Sepeda Roda Tiga ITS; Alat Fisioterapi & Mobilitas bagi Pasien Pasca Stroke

Sepeda Roda Tiga ITS; Alat Fisioterapi & Mobilitas bagi Pasien Pasca Stroke

Sepeda Roda Tiga ITS; Alat Fisioterapi & Mobilitas bagi Pasien Pasca Stroke

Jika diproduksi massal bisa dimanfaatkan lebih banyak pasien

Surabaya, Kabarindo- Banyak pasien pasca stroke yang terhambat mobilitasnya akibat bagian tubuh mereka mengalami kelumpuhan atau gangguan gerak. Kini ada Sepeda Roda Tiga ITS (SERAITS) yang dapat membantu mereka untuk lebih leluasa bergerak.

Sepeda tersebut dipaparkan dalam Focus Group Discussion (FGD) dan Simulasi (SERAITS) yang diadakan Laboratorium Perancangan dan Pengembangan Produk (P3) Departemen Teknik Mesin di OMAH IE, Fakultas Teknik Industri (FTI), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada Kamis (28/11/2019).

Kegiatan tersebut mengambil tema Hidup Sehat Bersama SERAITS dan dihadiri antara lain oleh sejumlah pasien pasca stroke dari rumah sakit-rumah sakit di Surabaya yang menjadi relawan dalam simulasi ini. Para peserta FGD dan simulasi SERAITS berasal dari kalangan mahasiswa, akademisi, pasien pasca stroke dan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut dibahas tentang penerapan SERAITS dalam kehidupan di masyarakat, khususnya di dunia medis. Tujuannya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang SERAITS dan kemudian memperluas penerapannya.

SERAITS merupakan bagian dari proyek tugas akhir para mahasiswa Laboratorium P3, Teknik Mesin, FTI ITS. SERAITS dibuat dengan tujuan menjadi alat fisioterapi bagi para pasien pasca stroke yang sekaligus dapat menjadi alat mobilitas. Ini sebagai salah satu bukti nyata mahasiswa ITS dalam mendukung kesehatan masyarakat dan pembangunan nasional.

Rosadila, mahasiswa semester I S2 Teknik Mesin FTI, perancang SERAITS, menuturkan ia merancang sepeda tersebut guna membantu pasien pasca stroke.

“Saya ingin membuat alat yang dinamis dan fleksibel untuk pasien pasca stroke yang belum ada di masyarakat agar mereka bisa mandiri. Saya bikin sepeda, karena mudah dikendarai,” ujarnya.

Rosa menjelaskan, ada 7 tipe sepeda, semuanya merupakan sepeda kayuh. Ada yang beroda 2, ada yang beroda 3. Sepeda beroda 3 untuk kebutuhan rehabilitasi pasien pasca stroke dan agar mereka tidak jatuh ketika mengayuh.

Pembuatan masing-masing tipe sepeda membutuhkan waktu 1 bulan. Rosa mengatakan, SERAITS sudah diuji coba selama 1 bulan pada 5 pasien yang mengalami setengah lumpuh di RS Haji Surabaya. Hasilnya ada perbaikan kondisi mereka, gerakan mereka menjadi lebih baik.

Sementara ini, harga SERAITS berkisar Rp.7-8 juta, karena belum diproduksi massal. Rosa berharap, SERAITS bisa diproduksi massal agar harganya terjangkau sehingga bisa dimanfaatkan dan dinikmati oleh lebih banyak pasien pasca stroke.

Penulis: Natalia Trijaji