Palapa Nusantara Dua; Dukung Masa Depan Bisnis Media Penyiaran di Indonesia

Palapa Nusantara Dua; Dukung Masa Depan Bisnis Media Penyiaran di Indonesia

Palapa Nusantara Dua; Dukung Masa Depan Bisnis Media Penyiaran di Indonesia

Sebagai pengganti Palapa-D, peluncuran satelit ditargetkan selesai pada Mei 2020

Surabaya, Kabarindo- Indosat Ooredoo menegaskan komitmennya sebagai penyedia jasa satelit untuk menunjang bisnis media broadcasting di Indonesia. Hal ini terwujud pada penyelenggaraan Business Connect: Media Broadcaster dengan tema akselerasi masa depan bisnis media penyiaran lewat satelit Palapa Nusantara Dua yang telah berlangsung di Jakarta.

Chief Business Officer Indosat Ooredoo, Intan Abdams Katoppo, mengatakan pihaknya menyadari pentingnya teknologi satelit untuk menunjang bisnis penyiaran di Indonesia. Karena itu, Indosat Ooredoo menyediakan satelit Palapa Nusantara Dua yang akan diluncurkan pada 2020 sebagai pengganti satelit Palapa-D, untuk menyediakan layanan media penyiaran di Indonesia.

Indosat Ooredoo menargetkan peluncuran satelit tersebut selesai pada Mei 2020 dengan seamless migration process, dimana dampak transisi dari Palapa-D ke Palapa Nusantara Dua sangat minim dirasakan oleh pelanggan. Satelit ini akan menempati slot orbit yang sama dengan Palapa D yaitu di 113­O bujur timur.

Indosat Ooredoo bersama PT Pintar Nusantara Sejahtera (Pintar) dan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) melalui perusahaan joint venture bernama PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera (PSNS) telah menandatangani kesepakatan kerja sama untuk pembelian satelit dengan produsen satelit terkemuka asal Tiongkok, China Great Wall Industry Corporation (CGWIC).

Indosat Ooredoo mengoperasikan satelit Palapa-D yang diluncurkan pada Agustus 2009 di China dan akan berakhir umurnya pada 2020. Kapasitas transponder dalam Palapa-D disewakan kepada operator penyiaran dan telekomunikasi. Layanan satelit penunjang lain termasuk pemakaian untuk layanan TV, link Indosat Ooredoo TV, layanan jaringan privat, akses Internet dan multimedia serta konferensi video.

“Satelit di orbit 113­O bujur timur merupakan ekosistem utama bagi penyiaran di Indonesia yang menggunakan layanan Free to Air, termasuk bagi mayoritas broadcaster lokal. Kami yakin, satelit ini memiliki peranan vital dalam menyampaikan informasi ke masyarakat lewat lembaga penyiaran dan lebih jauh berguna untuk menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia,” ujar Intan.

Penulis: Natalia Trijaji