PostCare Kanker AHCC; Berikan Layanan Komplit bagi Penderita Kanker

PostCare Kanker AHCC; Berikan Layanan Komplit bagi Penderita Kanker

PostCare Kanker AHCC; Berikan Layanan Komplit bagi Penderita Kanker

Mulai saat antisipasi dini, terdiagnosa, proses penyembuhan atau pemulihan hingga setelah dinyatakan sembuh

Surabaya, Kabarindo- Selama hampir setahun berdiri, Adi Husada Cancer Center (AHCC) sudah memberikan pelayanan di dunia kesehatan, khususnya penyembuhan kanker. Untuk melengkapi pelayanannya, AHCC mendirikan pelayanan post care.

Menurut Marketing Manager AHCC, Luluk Widyasari, pihaknya ingin memberikan pelayanan komplit bagi penderita kanker. Mulai saat antisipasi sejak dini, terdiagnosa, proses penyembuhan atau pemulihannya hingga setelah dinyatakan sembuh (postcare).

“Postcare ini melengkapi pelayanan yang sudah ada. Momen ini sangat tepat, karena kami juga membuat program CanMovement,” ujarrnya.

CanMovement merupakan gerakan kampanye yang memberikan dukungan kepada survivors melalui berbagai hal, di antaranya memberikan edukasi. Selanjutnya, mengumpulkan survivors untuk berbagi cerita tentang perjuangan mereka agar memberikan motivasi, semangat dan menginspirasi orang-orang lain.

Untuk postcare ini, AHCC bekerja sama dengan perusahaan CanCare Ltd dari Singapura. Perusahaan ini memiliki produk yang inovatif, seperti payudara buatan dengan bentuk dan teksturnya mirip seperti payudara asli. Juga wig bagi penderita kanker yang rambutnya rontok akibat kemoterapi.

“Produknya bisa membantu para pasien kanker payudara untuk memiliki kepercayaan diri setelah sembuh dari kanker,” ujar Luluk.

Ia menambahkan, CanMovement lebih pada gerakan kesadaran kesehatan yang membawa kepedulian terhadap kanker dan pentingnya tahap pasca perawatan untuk memelihara kualitas hidup setelah terdiagnosa kanker.

Sasaran dari gerakan ini adalah para pasien kanker, survivors, perawat pasien, pemangku kebijakan, kelompok pendukung maupun pihak swasta. Diharapkan segera terwujud komunitas dukungan terhadap kanker yang akhirnya bisa disebut Komunitas #CanMovement.

Penulis: Natalia Trijaji