Pentingnya Merahasiakan Kode OTP; Jenius Berikan Tips

Pentingnya Merahasiakan Kode OTP; Jenius Berikan Tips

Pentingnya Merahasiakan Kode OTP; Jenius Berikan Tips

Kode OTP bisa dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk melakukan hal yang tak diharapkan

Surabaya, Kabarindo- Pernah menerima SMS berisi 6 digit angka saat anda sedang melakukan transaksi online? Ini adalah OTP atau One-Time Password. Tapi apakah anda menyadari seberapa pentingnya OTP dan kenapa kode ini tak boleh anda berikan kepada siapa pun?

Kode OTP adalah kode verifikasi atau kata sandi sekali pakai yang terdiri dari 6 digit karakter (seringkali angka) unik dan rahasia yang umumnya dikirimkan melalui SMS atau e-mail. Setiap kode yang dikirimkan ini umumnya hanya berlaku selama 5 menit.

Kode OTP dikirimkan dalam bentuk SMS atau e-mail oleh pihak bank, aplikasi atau operator terkait dan digunakan sebagai bentuk keamanan dalam mengonfirmasi login atau transaksi yang dilakukan secara online. Karena itu, kode OTP bersifat rahasia dan tak boleh diberikan kepada siapapun, baik keluarga, kerabat dekat bahkan pihak pengirim kode, apalagi yang mengaku sebagai karyawan/perwakilan dari perusahaan yang mengirimkan kode OTP tersebut.

Di Jenius, kode OTP anda perlukan baik di aplikasi maupun web secure Jenius. Untuk di aplikasi Jenius, kode OTP diperlukan saat melakukan registrasi dan menghubungkan aplikasi Jenius ke gadget baru. Sedangkan di web secure Jenius, kode OTP dibutuhkan saat login, otentikasi transaksi (misalnya pencairan dana Flexi Cash) atau mengubah informasi di dalam Profile & Settings.

Kode OTP sering dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk melakukan hal yang tak diharapkan. Bayangkan OTP sebagai kunci rumah. Jika kunci rumah berpindah tangan, berarti anda memberikan akses kepada orang lain untuk masuk rumah dan menjarah isi rumah. Dalam hal kode OTP, itu berarti anda memberikan akses kepada orang lain untuk masuk ke akun anda, yang di dalamnya terdapat informasi pribadi seperti nomor KTP, alamat rumah, informasi kartu debit/kredit dan lainnya yang bisa dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab.

Jika ini terjadi, pelaku bisa mengambil alih akun anda dengan mengganti informasi pribadi di dalamnya, sehingga tak bisa anda akses kembali atau ia menggunakan informasi pribadi anda dengan mengatasnamakan anda.

Pihak yang mengirimkan kode OTP selalu mengingatkan untuk tak memberikan kode tersebut kepada siapa pun termasuk pengirim. Karena itu, berhati-hatilah terhadap pihak yang menghubungi anda dan mengaku sebagai perwakilan dari pihak tertentu serta meminta anda untuk memberikan kode OTP yang dikirimkan kepada anda.

Tak hanya itu. Jika anda menerima rentetan SMS berisi kode OTP, bisa jadi pelaku mencoba masuk ke akun milik anda secara paksa. Segera ganti password atau PIN anda dan hubungi customer service dari layanan yang anda gunakan. Untuk Jenius, anda bisa langsung mengganti password dan PIN melalui gadget anda dan hubungi Jenius Help di 1500 365 untuk melaporkan hal itu.

Untuk memastikan akun Jenius anda tetap aman, selalu waspada dan teliti. Jika ada nomor asing yang menghubungi dan mengaku sebagai perwakilan Jenius, anda patut curiga. Jangan pernah memberikan kode OTP ke siapa pun, bahkan kepada karyawan Jenius. Ganti password atau PIN anda secara berkala. Buat PIN yang berbeda untuk setiap kartu.

Jangan biarkan kartu debit Jenius anda berada di tangan orang asing tanpa sepengamatan anda, misalnya saat melakukan pembayaran di kasir. Ini untuk menghindari informasi pada kartu anda diambil atau dicatat orang lain. Walaupun dilengkapi teknologi chip, informasi pada kartu seperti nomor kartu, masa berlaku dan kode CVV bisa dengan mudah dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab untuk melakukan transaksi.

Anda bisa melakukan temporary block jika kartu debit Jenius anda sedang tidak digunakan. Anda juga bisa mengubah limit transaksi kartu sesuai kebutuhan untuk tarik tunai atau transaksi di situs e-Commerce. Aktifkan Pengaturan Notifikasi pada aplikasi Jenius agar anda selalu tahu setiap aktivitas yang terjadi pada akun anda.

Penulis: Natalia Trijaji