, kolektor Vans dan Duta Besar Waffleheads.

“Saya menyukai tantangan dalam mencoba hal baru. Jika saya ingin pakaian tertentu, saya pasti menciptakannya sendiri. Saya memiliki sepasang sepatu Vans dan baru menyadari mereka menggunakan material yang sama dengan kanvas saya. Saya melukisnya dan mereka bertransformasi menjadi sebuah karya seni dalam medium yang berbeda” imbuh seniman sekaligus pengusaha Penelope Gazin.

‘Waffleheads’ merupakan satu dari sejumlah budaya Vans “Off The Wall” yang dirancang untuk menginspirasi dan mendorong kebebasan dalam berekspresi melalui olahraga, seni, musik dan street culture.

Demi menyukseskan misi tersebut, Vans siap menggelar event Meet the Waffleheads untuk merayakan kolektor dan ahli modifikasi Vans dari seluruh dunia. Acaranya menampilkan diskusi terbuka, musik serta pameran seni dari sejumlah komunitas Vans. Mengawali musim panas ini, pecinta Vans dapat berpartisipasi dengan mengirimkan foto sepatu Vans yang telah dimodifikasi untuk memenangkan perjalanan gratis dan menghadiri acara Meet the Waffleheads sekaligus memamerkan karya personalnya bersama Duta Besar Waffleheads.

Vans Amerika Utara akan menggelar Meet the Waffleheads di House of Vans Chicago pada 16 November 2019 disusul sejumlah acara besar di seluruh dunia.

Penulis: Natalia Trijaji