Para Pemain Orang Kaya Baru; Sapa Penggemar dalam Meet & Greet di Surabaya

Para Pemain Orang Kaya Baru; Sapa Penggemar dalam Meet & Greet di Surabaya

Para Pemain Orang Kaya Baru; Sapa Penggemar dalam Meet & Greet di Surabaya

Derby Romero, Refal Hady dan Fatih Unru ajak interaksi dan foto bareng di atrium Royal Plaza

Surabaya, Kabarindo- Apa yang terjadi jika para penggemar bertemu artis film idola mereka? Tentu saja rame dan seru.

Inilah yang terjadi ketika mereka bertemu tiga pemain film Orang Kaya Baru (OKB) dalam meet and greet di atrium Royal Plaza Surabaya pada Sabtu (26/1/2019) sore. Para penggemar yang sebagian besar remaja perempuan mulai berteriak ketika Derby Romero, Refal Hady dan Fatih Unru berjalan menuju panggung dan naik ke atasnya.

Mereka berteriak memanggil nama ketiga artis tersebut sambil melambai-lambaikan tangan minta perhatian, sampai pembawa acara meminta mereka untuk tenang dan memberi kesempatan para idola tersebut untuk bicara. Derby, Refal dan Fatih kemudian menyapa para penggemar yang sudah lama menunggu kehadiran mereka.

“Apa kabar Surabaya?” seru Derby yang disambut antusias para penggemar. Refal dan Fatih juga menyapa mereka dengan gaya masing-masing. Ketiganya mengatakan senang bisa menyambangi Surabaya dan bertemu para penggemar.

Derby menceritakan secara singkat film tersebut. Menurut ia, OKB merupakan film drama komedi yang komplit, bisa membuat penonton tertawa sekaligus menangis melihat jalan ceritanya dan akting para pemainnya.

Refal membenarkan. Ia sependapat dengan Derby. “OKB itu film yang ringan dan lucu. Bagaimana ada OKB yang norak, karena kaget tahu-tahu dapat warisan sangat besar,” ujarnya.

Refal mengatakan, kisah dalam film tersebut merupakan khayalan sang penulis, Joko Anwar, semasa kecil. “Cerita OKB itu imajinasi Mas Joko Anwar waktu masih kecil. Kepingin jadi orang kaya,” selorohnya lalu tertawa yang diikuti tawa Derby dan Fatih.

Refal mengaku senang bisa bermain di OKB dan berusaha memerankan sosok Banyu sebaik mungkin. Banyu menjalin hubungan dengan Tika yang diperankan Raline Shah. Setelah Tika menjadi kaya, timbul konflik di antara mereka.

Derby mengatakan hal yang sama. Ia berupaya mendalami karakter Duta sebelum memerankan sosok ini agar benar-benar menjiwai.

“Sebelum membawakan sebuah karakter, memang perlu observasi. Kalau aku sih melakukan observasi soal bahasa dan istilah-istilah yang dipakai anak teater, karena Duta itu anak teater,” ujarnya.

Fatih yang imut, lucu dan paling muda mengajak para pengunjung plaza untuk menonton OKB. Ia mengatakan, OKB merupakan film komedi pertamanya. Ia mengaku senang bisa bermain bareng para artis senior. Ini merupakan kesempatan bagus yang dinantikannya dan tak disia-siakannya.

“Wah, seneng banget main bareng kakak-kakak senior, bisa belajar dari mereka, dapat banyak pengalaman. Kita kumpul santai, suka bercanda,” ungkapnya.

Dalam meet and greet tersebut, Derby, Refal dan Fatih berinteraksi dengan para penggemar. Mereka meminta beberapa orang naik ke panggung dan memberikan pertanyaan seputar OKB. Jika bisa menjawab, maka mendapat hadiah T-shirt dan diajak berfoto bareng. Mereka juga melemparkan beberapa T-shirt ke arah para penggemar dan menjadi rebutan.

OKB merupakan film komedi produksi Screenplay Films dan Legacy Pictures yang ditulis Joko Anwar dengan sutradara Ody C. Harahap. Film ini dibintangi antara lain oleh Raline Shah sebagai Tika, Refal Hady (Banyu), Derby Romero (Duta), Fatih Unru (Dody), Lukman Sardi (bapak) dan Cut Mini (ibu).

OKB menceritakan sebuah keluarga yang hidup sederhana. Kakak beradik Tika, Duta dan Dody sudah terbiasa hidup demikian. Mereka terlatih untuk mendapatkan sesuatu dengan susah payah dan mensyukuri apa yang mereka punya. Keluarga mereka hangat dan ketiganya dekat dengan orang tua mereka. Suatu hari keluarga ini terguncang dengan meninggalnya si ayah yang selama ini menjadi panduan hidup keluarga. Lebih kaget lagi setelah tahu bahwa ayah mereka sebenarnya orang kaya dan selama ini berpura-pura jadi orang sederhana. Si ayah meninggalkan warisan sangat besar. Seketika, hidup keluarga ini terbalik. Mereka jadi OKB yang bisa membeli apa saja yang diinginkan, mulai dari rumah baru, baju baru, sepatu baru hingga mobil baru, meskipun sebenarnya tidak ada yang bisa menyetir mobil. Masalah datang justru saat mereka kaya dan mereka harus memutuskan apakah warisan tersebut menjadi sumber kebahagiaan atau bukan.

Penulis: Natalia Trijaji